
"Mom, kau mulai lagi, nanti akan ada tapi mungkin belum bertemu." Dia selalu bilang aku harusnya punya hubungan dengan seseorang yang bisa membantuku untuk hidup stabil, seumur hidup dia mencontohkan betapa kuatnya dia menopangku sendiri tapi dia malah memintaku bergantung pada orang lain.
Itu kadang sama sekali tak masuk ke logikaku. Tapi yah, siapa yang ingin anaknya berjuang sendiri, jika bisa tentu Mom ingin aku punya seseorang yang bisa diandalkan.
"Tak ada yang salah mempunyai teman hidup sayang." Dia kembali menasehatiku.
"Aku tahu tapi aku juga bisa tidak bergantung pada siapapum selain diri sendiri sekarang, apa Mom tidak bangga padaku."
"Mom tahu, tentu saja Mom bangga padamu, tapi mempunyai seseorang selalu merupakan bantuan besar, Mom tidak beruntung memiliki suami yang baik. Tapi kau punya keberuntunganmu sendiri. Seseorang yang mencintaimu akan menjagamu."
"Mungkin nanti Mom. Aku tak bilang aku menutup diri, tapi sekarang belum ada yang kusukai. Yang penting sekarang Mom harus sehat, keuanganku lebih baik sekarang Mom harus menjaga diri lebih baik, nanti akhir tahun kita liburan bersama oke."
"Iya baiklah, terserah padamu mengaturnya."
__ADS_1
"Uang bulanan Mom sudah kutransfer, sudah kulebihkan 3.000, belilah apa yang Mom mau. Jika ada kebutuhan yang kurang beritahu aku oke."
"Kau lebihkan 3.000, kau yakin? Sebanyak itu?" Sekarang senyum lain terbit di wajahnya. Sesenang itu aku melihat senyum itu.
"Iya Mom tenang saja. Aku masih punya banyak." Dia tertawa. Tipku saja kadang bisa ratusan dolar per malam, memberinya lebih 3.000 dollar untuk membuatnya senang tak akan ada masalah.
"Mom akan menyimpannya, nanti untuk tabungan kita."
"Belilah apa yang kau mau Mom. Jangan menyimpannya."
"Baiklah terserah padamu, tapi jika ada sesuatu yang ingin kau beli, kau harus membelinya. Itu sudah jadi uang Mom."
"Iya Mom mengerti maksudmu."
Bagaimanapun aku bekerja untuk bisa menyenangkannya. Melihatnya tak mengkhawatirkan uang lagi adalah apa yang kuinginkan sekarang.
__ADS_1
"Mom aku kembali ke kota besok seperti biasa oke, aku ada pekerjaan Rabu sampai Minggu. Tiap Senin aku kembali kita bisa belanja groceries bersama." Tiap aku pulang kami selalu belanja dan masak bersama. Bahagia itu sederhana sekarang bagiku.
"Iya, baiklah. Tapi sekarang kau bekerja di NY, kau tak kembali ke LA seperti sebelumnya?"
"Oh, bossku membuka tempat latihan tari baru di NY, kami lebih banyak punya proyek di tari kontemporer, kadang untuk mendukung televisi dan acara pribadi, jadi mereka membuka cabang di sini karena di sini juga permintaannya tinggi."
"Kau punya tempat tinggal yang baik bukan."
"Tentu saja Mom, jauh lebih baik."
Mom terlihat puas. Aku sampai sekarang tak punya keberanian untuk mengatakan dengan frontal di mana aku bekerja, kurasa tak akan pernah berani. Cukuplah dia tahu aku lebih banyak bekerja di tari kontemporer.
Bagaimanapun dia menghabiskan uangnya untuk membawaku terbang tinggi sebagai penari angsa yang cantik, bagaimana perasaannya jika tahu aku di pole dancer sekarang.
Lebih baik dia tidak tahu. Aku takut aku menghancurkan harapannya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=