BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 77. My Lovely Friend 1


__ADS_3


POV Francoise


Senin malam, berbulan-bulan belakangan aku terbiasa punya seorang untuk bercerita.


Rasanya ternyata menyenangkan dibanding dengan hubungan 'teman baik' yang sudah lama kujalani, ternyata punya seseorang untuk hanya bercerita itu menyenangkan. Sedeorang yang bisa kaupercaya dan kau bisa menceritakan apapun padanya tanpa khawatir.


Kau bisa menjadi dirimu sendiri di depannya dan dia juga mengatakan apa adanya di depanmu. Hubungan yang jujur.


Sara,... Dia gadis yang sederhana sebenarnya, kadang malah naif, dia terlibat denganku karena dia menargetkanku. Saat aku tahu kenapa dia menargetkanku aku bisa memaafkannya, aku tahu pasti tidak nyaman baginya untuk pura-pura menggodaku, padahal jika bisa dia tidak ingin melakukannya. Dia melakukannya untuk 40,000 dollar, untuk Ibunya. Aku mengagumi ketika dia bisa membuat dirinya melalui semua ini demi Ibunya. Ketika aku tahu aku mamaafkannya begitu saja, tapi jelas tidak untuk Nicholai yang sudah mamanfaatkannya.


Tapi Sara tidak sadar dia dimanfaatkan, dia masih menyangka Nicholai baik padanya. Benar-benar naif.


"Kau nampaknya setiap Senin punya acara?" Fred, kolegaku yang baru selesai meeting melihatku bersiap untuk pergi.


"Hanya makan malam dengan teman."


"Ohh maksudmu kekasih. Siapa yang jadi kekasihmu sekarang."

__ADS_1


"Bukan, bukan kekasih. Hanya teman bicara." Semua orang nampaknya tak percaya aku punya teman bicara, bukan kekasih, bukan 'teman baik'


"Teman bicara?"


"Iya teman bicara. Hanya makan dan bicara banyak hal."


"Wanita?"


"Wanita."


"Bukan kekasih?"


"Bukan."


"Tidak." Dia membuat wajah seolah itu keanehan yang harus dikonfirmasi.


"Kau punya teman yang aneh. Dia psikologmu?" Aku tertawa dengan tebakannya.


"Tidak, dia hanya teman biasa yang kupikir aku nyaman bicara padanya."

__ADS_1


"Itu sangat aneh." Aku tahu semua orang bilang aneh. "Kau bisa bertahan makan malam tiap minggu dengan seorang wanita yang bahkan kau tak ti*duri. Kau menghindari komitmen tapi kau berkomitmen makan setiap minggu dengannya. Aku baru tahu kau bisa begitu."


"Iya memang aneh, kupikir mungkin ini caraku untuk belajar dekat dan percaya pada wanita."


"Kau punya banyak persyaratan untuk wanita. Karena kau nampaknya sudah percaya dia, kenapa kau tak membawanya ke ranja*ng."


"Aku berjanji tak akan melakukannya."


"Kau berjanji tak akan menidurinya? Baru kudengar kali ini kau punya hubungan begitu." Fred sekarang tertawa. "Apa kau mencintainya?"


"Tidak, bukan seperti itu, kami hanya berteman, tidak ada hubungan romantis diantara kami, kau jangan salah sangka."


"Kau tahu itu terdengar seperti omong kosong. Kau tahu apa yang kau bicarakan bukan. Ahhh apa dia teman sekolahmu yang jelek, tapi kalian sebangku dulunya, aku paham kalau dia jelek." Aku langsung tertawa dengan kata-kata Fred.


"Dia cantik, yah tidak cantik seperti kau terpukau melihatnya. Tapi dia cantik, jelas dia bukan teman sekolahku."


"Mungkin kau yang tidak menyadari kau sudah terpikat olehnya, jika tidak bagaimana mungkin kau bersedia menyediakan waktu dan tenaga untuk bertemu dengannya setiap minggu."


"Kurasa tidak, kukira aku hanya nyaman bicara dengannya." Dia tertawa kecil melihatku.

__ADS_1


"Ohh ya, kau rasa tidak. Hati-hati kau bilang kalian hanya teman, dia benar-benar menganggapmu hanya teman dan jika seseorang datang padanya, kau tinggal gigit jari. Pikirkan itu."


Kata-kata Fred membuatku berpikir panjang. Jika seseorang datang padanya... Apa yang akan kulakukan, bagaimana dengan hubungan kami.


__ADS_2