BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 121. Superiority Complex 2


__ADS_3

Sementara Matilda yang baru saja ikut mengantar Sara ke dokter sudah bersiap untuk latihan fisik, dengan saran dokter dia melakukan latihannya dengan rajin. Itulah kenapa dia bisa cepat pulih.


"Nona, ada teman Nona berkunjung."


Matilda dan Sara sudah berteman baik. Dia sangat suka pada Sara, wanita tenang yang menjadi kekasih Tuannya sekarang, dia tahu tentang cerita Ibunya. Dia menganggapnya anak yang berbakti.


"Siapa?" Sementara Sara tidak merasa ada temannya yang akan berkunjung hari ini merasa heran.


"Nona Maureen?" Dia sendiri tidak yakin gadis itu teman Nona Sara.


"Maureen?" Perasaan Sara tidak enak, inilah saat masalah mereka di mulai. Maureen mungkin mengenal keluarga Francoise. Tapi cepat atau lambat dia harus menghadapi ini.


"Dia bukan temanmu bukan Nona Sara." Dia sudah mengira dari tanggapan Sara, Maureen bukanlah temannya.


"Biarkan saja dia masuk Matilda."


"Kau yakin Nona?"


"Iya aku yakin."


Matilda mencium bau keributan di sini. Dia tahu Maureen itu punya hubungan singkat dengan Tuannya. Nyonya Mary menyukai gadis cantik itu dan pernah mengundangnya ke sini secara khusus tapi Tuannya malah tak pernah muncul.


"Nona, sihlakan masuk. Nona Sara ada di dalam."

__ADS_1


Gadis itu masuk dengan kepala terangkat. Matilda tidak menyukai pembawaannya yang angkuh itu. Dia menuju ruangan dalam di mana Sara sedang berada di pakaian latihan fisiknya, ada gym kecil di rumah ini yang bisa dia gunakan.


"Kau, apa yang kau lakukan yang kau lakukan di sini." Itu pertanyaan yang diajukan oleh Maureen. Terbalik! Padahal dia tamu, tapi dia yang bertanya apa yang Sara lakukan di sini. Sungguh tak punya adap. Matilda mencibir, Sara melihatnya dengan alis terangkat.


"Bukannya aku yang seharusnya bertanya begitu?"


"Kau tahu siapa kau berani mengharapkan orang seperti Francoise."


"Aku Sara, manusia. Kenapa aku kurang punya royal blood di depanmu sehingga kau merasa aku tak bisa di sini."


"Wanita miskin, kau pikir kau punya level untuk masuk ke lingkungan Francoise." Sara menyesal menerimanya sekarang. Dia memang tidak kaya, tapi setidaknya dia tidak miskin hingga mengemis minta uang ke anak orang kaya ini.


"Kalau kau punya level kau tak bisa masuk ke sini sihlakan coba. Matilda usir saja dia, jika dia tak mau pergi suruh Henry mengusirnya." Dia cukup mendengarkan hinaan Maureen dan tak menyibukkan diri bertengkar dengan Maureen. Apa yang terjadi selanjutnya dia pasrahkan pada takdirnya.


"Maaf Nona, saya akan mengantar Nona ke depan." Matilda membentengi Sara, Nona kurang ajar ini perlu segera di usir menurutnya.


"Kau, kau pikir siapa kau bisa mengusirku. Hei Sara! aku belum selesai bicara denganmu!" Maureen berteriak dengan kesal memanggil Sara, Matilda ingin menyumpal mulutnya yang senang berteriak itu.


"Saya mengikuti apa kata pemilik Nona. Sihlakan Anda keluar, atau saya memanggil seseorang untuk membuat Anda keluar. Tolong Nona..." Dia sudah memasang badannya menghalangi Maureen yang ingin mengejar Sara.


"Hei Sara, tunggu sampai Ibunya Francoise tahu kau di sini dia yang akan mengusirmu."


Sara tidak akan menanggapi Maureen lagi fokusnya adalah latihan sekarang, dia tidak akan perduli teriakan gadis itu.

__ADS_1


"Nona, aku peringatkan kau sekali lagi." Kali ini nada Matilda meninggi. Dia tak akan melayangkan tangannya tapi nada suaranya harusnya sudah cukup untuk pembicaraan ini.


"Kau dengar aku, Nonamu itu akan pergi dari sini. Kau tunggu sampai Ibu Francoise mengusir gadis miskin itu dari sini." Matilda juga tidak menanggapinya, kebenciannya bertambah kepada gadis sombong ini.


"Sihlakan Nona." Matilda membuka pintu mempersihlakannya pergi. Sementara Henry yang ada di area foyer menyaksikan semua itu dan memandang Maureen dengan wajah datar. Jika dia tidak pergi dengan kata-kata gadis itu akan mempermalukan dirinya sendiri.


Maureen pergi dengan mengibaskan rambutnya.


Henry yang melihat kepergiannya jadi bertanya-tanya..


"Siapa itu Matilda? Kenapa dia datang ke sini mencerca Nona Sara."


"Dia penggemar Tuan, anak orang kaya tapi tidak diperdulikan oleh Tuan."


"Begitu? Dia sangat tidak sopan."


"Dia tidak waras." Matilda menyimpulkan sama seperti yang lain, superiority complex ** gadis itu kelewat batas.


Dia akan mengadukan ini kepada Tuannya. Nampaknya akan ada penghalang hubungan Tuanmya dengan Nona Sara yang baik hati itu. Matilda harap mereka akan tetap bersama.


\=\=\=\=\=


** superiority complex : adalah sebuah perilaku yang terbentuk karena seseorang merasa lebih hebat daripada orang di lingkungan sekitarnya. ( Istilah bahasa Indonesia \= songong 🤣🤣)

__ADS_1


__ADS_2