
"Kau tidak memberitahu Ibumu dimana kau bekerja."
"Untuk sekarang tidak. Kurasa belum tepat waktunya."
"Ya, baiklah. Kau harus pulang, kau sudah berlatih keras. Lihat kau sudah mulai berotot sekarang, kau tak akan diterima menjadi penari balet klasik lagi sekarang." Aku tertawa dengan kata-kata Ashley, penari balet klasik memang di tuntut mempunyai tubuh yang langsing dan tidak berotot, sedangkan di sini, ototmu harus kuat untuk menopang semua gerakannya.
"Aku pulang oke."
"Aku harus mengecek beberapa pertunjukan malam ini."
Kami berpisah, aku pulang ke sebuah apartment studio yang disewakan Ashley untukku. Sekitar 30 menit dari sini. Dia bilang dia akan membayarkannya. Dia berhasil mendapatkan deal 700 dollar harga yang murah dilingkungan yang biasanya 800-900 karena Ashley membayar tahunan. Dia bahkan bilang enam bulan pertama aku tak usah membayarnya kembali, dia memang baik padaku.
Aku berjalan trotoar di Soto St. Ramp, El Sereno, area yang menjadi tempat tinggalku. Rumah tingkat ini adalah tepat tinggalku. Lingkungan yang biasa-biasa saja cenderung kebawah tapi bisa kuterima saat ini. Perlu kau tahu di LA jarang ada gedung bertingkat karena kondisi tanahnya yang labil, rentan gempa bumi dan berangin kencang sehingga membangun bangunan bertingkat tinggi akan membahayakan.
LA terkenal dengan wilayah eksklusif landed house para selibriti Hollywood dan banyak lagi para orang kaya yang memiliki mansion, bisa dikatakan salah satu lokasi mansion terbanyak di US, selain Utah, Washington dan Florida.
__ADS_1
Tampilan neighborhood di salah satu wilayah El Sereno, wilayah timur luar kota LA
Sepanjang minggu ini sudah tiga minggu dari kejadian aku bertemu Francoise, tidak ada terjadi apapun, berarti benar kata Nicholai, aku tidak akan ketahuan. Aku akhirnya bisa memulai transisi dengan tenang.
Itu sedikit banyak membuatku lega. Aku merasa masa depanku cukup bagus sekarang ini, aku tidak merasa merana di tempat ini. Prospek gaji yang di paparkan oleh Ashley membuatku cukup bersemangat, aku berjalan pulang ke rumah dengan hati gembira.
Ada beberapa orang yang ikut berjalan bersamaku, aku tidak terlalu memperdulikannya. Tapi aku merasa dua orang di belakangku entah kenapa nampaknya semankin mendekat.
"Nona Sara Adams, ikut kami."
"Siapa...siapa kalian." Kakiku lemas sekarang, aku hampir menangis."
"Kau tak perlu tahu siapa kami tapi Tuan Francoise mengirim salam padamu, dia bilang virusnya sudah diterima, jika kau tak mau berakhir di penjara federal karena spionase, lebih baik kau ikut dengan kami."
__ADS_1
"Kalian polisi?"
"Sudah kubilang kau tak perlu tahu siapa kami."
"Kalian mau membawaku kemana, virus apa yang kalian bicarakan." Nampaknya aku tak bisa lari lagi, tapi aku harus mencoba mengelak sebisaku. Mungkin masih ada harapan.
"Jika kau ingin berdebat nanti saja, kami berdua hanya diperintahkan membawamu ikut dengan kami."
Aku akan mati sekarang! Ternyata mereka tahu aku yang menyabotase ponsel Francoise.
"Ikut dengan kalian?" Jika aku tak ikut dengannya aku akan dipenjara? Aku tak dibunuh?
"Ikutlah kami dengan tenang, seseorang akan bicara padamu nanti. Di depan mobil kami. Jangan mempersulit kami, jika tidak kami akan ganti mempersulitmu. Kau setuju?" Mereka menunjuk ke sebuah sedan hitam di depan jalan ssna.
"Iya." Apa aku punya pilihan?!
__ADS_1
\=\=\=\=\=800