BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 47. Sara Mission 6


__ADS_3

Aku melihat Francoise sudah duduk di bar. Itu berarti saatnya bagiku mendatanginya.


"Aku harus pergi dulu. Dia sudah duduk di bar."


"Sana pergilah , buat dia bertekuk lutut padamu."


Bertekuk lutut padaku?! Itu sangat berlebihan.


Aku harus menghampirinya, Katarina dan Shasha pergi meninggalkanku untuk melakukan tugasku. Tapi tetap saja mengetahui bahwa aku telah memata-matai seorang direktur kontraktor militer membuat mentalku ciut. Entah aku sial atau beruntung, aku tak bisa mengatakannya.


"Hi..." Aku menyapanya singkat dan duduk di sampingnya. Dia tersenyum menatapku.


'Kau diawasi, di rekam sekarang?' Dia membuat pertanyaan dengan sebuah memo di ponselnya, saat aku sudah duduk disampingnya.


"Tidak direkam, mungkin diawasi iya." Aku tak tahu dimana Katarina dan Shasha, yang jelas mereka tidak jauh.

__ADS_1


"Oh, lalu kita harus apa? Terlihat bicara saja bukan?"


"Iya hanya bicara saja, jelas tidak terlihat saling bertengkar. Nanti mereka menganggapku gagal." Dia tersenyum.


"Bagaimana kabarmu?" Perhatian kecil dengan hanya bertanya bagaimana kabarku sudah cukup membuatku senang.


"Aku baik." Setelah mendapatkan kenyataan bahwa dia bertindak begitu murah hati mengampuniku aku tak ingin melakukan hal yang bisa merugikannya lagi. Ditambah lagi aku sekarang mengetahui jabatannya, aku tak punya keberanian meminta apapun.


"Maaf, aku menipumu karena 40,000. Aku tahu aku sangat buruk di matamu. Ini cek 10,000 yang kau berikan. Aku tak berani menerima ini." Kubawa dalam amplop dan kukembalikan padanya karena aku merasa tak pantas mendapatkan ini, tadinya mau kutitipkan ke Philippe tapi aku merasa memberikannya ke Philippe akan membuat dia malu, jadi kusimpan saja dulu.


"Kau tak menganggapku keterlaluan?"


"Jika aku menganggapmu keterlaluan aku akan memenjarakanmu. Simpan buatmu. Aku tahu kau memerlukannya." Dia mengabaikan amplop yang masih kupegang itu.


"Aku sudah menipumu demi 40.000, aku benar-benar tak bisa menerima ini."

__ADS_1


"Yang kau sabotase adalah ponsel yang berisi hal-hal umum, kau tak berhasil menyabotase ponselku yang mereka dapatkan berminggu-minggu adalah hal receh. Anggap saja mereka memberìmu 40,000 gratis. Tak usah khawatir."


"Benarkah."


"Benar. Kau mau minum apa?" Dia bersungguh-sungguh tidak mau menerimanya, aku memasukkan kembali cek itu ke tas-ku.


"Martini saja. Terima kasih."


"Bagaimana pekerjaanmu? Gajinya bagus?"


"Cukup bagus." Aku dengan semangat bercerita bahwa dalam jangka waktu pendek ini setidaknya gaji bulananku hampir 70% sudah lebih tinggi dari gaji yang biasa kuterima, belum termasuk tip.


"Itu bagus. Setidaknya kau bisa mengatasi masalah keuanganmu sendiri sekarang." Dia tersenyum mendengarku bicara begitu semangat.


"Banyak tambahan dari jadi mata-mata legal ini. Aku tak pernah punya 10,000 sekarang punya hampir 50,000. Ini saja sudah membuatku gembira, aku merasa 50,000 saja sangat besar, aku kadang harus memastikan jumlah dalam tabunganku itu bukan mimpi, ini memang memalukan, kau tak usah mendengar ceritaku. Kau tahu aku memanfaatkanmu tapi kau mengatur ini untukku, aku seperti berhutang besar padamu." Aku menertawakan diriku sendiri di depannya, aku malu pada direktur ini ţentu saja, mungkin aku gadis termiskin yang pernah ditemuinya.

__ADS_1


__ADS_2