BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 183. St. Regis Dinner


__ADS_3

St. Regis hotel di Fifth Avenue itu ballroomnya akan dipenuhi undangan VVIP, isinya orang-orang senior yang adalah para pengusaha sukses dan politikus besar.


Aku memakai gaun hitam elegan dengan rambut diikat kebelakang dengan rapi. Aku memakai opsi paling aman pilihan busana di acara seperti ini. Ini acara yang serius yang datang orang penting semua, tak ada gunanya berdandan menjadi Cinderella di sini.


Hanya sedikit orang muda yang terlihat di mataku. Tapi mungkin belum semuanya datang, kami disuruh datang lebih awal ke sini untuk dikenalkan ke para petinggi demikian juga Ibu Francoise diminta datang lebih awal sejam.


"Kita seperti salah tempat." Aku bergumam ke Francoise.


"Kau benar. Tapi anggap saja kita junior yang hebat sehingga bisa hadir di sini." Dia meringis, ikut merasakan atmosfer yang berat ini. Kemana kami bisa menemukan seseorang seumur kami. Yang kutahu akan hadir di sini hanya Allison Austin, tak ada yang lain yang kami kenal.


"Junior yang hebat." Aku tertawa kecil, "Baiklah, bagaimanapun kita menghasilkan uang dari Gensler untuk mereka." Aku sudah tak perduli kenapa aku di sini. Anggap saja pengalaman sekali seumur hidup. Walaupun aku yakin Francoise mengenal beberapa dari orang-orang ini, aku tak tahu bagaimana menyapa mereka dalam pertemuan ini, semua dari mereka memiliki aura yang serius. Bagaimana bisa aku bergabung dengan pembicaraan macam itu, mungkin mereka memgobrol hal yang umum juga. Kalau sudsh menyangkut politik biar Francoise saja yang bicara.


"Hai kalian, ..." aku melihat Allison sekarang, akhirnya ada wajah yang kukenal. Yang bisa mengenalkan kami pada seseorang di sini. Kebetulan kami di meja yang sama.


"Aku tak mengenal satupun dari mereka kecuali kau Allison." Dia tersenyum.


"Sebenarnya sama aku juga tak mengenal banyak orang, mungkin hanya mengenal namanya saja, karena kadang mereka sering muncul di televisi, tapi aku akan mengenalkanmu pada Ayahku dulu, Ayah Nora dan Ayah Kate, mereka semuanya belum pernah bertemu denganmu dan ingin bertemu kau." Ini kudapat karena menyelamatkan nyawa anak mereka, tapi kalau disuruh pergi lagi ke misi dengan geng narkoba Mexico aku lebih baik pura-pura sakit tak bisa bangun.


Oh, baiklah Ayah gadis-gadis yang kuselamatkan. Mungkin mereka ingin bertemu penyelamat putri mereka.


"Kemarilah." Aku dan Francoise dibawa ke sebuah perkumpulan di depan sana. Aku tahu wajah Lyold Austin tentu saja, dia sering muncul di televisi.


"Ayah aku ingin mengenalkanmu pada seseorang." Allison membawa kami pada sebuah perkumpulan orang tua. Semua orang melihat ke kedatangan kami. Aku merasa sebagai pusat perhatian sekarang, walaupun aku terbiasa mendapat perhatian di panggung, berhadapan dengan orang senior ini jelas sesuatu yang berbeda.


"Ini Sara Adams yang membantu kita di Gensler. Juga membantu Kate dan Nora." Aku memgulurkan tanganku kepada laki-laki tua yang nampak berkharisma itu.


"Ohh Nathan sering membicarakan tentangmu, kau semacam orang yang populer belakangan ini, kami semua merasa terbantu olehmu. Terima kasih atas kerja kerasmu. Dan terima kasih juga kau sudah membantu anak-anak kami." Aku diberi jabat tangan dan pelukan hangat oleh Tuan Lyold Austin, rasanya begitu dihargai. Dan ternyata istrinya pun ikut, dia ikut menyapaku.


"Saya merasa senang bisa membantu Sir." Aku berusaha rendah hati, bagaimanapun awal cerita ini aku adalah agen yang sedang dihukum untuk bertugas.


