
Musik dansa mengalun di ruangan, beberapa orang bergabung dengan dansa di ruangan itu, sementara yang lain mengobrol dengan riang. Pesta untuk donatur dan pengemar ini adalah salah satu acara yang paling kami ditunggu oleh para penari.
"Nona Sara, bintang baru kita dari Don Quixote. Anda terlihat cantik malam ini." Baju putih gading ini memainkan sihirnya, mungkin dalam penglihatannya aku secantik Marilyn Monroe. Atau obat perangsang itu bekerja sekarang, mungkin aku menarik baginya.
"Tuan Francoise, senang bertemu Anda." Aku tersenyum padanya. Sementara dua orang principal wanita yang salah satunya adalah mantan kekasihnya melihat padaku dengan pandangan ingin membunuhku.
Setelah ini bisa dipastikan aku akan kehilangan kesempatan menjadi principal.
"Sara Adams, dimana Nicholai pasangan tarimu, kau sendiri?" Itu adalah kode keras dari sang principal aku harus menyingkir dari depannya.
"Aku tak tahu, tadi dia menghilang begitu saja."
"Kau tak mencarinya?" Peringatan kedua.
"Tidak, aku rasa dia punya urusannya sendiri." Aku bisa merasakan kilatan marah di mata wanita itu, tapi aku tak perduli, bulan depan aku mungkin tak berada di sini lagi. "Tuan Francoise, apa saya menggangu Anda." Aku menatap lurus ke arahnya.
"Tentu tidak. Bagaimana kalau kita bicara di sana, Maureen aku ingin bicara dengan Sara dulu, mungkin nanti kita bicara lagi." Tuan Francoise memenangkanku. Lengannya membuat tanda sebuah sudut yang cukup
"Bagaimana kabar Ibumu." Kali ini dia memakai kaus kerah tinggi berwarna gelap, tampak dan kaya, adakah wanita yang bisa menolak kombinansi seperti ini.
"Mom baik, dia sudah kembali ke rumah."
__ADS_1
"Itu bagus, apa uangmu cukup untuk membayar billnya."
"Itu cukup, berkat Anda." Dia tersenyum. Aku hanya mengingat apa kata Nicholai, pujilah dia karena kebaikannya.
"Itu bukan apa-apa."
"Kenapa Anda bersikap terlalu baik kepada saya. Padahal saya tak menanggapi Anda?"
"Kupikir kau memang perlu bantuan. Kau membiayai Ibumu, itu pasti berat, aku tahu berapa gaji balerina."
"Hanya karena itu."
"Iya hanya karena itu." Aku mengangguk kecil, dia ingin berperan sebagai pahlawan, baiklah.
Nicholai bilang dia sudah memastikan obatnya masuk melalui minuman yang diedarkan.
"Kujamin obatnya efektif." Dia mengatakan itu dengan penuh keyakinan. "Yang harus kau lakukan hanya memancingnya."
Dan dansa ini adalah salah satu cara memancingnya. Lantai dansa yang penuh orang sekarang berubah menjadi musik pelan. Anggap saja ini pekerjaan yang menyenangkan untuk 40,000 dollar demi Mom. Pikiranku membuat penegasannya sendiri.
"Apa aku mengingatkanmu pada seseorang?"
"Tidak."
__ADS_1
"Kupikir kau baik padaku karana aku mengingatkanmu pada mantan pacarmu." Dia tertawa kecil.
"Tidak, hanya aku tahu kau memang membutuhkan uang untuk Ibumu, kau anak yang baik. Hanya itu."
"Kau tak pergi bersama Maureen."
"Tidak, kau ingin aku pergi dengannya." Dia menaikkan alisnya.
"Tidak juga."
"Jadi mungkin jangan bicarakan dia lagi." Aku tersenyum. Apa obat itu benar bekerja? Dia ingin mempersingkat ini. "Apa yang kau lakukan, kau sedang menggodaku, kau tahu apa resiko menggodaku?" Pelukan tangannya lebih erat,
"Apa aku tipemu?"
"Mungkin."
"Aku tidak ingin terlibat denganmu, kau terlihat complicated, tapi anggap saja aku mencari cara berterima kasih padamu. Sejujurnya memang saat itu aku mencari pinjaman."
"Sudah kubilang aku tak mengharapkan bayaran."
"Aku hanya ingin melakukan sesuatu untuk kebaikanmu. Lagipula aku menyukaimu."
"Kau menyukaiku , tapi tak ingin terlibat denganku."
__ADS_1
"Tidak, terlibat denganmu berarti berharap denganmu. aku tak mau berharap dengan orang sepertimu." Dia menatapku dengan senyum kecil di bibirnya.