
Kami tiba di rumah sakit sejam kemudian. Aku khawatir tentu saja. Aku hampir berharap mobil ini dapat terbang, setengahnya aku khawatir keadaan Mom, setengahnya aku khawatir, tak tahu apa uangku cukup.
Aku berusaha menyisihkan uangku untuk hal seperti ini, ada tapi aku bahkan tak yakin itu akan cukup. Biaya kesehatan di US itu luar biasa. Walaupun aku tertolong dengan Medicare.
"Tenanglah, dia mungkin tak apa. Jika di deteksi awal tak akan ada masalah. Semoga tidak parah dan bisa diobati dengan obat. Aku punya paman yang stroke ringan dokternya memberinya obat dan tak lama setelah observasi penyumbatannya di mana dia bisa pulang." Nicholai mencoba menenangkanku.
"Iya aku juga berharap begitu."
Aku diam berpikir mungkin jika tak bisa aku bisa meminjam ke Paman jika uang yang kupegang tak cukup.
"Kau punya asuransi untuk biaya rumah sakit."
"Apa?"
"Kau punya asuransi?"
__ADS_1
"Tidak, aku punya sedikit simpanan, nanti jika tidak cukup aku akan meminjam ke Pamanku." Walaupun aku tak yakin dia punya.
"Jangan khawatir soal biaya. Aku bisa meminjamimu." Aku melihat pada Nicholai dengan tak percaya.
"Kenapa kau baik sekali, jika aku meminjam padamu mungkin aku tak bisa mengembalikannya dalam waktu dekat. Kau bahkan di kota yang berlainan denganku. Apa kau tak sayang uangmu."
"Tak apa aku cukup kaya." Dia meringis, aku melihatnya dengan berbagai pertimbangan di pikiranku.
"Terima kasih Nic, aku tak tahu bagaimana bisa membalasmu. Sebenarnya Mom sudah berusia 65 tahun dan dia ditanggung Medicare, layanan kesehatan pemerintah, tetap aku harus membayar 20% biaya ke ER seperti ini. Aku punya sedikit tabungan aku tak tahu apa itu cukup."
*Medicare (layanan kesehatan pemerintah US untuk citizen 65 tahun ke atas)
"Semoga aku tak perlu meminjam uangmu."
"Jika misal kau tak bisa membayar? Apa yang terjadi? Apa mereka akan melepas Ibumu?"
__ADS_1
"Sederhana, mereka akan melepasnya tentu saja, aku akan didatangi penagih hutang setiap bulan. Mereka akan mengusahakan aku untuk membayar, bahkan memaksa menjual assetku. Ibu akan lebih stress lagi." Itu sebabnya banyak orang tak mau ke rumah sakit dengan sukarela mereka tak mau uang mereka di rampok sistem rumah sakit Amerika yang tidak manusiawi terutama jika mereka tidak mempunyai asuransi.
Jika mereka terpaksa masuk emergency, mereka memilih tak membayar tagihannya atau membayar yang hanya mereka mampu bayar.
"Jika perlu juga tak akan begitu besar. Tak apa yang penting Ibumu sehat dan kau tak terlalu memikirkannya." Partner tariku ini baik sekali.
"Terima kasih Nic, aku tak tahu bagaimana membalasmu setelah ini." Dia tertawa kecil.
"Nanti kau akan menemukan cara membalasku. Asal kau tidak melamun waktu pentas, yang penting kau bisa pentas dengan baik dan tidak cedera karena melamun soal biaya rumah sakit." Dia tersenyum menepuk bahuku membuatku merasa nyaman.
Aku langsung setengah berlari ke dalam rumah sakit. Dan mendapatkan Ny. Harrison yang menungguku.
"Ny. Harrison, terima kasih sekali sudah membantu Mom, dimana dia."
"Dia sedang menjalani beberapa tes, aku tak tahu apa dokter akan memintanya menginap atau tidak. Kita diminta menunggu. Sepertinya mereka akan menahannya untuk observasi, dulu adikku juga begitu."
__ADS_1
"Jadi kita harus menunggu."
"Iya kita harus menunggu."