Selanjutnya aku dikenalkan dengan Ayah Nora dan Kate. Francoise pun dikenalkan bersamaan denganku. Beberapa orang sudah mengenal Francoise karena dia terlibat di group yang lebih muda, lagipula jabatan yang dimilikinya cukup mentereng.


"Bukanlah kau anaknya Mary Aides?" Lyold Austin bertanya.


"Iya benar Sir."


"Setahuku dia diajukan untuk jabatan Secretary of Energy untuk beberapa orang. Semoga kita menang dan benar nanti Ibumu dipertimbangkan. Kami akan ikut mendukung Ibumu. Terima kasih juga untuk bantuanmu di kasus Gensler."


"Terima kasih kembali Sir, sudah kewajipan saya untuk membantu." Orang-orang Markson bekerja dengan baik, mereka merekomendasikan Ibu Francoise, Mary Aides.


Aku dan Francoise terlibat pembicaraan ramah tamah dengan orang-orang ini beberapa saat, mereka memegang posisi tinggi di pemerintahan dan partai.


🦋🦋🦋🦋🦋


POV Author


Sementara itu ....


Allison sudah memberikan arahan kepada usher acara jika Ny. Mary Aides datang untuk memberitahu kepadanya. Dia ingin membantu Sara untuk menaikkan pamornya di depan calon Ibu mertuanya dan itu dia lakukan sekarang.


"Ny. Aides, senang berjumpa dengan Anda. Saya Allison Austin."


"Oh Nona Austin, senang bertemu dengan Anda. Saya tak tahu Anda akan menjemput saya begini, suatu kehormatan."

__ADS_1


"Sara minta tolong saya membawa Anda ke tempat Ayah saya, mereka sedang berbincang bersama. Saya tahu Sara sangat ingin Anda bertemu Ayah saya. Sara sudah banyak membantu kami, jadi kami juga akan membantu Anda." Dia menekankan kepada sang Nyonya bahwa dia bisa bertemu dengan Ayahnya itu semua adalah jasa Sara.


"Ahh begitu, baiklah." Sekarang Mary Aides tahu bahwa apa yang dikatakan Francoise padanya benar. Sara adalah sahabat dari anak Lyold Austin. Dia tak tahu bantuan apa yang telah diberikan Sara ke mereka sehingga dia bisa dianggap oleh Allison Austin.


"Ngomong-ngomong selamat atas pencalonan Anda sebagai Secretary of Energy. Sara sudah bekerja keras untuk mendukung pencalonan Anda, Anda seharusnya merasa beruntung punya seorang calon menantu yang begitu perhatian kepada Anda. Ayah juga akan mendukung Anda karena hubungan baik kami dengan Sara." Allison tanpa tedeng aling-aling mengatakan kepada Mary Aides bahwa Sara telah membantunya dengan semua koneksi yang dia punya.


Dan Mary Aides sekarang baru percaya perkataan Francoise bahwa Sara itu punya hubungan dekat dengan Austin, dan bukan dianggap sebagai pegawai rendahan.


Mereka dibawa ke tempat para petinggi partai berkumpul. Sekarang dia melihat dengan jelas bahwa apa yang dikatakan Francoise memang sebenarnya. Sara mampu menembus bahkan tingkat Lyold Austin penasihat keamanan nasional yang tak mampu di jangkaunya. Sara terlihat bicara dengan Tuan Lyold Austin sementara Francoise bicara dengan bendahara partai.


"Ayah aku mengundang Ny. Mary Aides juga." Sekarang Allison menyebutkannya.


"Ah Nyonya Aides, selamat datang. Di sini ada anakmu dan calon menantumu juga." Lyold Austin menyapanya.


"Tuan Lyold senang bisa bertemu dengan Anda." Mary Aides baru kali ini baru bicara dalam kelompok dengan petinggi yang bisa dikatakan ada di inner circle ini. Sebelumnya dia


"Anda beruntung sekali punya anak dan menantu yang mendukung Anda penuh." Lyold Austin yang tidak mengerti bahwa bahkan Mary Aides mencerca dan menampar calon menantunya memuji penampakan keluarga ini.


"Saya beruntung, Anda benar." Dan kali ini dengan bantuan anak dan menantunya dia selangkah lebih dekat dengan jabatan yang diimpikamnya selama ini.


