BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 165. Opposite Side


__ADS_3

"Soal Francoise, ya kau benar. Aku bisa minta padanya, tapi aku tak mau bersikap seperti jala*ng yang memanfaatkan kesempatan. Kau sendiri tahu Ibunya bahkan datang dan menamparku, sebenarnya berkali-kali aku tak yakin dengan hubungan kami. Ibunya hanya tertarik dengan calon menantu yang bisa menjaminnya di perebutan kursi Secretary of Energy, Maureen bisa diandalkan tapi aku... hanya sebutir debu jalanan." Sara memjelaskan apa yang terjadi, Allison sekarang mengerti keseluruhan cerita teman barunya ini.


"Begitu rupanya, jadi calon Ibu mertuamu itu sangat perhitungan." Dia membayangkan Ny. Mary Aides yang keras itu memarahi Sara habis-habisan, dia jadi sedih Sara mendapatkan perlakuan macam itu.


"Ya itulah kebenarannya."


"Kalian belum punya rencana menghadapinya?"


"Sayangnya belum."


"Hmm...pasti ada. Pelan-pelan saja, yang penting kalian tetap bersama." Allison kasihan ke Sara, untuk orang yang perhitungan seperti ibu Francoise hal memang tak akan berjalan dengan mudah.


"Iya itu juga harapanku satu-satunya. Berjalan pelan-pelan menunggu jalan terbuka untuk kami."

__ADS_1


Allison menuju ke kantor Ayahnya keesokan paginya setelah pertemuan dengan Sara. Dia ingin meminta saran pada Ayahnya. Veteran pasti tahu apa yang harus dilakukan jika begini.


"Allison tidak biasanya kau di sini sepagi ini." Allison duduk di depan Ayahnya Lyold Austin dengan senyum manis. Lyold mau tak mau merasa dia diancam dengan senyum manis itu. "Aku tahu kau ke sini membawa masalah. Kalau kau tersenyum di depanku itu adalah masalah baru, jadi katakan sekarang."


"Jadi siapa itu Alton Mason..." Pertanyaan anaknya membuat dia melihatnya dengan pandangan menyelidik, nampaknya Allison tidak terlalu terganggu dengan kenyataan itu.


"Kau sudah tahu. Sara yang memberitahumu?"


"Iya, siapa lagi. Apa Ayah menyuruhnya menyelidiki Alton, atau dia yang menemukannya sendiri." Dia langsung tembaj saja ke Ayahnya dia yakin Ayahnya sudah tahu duluan jadi tak perlu dia menjelaskan semua.


"Jadi Ayah sudah mendapatkan siapa dia?"


"Kita hanya mendapatkan dia memang bermasalah. Dia punya ponsel kedua yang mengirim semua informasi berupa kode ke ponsel gelap, salah satunya ke nomor assisten Pete Fudge. Pengacara Ronald Schump. masih perlu sedikut waktu untuk memastikan semua. Tapi mereka sudah bekerja dengan baik."

__ADS_1


"Oke, jadi dia benar bangsat. Apa rencana Ayah aku ikut saja."


"Rencanaku kalau bisa adalah menghajarnya supaya giginya tanggal." Allison tertawa. Ayhnya memamg pembelanya nomor satu.


"Ayolah Dad, kau tidak sesederhana itu. Kau tidak merencanakan permainan di otakmu yang rumit itu." Ayahnya tersenyum mendengar kata putri sulungnya itu.


"Ayah punya 1001 cara bermain, tapi Ayah tak ingin memasangmu sebagai taruhan. Kau sudah patah hati, lalu Ayah menempatkanmu sebagai pion di depannya, kalau kau mau hajarlah dia dengan tanganmu sendiri."


"Ewww...itu terlalu mudah baginya. Sia-sia kerja keras Sara. Kita buat lebih menarik saja, aku tak akan membuat hatiku sakit untuk orang yang sudah berani menipuku."


"Kau yakin? Kau mau membuatnya sebagai permainan?" Dia bisa menarik Allison dari permainan ini tentu saja, tapi jika Allison ingin bermain itu akan lebih bagus.


"100% yakin."

__ADS_1


"Baiklah, kalau begitu ayo kita permainkan dia."


__ADS_2