BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 129. Fontainebleau Miami Resort 4


__ADS_3

"Ya awalnya, aku berpikir aku hanya mencari kencan singkat dan bayaran bagus. Tapi kemudian mereka menjadi terlalu baìk denganku sehingga untuk beberapa waktu aku menikmatinya."


"Mereka? Oh maksudmu kau punya dua orang wanita sekaligus..." Aku langsung mendapat kata yang bisa membuatku menggiring pembicaraan lebih jauh.


"Mereka suami istri..." Dia mulai lancar bercerita, aku menyukai perkembangan ini.


"Suami istri...Ohh luar biasa, jadi dia suaminya ikut menikmati."


"Kadang..." Aku mengangguk-angguk mendengar jawabannya.


"Tujuh tahun dengan suaminya tahu, kenapa rasanya seperti keluarga?" Aku memberanikan diri membuat komentarku sendiri. Tujuh tahun memang angka yang terlalu jauh. Dia tertawa dengan komentarku.


"Kau benar, bahkan aku kenal anak mereka, sering ikut liburan dengan mereka." Aku pura-pura terperangah dan dia tertawa melihat aku terperangah dengan ceritanya.

__ADS_1


"Orang kaya di Miami?" Aku mulai mengiring pembicaraan agar dia mengungkapkan siapa mereka padaku.


"Bukan mereka di Virginia? Tapi sering menghabiskan waktu di sini." Karena mereka punya pacar di sini. Hipokrit politikus yang luar biasa.


"Mungkin kau bisa mengajak wanita baru dalam keluarga sebagai variasi." Dia tertawa kali ini miris.


"Aku juga ingin berkeluarga, tapi mereka tidak membiarkanku pergi begitu saja. Kau benar mereka setuju jika wanitaku masuk tapi tentu saja kekasihku tak setuju. Dia ingin aku meninggalkan hubungan gila ini dan ya aku pun memang ingin mengakhirinya. Tapi kemudian mereka marah besar karena aku bilang aku tak bisa melanjutkan ini lagi. Saat kubilang Chantal tak setuju mereka langsung mengancam Chantal untuk putus denganku." Sekarang aku membiarkan saja dia bercerita dengan lancar.


"Mereka orang suci, mereka tak ingin rahasianya terbongkar jika mereka menambah orang luar lagi dalam lingkaran mereka."


"Mereka orang suci? Kau bercanda denganku, apa itu orang suci?" Dia akan mengatakan siapa mereka sekarang.


"Iya benar mereka keluarga Dawkins, pengkotbah, jika kau tahu university Liberty yang aturannya seketat biara itu mereka yang punya."

__ADS_1


"Astaga..." Aku kembali terngangga.


"Aku tak berdaya melawan mereka. Mereka punya banyak cara mengancamku, mereka ingin aku meninggalkan Chantal sekarang juga atau mereka akan membuat hidupnya sulit. Dia juga mengancam keluargaku dan bilang akan menggunakan pengaruhnya untuk membekukan semua uangku. Jadi yah aku terjebak di sini." Walaupun aku sudah tahu cerita ini dari Thomas tapi mendengarkannya menceritakannya lagi tetap membuatku merasa ini tidak adil.


"Astaga jahat sekali mereka. Memangnya siapa mereka punya kekuasaan begitu jauh, apa mereka orang pemerintah sehingga mereka bisa membekukan rekeningmu?" Aku bertanya lagi dengan nada simpatik.


"Dawkins memang terlibat politik, dia orang kuat dalam partai, dia punya banyak teman berkuasa, bahkan president adalah semacam teman dekat buatnya, aku pernah diperkenalkan dengan presiden. Sebenarnya hidupku sangat penuh dengan kejutan dan kemewahan yang kudapat dari mereka." Mungkin aku tak usah mengorek berapa banyak yang dia dapatkan, itu akan membuatnya tak nyaman.


"Ahh begitu, aku jadi mengerti kenapa kau menjadi stress begitu."


"Aku sudah ditahap muak melihat mereka. Sudah kubilang aku tak ingin lagi bersama mereka tapi mereka terus memaksa." Kesempatanku datang sekarang, aku bisa mengajukan cara bagaimana menghadapi mereka.


bersambung besok----

__ADS_1


__ADS_2