
Aku masuk ke sebuah mobil sedan hitam yang langsung berjalan begitu kami masuk ke dalam.
"Apa kalian akan membunuhku?" Dua orang wanita berpakaian hutan itu memepetku di samping kanan dan kiri. Jika mereka mau membunuhku apa gunanya? Pikiranku sudah memikirkan banyak hal terlalu jauh. "Kumohon jangan bunuh aku, aku hanya menaruh alat di ponselnya, aku bahkan tak tahu siapa Francoise Civil." Di tengah ketakutanku aku memohon.
"Kenapa kami harus membunuhmu?"
"Jadi aku tak akan mati. Kalian akan memasukkanku ke penjara?" Jika mereka ingin membunuhku bagaimana dengan Mom. Apa yang akan mereka lakukan. Jika aku masuk penjara bagaimana nasib Mom.
"Perintah kami adalah membawamu ke interogasi bukan membunuhmu?" Salah seorang gadis lain menjawabku.
"Interogasi."
"Kalian CIA?" Apa Francoise Civil itu ada hubungannya dengan CIA makanya dia bilang bisa mencariku dengan mudah?
"Kami tak akan memberitahumu dari mana kami."
__ADS_1
"Jadi aku akan dipenjara."
"Bukan kami yang memutuskan Nona, kau harus pakai penutup mata ini." Mataku ditutup aku tak bisa melihat jalan yang kami lalui lagi , entah berapa lama itu berlalu, mungkin hampir satu jam aku tak tahu. Lalu kendaraan mulai berhenti tanda kami sampai ke suatu tempat.
"Ikuti langkah kami." Kami kemudian turun, entah dimana aku berada tapi jelas cukup jauh dari tempatku berada. Sebenarnya siapa Francoise Civil itu kenapa dia punya orang yang bisa mencariku begini.
Saat berikutnya aku didudukkan di sebuah ruangan sunyi. Dan ikatan mataku dibuka. Sebuah ruangan kecil dan terang dengan meja dan dua kursi berhadapan. Ini nampaknya memang ruang interogasi. Mereka membiarkanku tanpa borgol.
"Berikan ponselmu."
"Berikan saja kami akan memutuskan." Aku mengambil ponsel di tasku, tapi kemudian mereka menyita seluruh tasnya.
"Kau tunggu di sini." Mereka meninggalkanku di ruangan kecil dengan dinding abu-abu gelap ini.
Sekarang aku tak bisa tidak mengkhawatirkan nasibku. Apa aku terlibat spionase, apa Francoise Civil adalah orang penting. Seorang pria paruh baya memakai kacamata tiba-tiba masuk.
__ADS_1
"Nona Sara Adams, selamat malam. Seseorang ingin bicara padamu, Tuan Francoise Civil. Sihlakan..." Dia menyodorkan sebuah ponsel yang sedang aktif. Aku melihat ponsel itu dengan ragu. "Bicaralah, nanti saya akan menjelaskan banyak hal pada Anda."
Aku mengambil ponsel itu.
"Halo,..."
"Sara, ini cara terbaik yang bisa kulakukan untuk menolongmu. Bekerja samalah dengan mereka, beritahu apa yang kau tahu dan mungkin mereka akan memintamu melakukan sesuatu. Kau sudah melakukan spionase, jika ini sampai ke polisi tidak akan berakhir baik. Jadi kali ini turuti apa yang mereka minta padamu. Kau jangan melakukan pembelaan diri atau apapun. Kau mengerti perkataanku..." Jadi aku memang ketahuan. Dan Francoise mengasihaniku dengan tidak memasukkanku ke penjara?
"Kau tidak melaporkanku ke FBI? Kau orang pemerintah? Aku terlibat spionase?"
"Aku masih punya hati, kau melakukannya demi Ibumu, aku harus melaporkan Nicholai tapi kau juga terlibat, satu-satunya cara adalah aku meminta tolong kepada mereka. Jadi kau tak akan masuk penjara, tapi kau harus menurut kepada mereka. Mereka bagian dari pemerintah."
Kenapa aku ditangkap oleh orang-orang ini sudah terjawab.
"Terima kasih." Aku tak bisa mengatakan apapun selain terima kasih.
__ADS_1
"Semoga kau bisa melaluinya." Telepon itu terputus. Aku mengembalikannya kepada pria yang ada di depanku.