BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 129. Fontainebleau Miami Resort 3


__ADS_3

Tapi Nyonya yang ini agak bodoh, dia malah jatuh cinta dengan sugar boynya dan bersedia memberi segalanya, 7 tahun itu sangat panjang, bahkan suaminya memberikan izin kepada sugar boynya itu dekat dengan keluarga mereka, hubungan gila macam apa itu.


Aku memperhatikan mereka dari jauh.


"Kau tahu siapa?" Aku bertanya kepada temanku yang sudah ada di sini lebih lama dariku.


"Entahlah mungkin sugar mommy-nya, tak heran lagi pool boy seperti dia punya banyak penggemar. Aku melihat wanita itu bukan sekali ini sepertinya, mungkin mereka memang punya semacam hubungan."


"Ya, mereka memang terkenal untuk itu." ** Aku meringis, di resor mewah ini mereka mungkin memang di pasang untuk itu.


Bukan hanya pria yang perlu memanjakan mata, wanita juga punya hak yang sama.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


** Konotasi bahasa pool boy - memang negatif, mereka dikenal bisa digoda. Yahh gak semuanya ada juga yang memang ya kerjaannya bersihin dan ngerawat kolam renang.


Pool boy : A sexy man that cleans the pools of the rich and famous. They are notoriously known for doing the trophy wives of the rich and famous. But then again, they're usually very hot.


Pria seksi yang membersihkan kolam orang kaya dan terkenal. Mereka terkenal karena melakukan piala bergilir istri orang kaya dan terkenal. Tapi sekali lagi, mereka biasanya sangat 'hot'

__ADS_1


Wife: Well the Pool boy is doing great today.


(gay)Husband: Hah. I know he was doing great last night.


〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️〰️


"Nampaknya yang ini sangat mencintainya." Aku meringis saat mengatakan kenyataan itu.


"Bukankah itu hal yang bodoh." Temanku menbalasku.


"Cinta memang membuatmu jadi bodoh. Itu penyakit bawaan cinta." Sekarang dia tertawa.


Pertengkaran mereka nampaknya hebat, walaupun kami hanya melihat dari jauh karena kolam renang itu luas dan mereka sengaja memilih sudut yang agak jauh tapi tetap saja kami bisa melihatnya.


Wanita itu kemudian pergi. Lagi-lagi itu menjadi pertengkaran yang berat, wajahnya tanpak seberat seminggu lalu ketika pengacara itu datang mengancamnya.


Berarti ini kesempatanku untuk mengorek lebih dalam. Saat shift istirahat dia duduk lagi di tempat favoritenya. Aku datang membawakannya minuman.


"Minum..." Aku menunjuk gelas mojito yang kubawa padanya.

__ADS_1


"Terima kasih." Dia mengambìl gelasku dan meminumnya dengan tegukan singkat.


"Kau seperti sedang putus cinta. Duniamu gelap heh? Jadi kau sudah resmi putus sekarang." Aku menebak-nebak dengan pura-pura, tidak mungkin nyonya itu mau putus.


"Kau melihatnya bukan?"


"Pertengkaran tadi? Banyak yang melihatnya, dia datang ke sini. Itu yang kau bilang tujuh tahun?" Sekarang dia harusnya bisa membicarakannya karena sudah tertangkap.


"Ya begitulah."


"Kau pria yang setia? Tujuh tahun itu waktu yang sangat panjang." Dia menghela napas sekarang.


"Setia versiku itu complicated."


"Karena perbedaan umur kalian?" Aku memberi tebakan umum agar tidak dicurigai.


"Salah satunya itu. Aku awalnya hanya bersenang-senang, tidak berpikir hubungan ini akan panjang begini."


"Mungkin karena tunjangannya bagus, semuanya menyenangkan. Maaf aku tak menghakimimu hanya kadang sesuatu pasti ada timbal baliknya bukan. Itu normal di masa sekarang banyak yang membayar cinta dengan uang. Mungkin puluhan gadis cantik di kolam itu juga sama. Bukan kau saja yang melakukannya di sini. Ya jadi aku tak heran lagi."

__ADS_1


__ADS_2