BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 179. Incident 8


__ADS_3

POV Sara


"Sir, ada tamu. Katanya orang tua Nona Maureen yang ingin menemui Anda dan Nona Sara." Hilda datang dengan sebuah pemberitahuan yang mengherankan akhir pekan itu.


"Mereka ingin meminta kau bersaksi meringankan untuk anak mereka pastinya. Tak usah di tanggapi." Francoise sudah memasang pertahanan duluan. Tapi aku berpikir sebentar, kupikir lebih baik dengarkan saja dulu apa yang ingin di sampaikan oleh mereka.


"Mungkin kita dengarkan saja dulu karena mereka sudah sampai ke sini." Francoise langsung mengerutkan alis saat aku setuju untuk menemui mereka.


"Kenapa kau bersusah payah mendengarkan mereka?"


"Mereka pasti mau membayar mahal untuk keringanan hukuman anak mereka."


"Lalu kau ingin mereka mengganti uang padamu. Itu merendahkan dirimu sendiri."


"Tidak bukan untukku kurasa." Aku punya ide sekarang, bagaimana memanfaatkan situasi ini. "Ada sesuatu yang lebih bagus..." Francoise memperhatikan ekspresi senangku.


"Lalu maksudmu untuk siapa?"


"Bagaimana jika kita temui saja dulu mereka kita lihat apa kita bisa menggunakan kesempatan ini. Bagaimana kalau kita main bad cop and good cop saja ( polisi jahat dan baik) ..." Aku menyeret Francoise yang tidak tahu apa yang akan kulakukan soal ini. Francoise menghentikan langkahku.


"Tunggu dulu apa yang sebenarnya kau rencanakan, jika kita main peran begitu apa yang ingin kau capai. Kau harus memberitahuku, jika tidak bagaimana aku bisa membantumu."


"Begini..., bagaimana jika kita membuat mereka mengajukan sponsor untuk pencalonan Ibumu menjadi Secretary of Energy?" Sekarang Francoise diam. Aku sendiri tak punya ide ini sebelumnya, tapi karena dia sudah datang ke sini kenapa tak kumanfaatkan saja moment ini untuk mendapatkan keuntungan. Ibu Francoise mendapat sponsor yang diinginkannya dan aku mendapat muka di depan Ibu Francoise.


Dan Francoise mulai tersenyum lebar mendengar ideku.


"Tak heran semua operasi spyingmu lancar, kau memang hebat memanfaatkan kesempatan. Otakmu itu memang licik." Aku tertawa sekarang.

__ADS_1


"Sayang kau membuatku malu, pujianmu setinggi langit."


"Calon menantu, kau mau ciuman dari Ibu mertua." Aku tertara saat dia memeluk dan menciumku dengan gemas. "Ayo kita lakukan aku bad cop dan kau good cop, bukankah begitu maksudmu...Kita akan mendorong mereka sampai putus asa baru mengajukan tuntutan."


"Tepat sayang." Aku setuju, memang itu maksudku.


Kami masuk ke ruang tamu. Ayah dan Ibu Maureen Markson yang duduk berdiri melihat aku dan Francoise masuk. Ternyata mereka membawa pengacara. Francoise memasang wajah tak suka sementara aku bermuka datar.


"Ada apa kalian ke sini Tuan dan Ny Markson, apa belum cukup kesulitan yang di timbulkan oleh anakmu? Kau membawa pengacara ke sini? Kalian mau mengancam kami?"


"Tidak...tidak bukan begitu, kami tak bermaksud mengancam kalian, kami ingin minta maaf kepada kalian, dan meminta tolong kepada kalian. Kami tak punya hak mengancam apapun, jangan salah menanggapi kami." Sekarang Ibu Maureen yang langsung bicara. "Nona Sara, anak kami memang melakukan hal yang salah, kami sebagai orang tuanya mohon maaf, kami yang juga bersalah atas perbuatan anak kami. Tolong maafkan kami." Aku diam saja mendengar permintaan maaf mereka. Aku tak akan tergerak pada percobaan pertama.


