BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 156. Intimidation 7


__ADS_3

Sekarang aku menelepon Ibu. Aku ingin tahu apa yang terjadi saat Ibuku didatangi oleh Ny. Mary Aides.


"Mom, apa Ibu Francoise mendatangimu. Apa yang dia katakan padamu."


"Kau tahu? Apa Francoise mengatakannya."


"Iya dia memberitahuku. Tapi kudengar dia malah membuatmu kesal karena kau malah menasehatinya. Bagaimana kau bisa membuatnya kesal." Ibu malah tertawa sekarang, yang berarti dia baik-baik saja.


"Tak apa, dia hanya mengatakan rumah kita kecil dan Ibu tak masuk ke levelnya, kurasa dalam pikirannya dunia ini masih diatur seperti permainan kelas bangsawan."


"Mom tidak tersinggung, kenapa Mom."


"Mom lebih perduli kepada kebahagiaanmu Sara, kau dan Francoise terlihat bahagia bersama, dia adalah pria yang baik, mengusahakan banyak hal untukmu, yang diluar itu tidak ada artinya lagi. Ibunya seperti kau bilang adalah orang yang sulit, tapi Francoise juga tak akan menerima pengaturannya..."

__ADS_1


Aku diam. Yang penting kami bahagia, yang diluar itu tidak ada artinya lagi. Apa seorang Ibu selalu berpikir seperti itu, kenapa Ibu Francoise tidak melihatnya seperti itu.


"Ibu Francoise juga akan menemuimu nanti Ibu yakin, apapun yang terjadi atau apa yang dikatakannya jangan terlalu memikirkannya, yang penting kalian berdua tetap bersama, jangan melukai perasaan Francoise yang sudah berjuang begitu banyak untukmu. Lihatlah padanya saja dan sementara abaikan yang lain, waktu akan memberikan cara untuk menyelesaikan ini. Lagipula dia pria dewasa dan mapan, punya jabatan yang di dapatnya dengan usahanya sendiri , dia tidak mungkin membiarkan Ibunya mengatur hidupnya seperti raja zaman kerajaan menikahkan putrinya."


Ibu membuatku tertawa sekarang. Dia tak tahu aku susah ditampar, aku tak akam cerita, perjuangan mendapatkan restu ini memang berat.


"Iya aku akan ingat kata-kata Mom. Terima kasih Mom."


Aku agak tenang Mom tidak tersinggung, dia bahkan memberitahu Francoise tanpa merasa terganggu. Di satu sisi Francoise sudah menganggap Mom sebagai Ibunya juga. Jika aku ada tugas Francoise bisa menjaganya aku agak tenang sekarang.


"Ohh baguslah, aku setuju tentu saja. Kau sudah bekerja lagi?" Lagipula aku bekerja di New York cukup mudah untuk Thomas mencari dan menemuiku.


"Belum, aku masih harus menjalani latihan stamina, belum bisa langsung bekerja, paling aku melatih kelas pemula yang sekarang cukup ramai."

__ADS_1


"Baiklah, senang kau mau bergabung lagi. Jalani saja latihanmu. Jika ada yang harus diurus kau akan menerima kabar dariku."


"Siap boss."


Aku tak punya pekerjaan dari Biro, tapi setengah tahun lagi adalah pemilihan jadi rasanya tak mungkin aku akan bebas lama. Pasti ada perkerjaan baru menungguku sebentar lagi. Thomas cerita padaku sebenarnya tugasku di Mexico adalah penyimpangan dari misi mereka yang biasa, itu karena Lyold Austin ingìn ada seseorang yang cepat menyelamatkan keponakannya. Lain kali aku tak akan perlu tembak menembak lagi.


"Sayang, ikutlah denganku ke sebuah tempat."


"Hmm, kemana?"


"Sebuah acara makan malam dan ngobrol bersama teman."


"Baju casual saja, semacam kemeja santai dan jeans. Kita hanya akan mengobrol santai dengan teman-teman, beberapa sudah kau kenal."

__ADS_1


"Ohh baiklah." Tak biasanya acara kumpul ini mengajak wanita, aku baru pernah ikut sekali di acara sosialisasi ini


__ADS_2