
Sara pada penampilan casualnya hari ini. Baju rajutan wol tebal berwarna krem dan celana jeansnya untuk malam di musim gugur yang dingin.
Dia cantik, walau tak secantik gadis-gadis yang kukenal dia punya sisi manis yang membuatmu betah melihatnya. Seakan dia adalah pribadi hangat, jujur dan menenangkan. Jika dia berdandan seperti saat pertama dia merayuku atau saat kedua dia terlibat denganku dia cantik.
Cantik yang membuatmu ingin menjaganya dalam pelukanmu, bukan aku tak pernah memikirkan saat-saat kami bersama, betapa dia bisa membangkitkan sisi lain dalam diriku, tapi aku lebih suka dia yang menjadi apa adanya dan benar-benar menganggapku teman tanpa berpikir aku akan memanfaatkannya karena kebaikan yang aku sudah lakukan padanya.
Ini restoran Italia yang pernah aku ajak kemarin. Dia tampaknya menyukainya sehingga dia memilih restoran ini lagi.
"Franco, bulan depan aku mungkin tak bisa bertemu denganmu. Aku ada pekerjaan di Antigua."
"Antigua?"
"Iya jauh sekali, kami punya dua show selama empat hari di sana. Aku senang sekali bisa kau bayangkan Antigua." Pulau indah di Karibia itu, aku tak tahu pekerjaannya bisa membawanya ke tempat seperti itu.
__ADS_1
"Siapa yang menyewa kalian."
"Orang kaya LA, namanya Victor Arnett, aku dan dua orang temanku pernah di book untuk acara pesta pribadinya. Dan nampaknya mereka puas dengan pertunjukkan kami. Kami sekarang diminta mengadakan show 5 orang."
Victor Arnett, bangsat itu terkenal di industri hiburan, aku pernah mendengar namanya yang sering mengatur pesta untuk pejabat politik.
"Apa aman?"
"Maksudmu aman?"
"Aku dibayar untuk menari bukan hal lain. Kurasa aku bisa mengatasinya."
Aku tak suka dia bekerja di sini, iya aturannya hanya menari tapi private party di sebuah pulau, terlalu banyak yang akan terjadi walaupun bayaran untuk itu juga bagus. Tadinya aku tak masalah, tapi semangkin kesini aku merasa terganggu dengan pekerjaannya.
__ADS_1
Aku tidak dalam mood bagus ketika tahu dia akan pergi ke Antigua.
"Jika sesuatu terjadi, apa yang akan kau lakukan." Dia melihatku.
"Entahlah sementara ini tak ada yang terjadi. Ashley bilang selama ini mereka tidak ada kasus yang harus lapor polisi. Kami punya kontrak kerja, kami bukan penari striptease, mereka yang menyewa kami tahu itu, kami pole dancer acrobater, jadi selama ini kami tidak pernah punya masalah orang memaksa kami, makanya aku tak pernah khawatir, sekali lagi aku katakan kami menandatangani kontrak bukan hanya pergi begitu saja. Kau tidak usah khawatir..." Dia tersenyum padaku.
"Kalian punya kontrak kerja jika di luar?"
"Tentu saja, jadi kau tak usah khawatir. Apa kau menyangka aku menerima pekerjaan stripper?" Dia tersenyum dan memperhatikan ekspresiku. Aku memang menyangka jenis tariannya sejenis seperti itu.
"Entahlah aku tak tahu, aku belum pernah melihat pertunjukanmu."
"Kalau begitu datanglah, aku sudah pernah mengundangmu datang tapi kau tak pernah datang, penari-penari utama kami itu tampil di acara pencarian bakat di televisi. Bahkan kami punya pertunjukkan tema yang memakai layar besar dan ada koreografinya."
__ADS_1
"Benarkah?"
"Benar. Kau berpikir negative pada pekerjaanku." Aku diam sekarang, mungkin dia benar aku berpikir negatif soal pekerjaannya. Aku membayangkan pertunjukkan seperti stripper, bagaimana orang tak tertarik membuat masalah jika seperti itu, tapi sepertinya aku salah.