"Anda sangat lancar meminta maaf untuk anak Anda. Anak anda sangat lancar mengancam, sungguh sempurna." Bad cop - Francoise yang bicara sekarang.


"Saya tak pernah menggangu anak Anda. Dia yang datang membuat semuanya kacau." Aku akhirnya bersuara kepada Ibu Maureen. Tak sudi memaafkan apa yang telah dilakukannya, dia harus berusaha lebih keras lagi meyakinkanku.


"Ohh Anda rupanya ingin menyuap kami dengan uang Anda yang berlimpah." Francoise maju menghakimi lagi sebagai bad cop. Aku tak bicara apapun.


"Tuan Francoise saya bicara begini karena apa yang dilakukan oleh putri saya keterlaluan, maaf saja tak cukup untuk membayar kerusakan yang di timbulkannya. Dia akan membayar tentu saja, kami tak bisa menghindari penjara, hanya saya mohon Nona Sara dan Tuan Francoise bisa memaafkan kami dan meringankan hukumannya." Kata-kata yang indah, pikiran sarkasku mulai berjalan, nampaknya nyonya ini banyak berperan dalam lobi-lobi sulit.


"Apa yang kalian inginkan dengan membawa pengacara ke sini." Francoise yang bertanya.


"Kami tahu putri kami tak bisa lolos dari hukuman, kami ingin merundingkan syarat untuk bekerja sama meringankan hukumannya."


"Menggelikan..." Francoise langsung membuat komentar marah.


"Kami tahu harga yang kami minta tak murah. Kami bersedia merundingkan syarat apapun yang Anda minta untuk harga permintaan maaf Anda. Ini bukan menyuap Anda, tapi karena kami tahu kata maaf itu tak cukup untuk apapun. Dia akan tetap dipenjara, kami minta Anda bersedia sedikit mengurangi berat hukumannya. Pengacara yang kami bilang itu bisa dilakukan." Ayah Maureen yang sekarang ganti bicara. Dia berusaha juga melunakkan Francoise. Nampaknya dia percaya melunakkan Francoise juga berarti pengurangan hukuman bisa dilakukan.

__ADS_1


Aku dan Francoise berpandangan. Melihat ke mereka...


"Kami mohon maaf Anda dan bantuan Anda. Kasihanilah kami tolong beri keringanan pada kami." Sekarang Ibu Maureen memegang tanganku dan menangis. Aku memamg ingin dia melakukannya sampai tahap putus asa begini.


Francoise sedikit mengangguk tanda dia pikir ini juga sudah saatnya.


"Baiklah." Seketika Ibu Maureen mengangkat wajahnya melihatku dengan penuh harapan ketika aku setuju.


"Anda bersedia? Apa syarat yang Anda minta? Tolong katakan pada kami."


"Jadilah sponsor Ny. Mary Aides untuk maju ke Secretary of Energy."


"Ohh..." Ny Markson melihat kepada suaminya yang diam sebelum berkata.


"Anda rupanya sudah tahu apa yang Anda inginkan sejak awal, ..." Dia menghela napas. "Anda ingin saya mengumpulkan dukungan untuk Ibu Anda? Atau mensupport sumbangan atas nama Ibu Anda." Dia bukan bicara padaku lagi tapi ke Francoise.


"Dua-duanya." Francoise membalasnya dengan segera. Sekarang dia tahu apa yang harus dia bayar, ironis sebenarnya bagaimana situasi berbalik. Ibu Francoise mengharapkan Markson dapat mendukungnya di pencalonan, tapi sekarang malah aku yang bisa memaksa Markson menjadi sponsor Ibu Francoise.


"Baik. Tapi Nona Sara harus bekerja sama dengan kami untuk pengaturan pengurangan hukuman."


"Setuju."


Dan begitulah hari itu berakhir dengan pengacara yang kemudian mengatakan apa yang harus kulakukan untuk membantunya.


"Aku tak sabar mendengar wajah Ibu yang tak percaya bahwa sebenarnya kau yang membantunya naik ke posisi Secretary of Energy."


"Aku melakukan yang terbaik bukan."

__ADS_1


"Kau yang terbaik."


__ADS_2