BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 120. Maureen Markson


__ADS_3

POV Author


Nora dan Kate sedang berada di gym untuk latihan. Kedua sahabat itu tiba-tiba melihat seseorang yang menarik perhatian mereka.


Maureen Markson.


"***** itu, lihat tingkahnya itu memuakkan sekali." Kate melihat Maureen sedang menggoda seorang pelatih tampan.


Mereka tahu wanita itu punya hubungan dengan banyak pria. Penari-penari tampan sampai pelatih tampan, sekaligus dia seperti mengakui Francoise Civil sebagai pacar resminya.


"Dia memang rusak, dia pikir dia ratu semua pria. Dan dia penguasa hareemnya." Nora membalasnya dengan seulas senyum sinis.


"Kau benar juga, tingkahnya memang seperti itu."


"Mungkin dia pikir itu koleksi."


"Yang jelas Francoise tidak akan memperdulikannya lagi. Aku senang dia kalah di pertaruhan utama, terutama aku senang itu Sara. Jika dipikir Sara memang tak secantik Maureen, tapi jelas dia lebih waras dibanding bitc*h itu." Kate mendengus sambil meningkatkan kecepatan larinya di treadmill.


"Kau benar setidaknya Sara waras." Nora ngakak ketika Kate membully Maureen.

__ADS_1


Beberapa saat kemudian ratu hareem itu ternyata menghampiri mereka. Sebenarnya Kate yang punya perselisihan di masa lalu dengan Maureen. Ada seseorang pria yang mereka perebutkan walaupun itu tidak serius.


"Nona Kate, apa kabarmu, sangat kebetulan kita bertemu hari ini."


"Apa maumu?"


"Menanyakan kabarmu? Bagaimana Mark, apa sudah berpaling padamu?" Dan Mark yang diperebutkan diantara mereka akhirnya memilih Maureen walaupun itu bahkan bukan hubungan yang serius.


"Kau perlu mengungkit kemenangan tak berartimu itu."


"Ohh aku hanya bilang dia sedang tak punya kekasih sekarang, mungkin kau berniat mengejarnya."


Tiba-tiba Kate muncul keinginan untuk membalas Maureen.


"Bagaimana kabar calon suamimu Francoise , belum ada lamaran yang terjadi?" Kate langsung meringis lebar.


"Akan terjadi, jika terjadipun kau tak diundang, jangan terlalu berharap kau bisa menyaksikan apapun." Maureen menjawabnya dengan ketus. Nora langsung tertawa dan Kate langsung menyambarnya.


"Astaga kau bermimpi dari mana, mana mungkin dia melamarmu, calon istrinya sudah tinggal di rumahnya, dia sudah punya nyonya rumah, jangan mimpi di siang bolong." Wajah Maureen langsung berubah.

__ADS_1


"Kebohongan apa yang kau katakan."


"Kau tak tahu. Kasihan sekali, Francoise yang kau bilang ke semua orang calon suamimu itu ternyata sama sekali tak menganggapmu ada. Bualanmu ternyata setinggi langit."


"Omong kosong."


"Kau yang pembual tak tahu malu." Nora yang sehati dengan Kate langsung menambahkan dengan cepat.


"Dan kau tahu bahkan kau kalah dengan juniormu sendiri di NYC ballet." Wajah Maureen langsung berubah, dia bisa menebak siapa yang dimaksud oleh Nora.


"Maksudmu Sara..."


"Terntaya kau sudah tahu. Jadi ucapkan selamat tinggal kepada Francoise suami masa depanmu itu, mungkin kau harus mengiklankan dirimu di biro jodoh." Kate puas sekali menertawakan Maureen, rasanya balas dendamnya sudah selesai.


"Si miskin itu tak akan mungkin menjadi istri Francoise, Ibunya tak akan setuju. Mana mungkin dia akan menjadi istrinya jangan bercanda." Dia tidak percaya gadis itu akan menjadi calon istri Francoise.


"Maureen, terima saja kekalahanmu, kau hanya dianggap selingan oleh Francoise, sang calon suami yang kau banggakan itu."


Sekarang Maureen ingin melihat sendiri apa Sara Adams tinggal di rumah Francoise. Jika iya dia akan melaporkannya pada Ibunya Mary Aides, dia tak percaya Ibu Francoise ingin punya menantu miskin seperti Sara.

__ADS_1


__ADS_2