BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 103. Matamoros 3


__ADS_3

"Kita istirahat dulu di kota, naik ke bukit perlu berjalan kaki tak bisa dilakukan dengan mobil." Kami memilih beristirahat di sebuah hotel di kota Monterrey. Mereka bahkan memilih tempat terpencil yang tak bisa di jangkau, bukan hal yang mengherankan karena mereka bertanam ganja.


'Kami sudah mengamankan perimeter. Tak ada yang bisa lolos dari sana. Bilang kepadanya untuk mengusahakan menyerahkan tawanan secara damai besok pagi. Saat kau akan naik ke bukit langsung aktifkan alat telekomunikasi yang kuberikan padamu." Sebuah pesan dari Thomas masuk di ponselku. Dia dan pasukan tentara Mexico sudah pasti sudah mengurung tempat itu. Yang kami harus lakukan adalah bernegosiasi agar tak ada satu pelurupun yang harus diletuskan.


Pagi-pagi sekali kami berangkat ke pinggir kota Monterrey, matahari masih temaran ketika kami meninggalkan mobil kami di bawah kaki bukit agak jauh dari jalanan dan dijaga oleh seorang sopir, sementara kami berjalan naik ke bukit yang merupakan perbatasan


La Estanzuela Monterrey Natural Park.



Berjalan ke rimbunan pohon dibawah temaram cahaya matahari ini membuatmu seperti terlempar ke dunia lain yang berbeda, dari jalan yang bisa di lewati dengan path yang lebar, kami menembus jalan-jalan setapak tanah penuh dengan semak, ada beberapa bekas sepeda motor lewat di sini.


__ADS_1


Jelas ini lebih dari setengah jam, mungkin dia ingat setengah jam karena dia naik sepeda motor, lebih dari sejam kami berjalan belum sampai juga. Dan kemudian setelah beberapa saat maju lebih dalam dan lebih tinggi membuat napasku tersengal berjalan begitu jauh, sebuah pemandangan terhampar, sebuah ladang ganja.



^^^Ladang-ladang ganja luas diantar a pepohonan dan semak-semak.^^^


..._____________________________________________________...


^^^------‐‐-----------------------------------^^^


"Wow, ini ladang ganja." Aku yang belum pernah melihat pemandangan itu perlu berhenti berjalan. Ladang ini jelas sangat besar, sepanjang mata memandang yang terlihat hanya rimbunan pohon ganja, yang ditanam diantara pohon alpukat. Nampaknya pohon itu berfungsi sebagai kamulfase pengamatan udara.


"Iya ini ladang marijuana." Dia memakai istilah Spanyol. "Kalian berjaga di sini, Sergio kau saja yang ikut aku, aku tak mau terlihat melakukan provokasi menemui sepupuku Pablo. Tapi di sana pasti ada orang Juan, mereka pasti akan bertanya kenapa kita kesini bagaimana mengatasinya."

__ADS_1


"Bilang padanya aku bisa memakai signal jammer di sini. Jika kalian perintahkan." Suara Thomas di telingaku.


"Tuan Alan bilang dia bisa memakai signal jammer di wilayah ini."


"Baiklah. Aku tak tahu apa ada yang mengenalku di sana, jika ada yang mengenalku dia akan segera melapor ke Juan, akan berbahaya, dia punya banyak pasukan sicarios di daerah ini ." Dia nampaknya punya banyak kekhawatiran saat kami memasuki Monterrey, sekarang aku tahu kenapa dia begitu khawatir.


Kami segera mencapai sebuah area yang terdiri dari beberapa rumah, dan ada beberapa rumah besar panjang yang kukira adalah gudang. Kelompok pekerja yang jumlahnya lebih dari 20 orang sudah terlihat keluar dan menuju daerah perkebunan. Bukan hanya pria, diantaranya juga terdapat wanita.


Seseorang memperhatikan rombongan kami, sementara 5 orang sicarios lainnya berpisah dari kelompok kami.


"Tuan Diego? Anda kemari." Yang satu ini bukan pekerja , terlihat jelas dari penampilannya yang lebih rapi."


"Iya, aku mau bicara dengan Pablo, apa dia di sini."

__ADS_1


__ADS_2