"Kami juga beruntung anak-anak kami diselamatkan oleh Sara." Ayah Nora dan Kate yang juga bergabung dalam acara itu menyampaikan rasa terima kasih mereka secara tidal langsung ke Ibu Francoise. Ternyata Sara yang dianggapnya penari yang tidak berguna itu punya banyak kelebihan dan pekerjaan yang tidak diketahuinya. Tadinya dia tidak percaya apa yang Francoise katakan tapi sekarang itu ternyata benar.


"Anak dan calon menantu saya memang sangat baik pada saya." Kali ini dia tersenyum kepada Sara, yang menerima senyumnya dengan rasa lega.


Lega perjuangannya untuk diterima akhirnya membuahkan hasil. Mereka menyatakan akan mendukung pencalonan Mary, sesuatu yang akhirnya diinginkan oleh Mary Aides.


Sementara Mary Aides menjadi pusat perhatian baru. Allison menyenggol Sara.


"Iya sepertinya begitu, tapi kita lihat saja nanti. Aku takut dia bersikap seperti itu hanya agar terlihat bagus dindepan orang lain." Sara tak tahu apa Ibu Francoise menerimanya atau tidak, mungkin dia hanya menjaga sikap di depan para petinggi ini.


"Kalau kau tak lulus, kau tak usah perdulikan lagi calon Ibu mertuamu itu, kau pantas merasa bahagia." Allison langsung berkata tegas. Sara berharap kali ini semuanya bisa selesai.


Tak lama mereka mengobrol, semua petinggi harus menyambut tamu dan pembicaraan akhirnya berakhir.


"Mom, kau akan kembali bersamaku bukan. Kau menginap di rumah? Aku sudah menyuruh Hilda menyiapkan kamar." Francoise mengambil kesempatan untuk mengajak Ibunya ke rumah. Semoga dia tak keberatan tinggal bersama Sara dalam satu rumah, semoga Ibunya menerima kalau mereka sudah serumah.


"Ya Bibi, kembalilah bersama kami." Sara mencoba bersikap ramah ke sang Nyonya yang sudah menamparnya itu.


"Sebenarnya Mom sudah memesan kamar hotel dan besok Mom harus kembali , tapi baiklah Mom akan ikut bersama kalian nanti." Francoise dan Sara tersenyum satu sama lain, nampaknya Ibunya sudah mau berdamai setelah apa yang dia lihat dan dapatkan sekarang.


"Kami di meja 35, nanti setelah acara selesai kami akan menghampiri Ibu."


"Iya baiklah." Mereka menuju meja masing-masing karena acara sudah akan dimulai.


Francoise sekarang merangkul Sara dengan perasaan lega. Demikian juga Sara merasa sama leganya.


"Akhirnya nampaknya Mom melunak, kau tahu sampai terakhir dia menyangka aku menghabiskan uangku untuk membeli tiket gala dinner ini. Dia tak percaya kau yang mendapatkannya. Sekarang setelah melihat dan mendengar Tuan Lyold memujimu sendiri dia baru percaya." Francoise akhirnya bercerita apa yang terakhir dikatakan oleh Ibunya. Sara tertawa, ya Ibunya memang benar, dia juga jika di posisi Mary Aides akan berpikir sama, mana mungkin dia bisa mendapatkan tiket dengan harga fantastis ini.


"Aku juga rasanya tak percaya kita akhirnya mendapatkan jalan seperti ini. Bagaimana mungkin aku yang bukan siapa-siapa bisa membuka jalan untuk Ibumu. Tapi ini juga karena kau bersikeras menahanku bersamamu jika tidak kita sudah lama berpisah." Sara mengengam tangannya. "Terima kasih tidak menyerah."


"Terima kasih juga sudah percaya padaku dan tidak mencoba meninggalkanku. Aku sangat takut kau pergi."


"Ya, sekarang semua berakhir dengan indah. Kita tak usah takut lagi. Semoga semua lancar di depan kita."

__ADS_1


Malam itu nampaknya semua usaha terbayar. Sara masih punya ketakutan menjelang pulang.


"Ayo Mom."


"Ibu besok setelah sarapan bersama kalian kembali ke hotel oke." Akhirnya mereka berjalan bersama ke mobil.


"Iya baiklah." Francoise yang menjawabnya. Sara masih agak takut memulai pembicaraan.


