
Saat aku dibantu turun dari mobil, seseorang wanita berwajah ramah sudah menungguku di depan. Dia membawa kursi roda yang ternyata sudah tersedia.
"Hati-hati,.." Aku dibantu oleh Franco dan wanita itu. "Ini Matilda nanti dia akan membantumu."
"Saya Matilda Nona Sara, tuan Franco sudah memberi tahu Nona akan datang." Dia tersenyum ramah memperkenalkan dirinya sendiri.
"Terima kasih Matilda."
"Matilda tolong bawa ķopernya, keperluan Nona sudah kau siapkan bukan?"
"Sudah Tuan, sudah ada di kamarnya..." Entah apa yang mereka siapkan, aku merasa ini akan berlebihan. Sementara Franco mendorong kursi rodaku ke kamarku, Matilda membawa koperku.
__ADS_1
"Matilda nanti akan membantumu saat aku tak di rumah, membantumu ke rumah sakit, memastikan kau makan dengan baik selama di sini. Kau mau sembuh cepat dari cedera bukan, harus ada yang membantumu mematuhi larangan dokter."
"Nona jangan sungkan meminta tolong kepada saya Nona." Housekeeper rumah Francoise ini ramah.
"Terima kasih Matilda." Aku tersenyum kepadanya.
Sebuah pintu kamar terbuka untukku, kamar yang nyaman dan cukup luas, bahkan ada bunga untukku. Dia memang berusaha membuatku nyaman di sini.
"Di lemari sudah ada baju dan semua kebutuhan Nona, jika ada yang kurang nanti saya langsung pergi belikan Nona, atau jika Nona ingin saya mengambil di apartment Nona saya bisa temani. Langsung beritahu saya apa yang Nona butuhkan. Nanti saya akan membantu membereskan koper Nona." Aku tak tahu apa yang dibelinya mungkin maksudnya dia menyiapkan kaus rumah untuk ganti.
"Baik Nona. Kalau begitu saya keluar dulu."
__ADS_1
"Iya terima kasih Matilda." Aku tak bisa protes apapun dengan kondisi berlebihan dan tercukupi ini. Dia keluar meninggalkan kami aku berdua dengan Franco, walaupun sudah beberapa kali kami bersama tapi bersama dengannya dalam waktu sepanjang ini baru kali ini.
"Kubantu ke bed." Sekarang aku meluruskan tubuhku setelah tujuh jam penerbangan.
"Aku bisa, ini dekat..." Dokter bilang dua minggu ini aku harus membatasi gerakan untuk menyembuhkan ototnya, jika tidak mungkin ada cedera yang tidak bisa dipulihkan, aku harus menurut, aku ingin bisa bekerja secepatnya. Sudah bagus aku masih bisa pulih.
Dia menyingkirkan kursi rodaku ke samping tempat tidur. Lalu mengambil kursi untuk duduk di depanku.
"Terima kasih, aku tak tahu kau sudah menyiapkan semuanya di sini." Apa yang bisa kukatakan selain terima kasih. Dia memegang tanganku dan menghela napas panjang.
"Sara, kau bisa mengandalkanku. Kenapa sepertinya kau tak memberiku kesempatan untuk mendukungmu. Aku tahu kita baru saja menjadi kekasih, tapi kau bisa meminta dukunganku. Jika aku berkata aku kekasihmu maka kau mendapat semua dukunganku." Tidak, sayangnya aku tidak bisa mengandalkannya sampai kapanpun.
__ADS_1
"Kau sudah menyiapkan semua ini terima kasih. Kau bahkan sudah menyiapkan kursi roda untukku. Apa lagi yang kurang, bahkan ada bunga. Itu sangat manis..." Walaupun begitu aku tetap tersenyum padanya, meraih tangannya untuk mengatakan terima kasih untuk menjadi penopangku saat ini. Dia kekasih yang baik. Aku tak tahu di balik sikap playboynya itu dia memang kekasih yang perhatian.
"Kau punya penolong di sini, Matilda akan membantumu jika aku tidak ada, jika kau ingin apapun katakan padaku. Jangan memaksakan dirimu untuk mengerjakannya sendiri, dia dan Harry akan membantumu ke dokter rehab medic, tapi yang pertama aku akan menemanimu."