BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 157. Intimidation 8


__ADS_3

"Oh sayang, kau masih saja membela penari striptease ini, kalian semua tahu siapa dia. Dia tak pantas berada di lingkungan kita ini." Penyihir ini masih berusaha membuatku terkucil dan malu.


"Kau sudah selesai bi*tch." Allison tiba-tiba berdiri dari duduknya dan maju ke depan Maureen.


"Allison..." Sekarang mata Maureen membulat dan kelihatan kaget. "Kau di sini?"


"Iya aku di sini. Sekarang kau ikut aku, Sara, teman-teman ikut denganku." Allison begitu saja menyeretnya ke bagian samping restoran. Hebat sekali, aku tak menyangka Allison bisa menanganinya seperti itu. Apa mereka semacam punya cerita permusuhan sebelumnya?


"Lama tak bertemu, kau sudah lama tak merasakan tamparanku? Mulutmu itu memang tak berhenti berulah bukan. Kenapa kau berani mengusik groupku? Kau perlu tamparan baru lagi, mungkin kau harus diingatkan lagi bagaimana rasanya."


Maureen nampak mengkerut dan tak berani bicara lagi. Sekarang dia menemukan lawan yang sebanding. Aku memang tahu dia tak berani macam-macam dengan Nora dan Kate, tapi yang bisa membullynya di level seperti ini baru Allison.

__ADS_1


"Kau memprovokasi Ibunya Francoise bukan? Kau punya kulit tebal tak punya malu sudah ditolak Francoise masih tetap menganggu kekasihnya? Tak terima orang lain menang darimu? Sebenarnya apa maumu?" Interogasi masih berlanjut.


"Ti..tidak, Ibunya memang sudah tidak menyenangi Sara. Bukan aku yang menganggunya." Dia bahkan terbata-bata menjawab Allison.


"Benarkah, tadi aku dengar sendiri kau memprovokasi Sara, dan kau menceritakannya kepada semua orang bahwa dia ditampar Ibunya Francoise, bagian mana yang salah dari itu." Allison bicara dengan nada biasa saja, tapi gadis itu nampaknya ketakutan.


"Tidak..."


"Iya baiklah, aku tak akan cerita apapun lagi. Aku minta maaf pada Sara, aku salah, apa aku boleh pergi. Aku pergi dulu oke." Enteng sekali dia minta maaf. Dia beranjak pergi tapi baru selangkah Allison menarik bajunya lagi.


"Siapa bilang kau boleh pergi?" Kate menghalagi langkahnya.

__ADS_1


"Apa lagi bukankah aku sudah bilang tak akan menganggu Sara lagi?"


"Tapi kau sudah menggangunya sebelumnya. Kau pikir itu tak usah dibayar. Dia sahabat sepupuku berarti gengku juga, kau berani menganggunya? Berani sekali kau." Aku menonton saja pertunjukan menyenangkan ini, jarang-jarang menyaksikan Maureen yang selalu menindas dan meremehkan orang jadi ganti di tindas. Sekarang dia dikelilingi Allison, Kate dan Nora yang tidak memberinya celah pergi kemanapun.


"Apa yang harus kulakukan?" Dia mundur kembali ke tempatnya menempel kembali ke dinding, mengkerut ketakutan.


"Sara, tampar balik dia." Kata-kata Allison membuatku terbelalak.


"Apa?" Aku tak yakin sekarang. Aku disuruh menamparnya?!


"Apa tampar balik, kau jangan main fisik. Aku tak menamparnya, Ibunya Francoise yang melakukannya bukan aku." Allison mau protes tentu saja.

__ADS_1


"Tapi kau yang memprovokasinya, bahkan kau yang koar-koar menyebarkan berita yang tak ada hubungannya di sini. Apalagi yang kau sebarkan, tentang pekerjaannya Sara. Dia berganti pekerjaan demi membiayai Ibunya. Memangnya kau, yang kau tahu hanya meminta uang ke Ayahmu yang kaya." Dia tak berani maju ketika Allison bertanya begitu. Kenapa dia bisa setakut ini ke Allison.


__ADS_2