"Kau besok bekerja Sara." Mary Aides ternyata membuat inisiatif bertanya ke Sara duluan. Ternyata semua yang ditakutkan Sara tidak terjadi Mary Aides benar menerimanya sebagai kekasih anaknya.


"Oh iya besok aku masih ada pekerjaan. Biasanya akhir pekan selalu ada pertunjukan. Hari ini aku cuti karena menemani Francoise ke acara ini."


"Ohh begitu. Bukankah kau sebelumnya penari di NYC Ballet, kenapa pindah bekerja?" Kenapa Sara ini menganti pekerjaan yang nampaknya lebih baik ke pole dancer. Dia sebenarnya masih tak setuju bagian pole dancernya, tapi bahkan Lyold Austin tidak mempermasalahkannya.


"Gaji di NYC Ballet lebih rendah dari tempat bekerjaku sekarang. Ibuku menderita diabetes, hanya dicover asuransi pemerintah, aku perlu uang untuk merawat Mom." Akhirnya dia tahu kenapa, selama ini dia berpikir macam-macam kepada Sara. Bahkan tak mau mendengarkan penjelasan apapun dari anaknya. Sekarang dia tahu Sara adalah anak yang berbakti dan bertanggung jawab kepada Ibunya.


"Aku tahu sekarang alasannya. Maaf aku pernah merendahkan pekerjaanmu bahkan menamparmu. Seharusnya aku mempercayai penilaian Francoise padamu." Bahkan dia sekarang minta maaf ke Sara. Sara sekarang percaya Ibu Francoise ini benar sudah mau menerimanya.


"Iya tak apa Bibi, anggap saja saat itu kita belum berkenalan dengan baik."


"Aku juga harus minta maaf ke Ibumu, aku mengatakan hal yang tidak pantas padanya."


"Ibu pasti mengerti Bibi. Tak usah khawatir." Sara melihat ke Ibu Francoise yang duduk di kursi belakang. "Terima kasih Bibi sudah mengizinkan kami bersama."


"Kalian sudah berusaha, dan kau bahkan berusaha sampai bisa mewujudkan keinginan Bibi. Jika Bibi tak menyetujui hubungan kalian itu jelas hal yang kelewatan. Malah Bibi yang harus berterima kasih padamu telah membantu Bibi yang sebenarnya sudah menyerah untuk mendapatkan jabatan itu. Tapi ternyata kau yang bisa mengusahakan semua sponsor itu. Yang terutama adalah kau tak pernah menentang perkataan Bibi. Terima kasih."


"Aku sebenarnya sedih jika aku dan Francoise tidak bisa mendapatkan persetujuan Bibi. Rasanya aku seperti menentang Ibuku sendiri." Sekarang rasanya Mary tahu kenapa Francoise memilih gadis ini. Dia pejuang tangguh.


"Kau gadis yang baik. Tak salah Francoise memilihmu."


Selanjutnya akhie hari itu berjalan dengan lebih baik. Sara tak merasa terbeban lagi. Ibu Francoise telah menyetujui mereka.


Keesokan harinya sarapan berjalam dengan baik. Untuk pertama kalinya Sara menjelaskan apa pertunjukan yang mereka yang mereka jalankan dengan lebih rinci.


"Ahh jadi seperti akrobat." Sara memberinya video pertunjukan mereka. "Ini mengagumkan, pantas kalian diundang ke banyak tempat."


"Iya hampir seperti akrobat."


"Ini hebat, pasti perlu banyak upaya menguasai ini."


"Iya begitulah Bibi." Mary Aides mengangguk, dia mengerti pekerjaan calon menantunya itu sekarang.


"Lalu bagian kau bekerja dengan Tuan Lyold."


"Oh itu seperti aku terlibat tugas agen seperti FBI, tapi aku tak bisa cerita di sini, semua rinciannya rahasia."


"Sepertinya pekerjaan yang hebat hingga menghasilkan 4 tiket VVIP. " Sara tertawa.


"Itu mungkin setengahnya keberuntungan Bibi."


"Ya, Bibi bersyukur Francoise bersamamu. Sekali lagi maafkan Bibi salah menilaimu."


"Kita lupakan saja Bibi, kita anggap saja tak pernah terjadi."

__ADS_1


__ADS_2