BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 138. Fight With Us 2


__ADS_3

"Kurasa sekitar setengah tahun bukan sayang."


"Iya sekitar setengah tahun."


"Ah begitu, kalau begitu belum terlalu lama


"Setengah tahun, berapa umurmu?"


"Aku 41." Ibu mengangguk. Tidak berkomentar banyak soal umur kami.


"Ayo kita makan dulu jika begitu, kau sudah membawa begitu banyak makanan." Kami mulai makan dan berbincang-bincang, walaupun ibu tidak bisa makan terlalu banyak karena dietnya. Tapi dia berusaha mencoba semua makanan yang dibawa. Dan Francoise yang peka ini tahu membawakan menu-menu yang baik untuk Mom.


Kalian berbeda umur cukup jauh dan kau nampaknya dari latar belakang yang luar biasa. Kami hanya keluarga sederhana. Apa kau yakin keluargamu setuju." Di akhir makan malam kami, Mom akhirnya menanyakan pertanyaan yang kutanyakan kepada Tuan Donatur yang baik hati ini awalnya.


"Saya masih dalam proses meyakinkan Ibu saya tapi saya yakin kami akan terus bersama dan ingin memperjuangkannya. Tadinya Sara belum mengizinkan dia ke sini. Tapi sesulit apapun nanti, aku ingin Sara tahu aku akan tetap mengizinkan aku tetap berjuang mendapatkan persetujuan Ibuku."

__ADS_1


Ibu menghela napas. Nampaknya mengerti apa yang terjadi.


"Sara, kau bagaimana?"


"Aku tak bisa membuatnya melawan Ibunya Mom, kupikir aku akan menunggu saja kami bisa meyakinkan Ibunya. Entah kapan tapi aku mungkin tak akan bersedia melangkah lebih jauh tanpa persetujuan Ibunya, rasanya seperti aku menyuruhnya melawan Ibunya sendiri. Aku juga tak berharap terlalu banyak, tapi dia memang terlalu baik, bagaimana aku bisa menolak kebaikannya."


"Aku tak akan menikah jika tidak dengan Sara. Aku akan memperjuangkan persetujuan Ibuku Bibi." Kata-kata itu membuat perasaanku campur aduk.


"Kau lihat sendiri Mom. Bagaimana aku bisa menolaknya."


"Bibi tak tahu apa yang harus dikatakan. Tapi ya, melihat tekadmu Bibi akan mencoba mengatakan padanya untuk menunggumu. Tapi kau juga harus tahu persetujuan Ibumu penting."


Aku sebenarnya tak suka dia datang dan mengatakan ini. Tapi bukti dia serius, ya apa yang bisa ku katakan.


"Kau, sudah kubilang tak usah mengatakannya kepada Mom. Kenapa kau masih keras kepala mengatakan masalah kita padanya." Akhirnya setelah aku pulang bicara dari rumah Ibu aku bicara lagi padanya.

__ADS_1


"Aku ingin dia menbantuku memintamu menunggu. Itu saja. Mungkin kesempatanku lebih baik, lagipula bukankah baik aku menemui Ibumu, jika lain kali kau harus bertugas lama di luar kota aku bisa mengecek keadaannya."


"Aku sudah katakan aku akan menunggu kenapa kau tak percaya."


"Kau banyak bertemu orang belakangan, sering jauh dariku, mungkin ada yang lebih menarik untukmu daripada menungguku? Aku pernah kehilangan seseorang yang kucintai dulu, aku tak ingin mengalaminya lagi." Aku diam, aku tak tahu dia bisa punya kekhawatiran seperti itu. "Aku tahu Ibuku sulit dihadapi, mungkin kau harus bersabar."


"Ya baiklah, aku akan lebih sabar lagi. Kau bisa tenang sekarang, lagipula aku sudah berjanji."


"Tetap saja aku belum tenang sebelum Ibu kuurus." Aku mau tak mau tersenyum.


"Aku tidak akan mengedipkan mata ke yang lain."


"Aku memegang janjimu."


\=\=\=\=\=\=

__ADS_1


__ADS_2