
"Tuan Francoise, rupanya itu benar Anda." Aku melewati mejanya dan menyapanya seperti yang sudah direncanakan. Dia terlihat tampan seperti dirinya yang biasa, kemeja gelapnya terlihat sempurna pada dirinya. Mungkin dia punya kebiasaan hanya membeli model dan warna tertentu sehingga dia tidak kesulitan memutuskan apa yang dia akan pakai.
"Sara, kau di sini? Bukannya kau bilang kau ada di LA?" Mendengar suaranya dan melihatnya lagi setelah berbulan-bulan memberikan perasaan aneh. Seperti terlempar ke memori bertahun-tahun yang lalu.
"Aku sedang punya pekerjaan di sini."
"Kau bersama seseorang?"
"Aku bersama teman kesini."
"Aku juga bersama teman, tapi sudah akan kembali, kau mau minum di bar sebentar? Kita bertemu di bar nanti." Dia memberi tanda bagaimana kami akan berlanjut dengan mudah.
"Ehm...baiklah." Aku tersenyum canggung padanya. Berdebar karena akan bicara dengannya lagi, padahal dia mungkin merasa ini pertemuan yang harus terjadi karena tugas saja. Tapi aku harus menghabiskan malam dengannya, mungkin nanti aku akan membuka kamar lain saja, yang penting ponsel yang dia pegang sudah ku masukkan virus.
"Baiklah, aku akan menunggumu di bar." Aku melambai padanya, kembali kepada temanku, dan melapor kepada wanita yang nampaknya agen lapangan Nicholai bernama Katarina. Wanita cantik berambut blonde itu agak menakutkan bagiku. Sikap lugasnya kadang membuat intimidasi tak langsung.
"Apa yang dia katakan?" Katarina langsung bertanya.
__ADS_1
"Hmm dia akan menungguku di bar setelah dia selesai."
"Nampaknya mudah, dia tertarik padamu, kalian pernah tidur bersama bukan?"
"Iya."
"Hmm, tidak heran. Dia tampan... aku pernah menggodanya, tapi nampaknya dia tidak mempan digoda olehku. Apa kunci menggodanya?" Katarina bertanya padaku.
"Kau harus bisa menarikan Swan dengan sempurna terlebih dahulu." Katarina tertawa sekarang mendengar jawabanku.
"Ahh ternyata begitu. Memang aku tak bisa menggodanya kalau begitu. Tak heran kau menang."
"Dia playboy, dia punya lima kekasih di perusahaan baletku yang dulu, yang semuanya dilabeli dengan nama teman baik."
"Benarkah." Katarina meringis. "Memang playboy ban*gsat jika begitu."
"Tak heran, itu kelakuan orang kaya." Shasha yang menambahkan sekarang.
__ADS_1
"Apa pekerjaannya yang sebenarnya?" Selama ini aku tak tahu siapa dia. Apa jabatannya sehingga mereka mengejarnya begitu rupa.
"Kau tak tahu?" Katarina langsung heran pada pertanyanku.
"Tidak, direktur tempat kami bekerja kami tak pernah merinci kariernya. Beberapa orang bilang dia pemilik maskapai pesawat." Aku hanya menebak-nebak berdasarkan apa yang dibicarakan orang lain.
" Dia direktur Greylock Martin Aeronautics, divisi pengembangan pesawat tempur dari Greylock Martin, kontraktor pertahanan, kontraktor utama militer US." Aku mengangga dengan apa yang kudengar. Jadi selama ini aku memata-matai Direktur perusahaan militer?! Katarina meringis melihat ekspresiku.
"Kau benar-benar tidak tahu?"
"Tidak. Direktur perusahaan kontraktor militer? Aku akan mengirim diriku sendiri ke penjara federal jika ketahuan." Katarina tertawa dengan kenyataan itu.
"Sekarang kau tahu. Bagaimana perasaanmu."
"Apa boleh aku mengundurkan diri..." Aku sebenarnya bicara serius tapi Katarina dan Shasha menganggapku bercanda sehingga mereka hanya menertawakanku. "Aku akan mengirim diriku sendiri ke penjara federal sekarang."
"Tidak, tenang saja. Kau sudah satu kali lewat, yang kedua ini tidak akan terbaca juga. Adware yang kami operasikan akan terlihat seperti adware biasa."
__ADS_1
"Kuharap itu benar. Jika aku tertangkap aku tak akan berakhir baik."