
Tiga orang gadis di depanku sudah berlari dengan ketakutan. Aku dan seorang gadis lainnya berusaha memapah secepat mungkin, jarak yang sudah kami tempuh mungkin baru beberapa belas meter ketika rententan tembakan begitu intens di belakang kami.
"Ya Tuhan, aku berjanji tidak akan pergi lagi ke sini. Aku tidak akan operasi lagi." Nora memohon sendiri, saat dia harus menghadapi kaki sakitnya harus kami paksa berjalan secepat mungkin.
Aku melihat ke belakang, nampaknya sicarios yang diturunkan kali ini banyak. Pasukan tentara Mexico terlibat tembak menembak intens, aku tak tahu di mana Thomas yang jelas jika sampai garis pertahanan mereka di tembus kami dalam bahaya.
Senjata di tanganku ini semoga aku tak usah meggunakannya. Bahkan aku tak tahu cara mengarahkannya yang benar.
Jarak yang kami tempuh nampaknya masih sangat jauh, tapi tiga gadis lainnya sudah masuk. Aku menoleh ke sampingku dan mengambil keputusan.
"Kita ke sana saja, gudang kecil itu kita bisa bersembunyi di belakangnya." Rumah utama terlalu jauh, posisi kami terlalu rentan karena tak bisa berlari, asal kami tak menjadi sasaran tembak itu akan lebih baik.
__ADS_1
"Iya, ayo Nora tahan sakitnya." Seorang teman Nora tetap setia memapahnya, nampaknya mereka adalah sahabat sebenarnya. Kurasa yang ini namanya Kate.
Tiga yang lain sudah pergi begitu saja.
"Iya,..." Nora berusaha. Kami setengah menyeretnya berbelok ke gudang kecil itu. Dua puluh meter kami lalui dengan susah payah, aku yang bukan agen, tak tahu apa aku bisa melindungi diriku sendiri sekarang.
"Tumpukan kayu itu kita bersembunyi di sana." Aku membuat keputusan karena nampaknya pintu gudang terkunci jadi kami sembunyi diantara kayu bakar yang ditumpuk tinggi.
Kami sampai ke sana diantara suara tembakan yang masih memekakkan telinga di belakang kami. Mendudukkan Nora ke tanah. Aku mengamati situasi.
Nampaknya benar banyak sicarios Juan Ignazio di daerah ini. Baku tembak ini benar-benar intens, jika perimeter pertahanan tertembus kami benar-benar tamat.
__ADS_1
"Sara, mereka mencari gadis-gadis itu. Lakukan apapun untuk melindungi mereka. Terutama Nora Austin, bantuan tambahan akan segera datang!" Suara Thomas bergema di telingaku.
"Iya, kami sudah bersembunyi." Jika dia berpesan begitu. Artinya situasi cukup rumit, mereka kekurangan orang. Dia tak akan mungkin bergabung bersamaku untuk melindungi gadis-gadis ini.
Jika aku tak berhasil melindungi Nora Austin, bisa-bisa tiket kebebasanku dianulir. Ini sangat tidak bagus! Itu juga jika ka aku berhasil mempertahankan nyawaku.
"Kalian di sini, jangan bergerak. Aku ke sana, di sana aku bisa melihat lebih baik, dan bisa menembak dengan lebih baik." Aku tak bisa bersama mereka menunggu saja, aku harus ada di tempat lain.
"Hati-hati Nona." Gadis teman Nora yang kutahu bernama Kate itu memberiku pesan.
Aku bergerak ke sepetak rimbunan tanaman jagung yang dibatasi oleh pagar, yang letaknya ada di depan mereka, ada kayu bakar yang masih basah ditumpuk untuk dijemur begitu saja, ini bisa kupakai untuk pelindung.
__ADS_1
Dari sana aku bisa melihat garis perimeter pertahanan yang di depan kami nampaknya belum tertembus. Hanya bunyi rentetan tembakan yang sampai ke sini, aku takut ada peluru nyasar yang sampai, tapi nampaknya jarak kami cukup aman.