BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 160. Inner Circle 2


__ADS_3

"Ohh penari di NYC Ballet." Aku mengiyakan, aku membuat kesepakatan dengan group ini, jika aku bergabung dengan mereka aku akan mengatakan aku penari, profesi pole dancer banyak mengundang kesalahpahaman bagi orang-orang aku tak mau membuat teman-temanku malu.


"Iya belerina."


"Profesi yang sangat indah." Aku tersenyum menerima pujian dari pria tampan ini.


"Terima kasih. Kau bekerja di mana."


"Aku arsitek di Gensler."


"Ohh Gensler, aku kenal nama itu." Itu firma arsitek besar, levelnya sudah dunia. Ternyata dia arsitek.


Ada beberapa temannya ikut, dengan profesi yang masih di dunia arsitek juga. Tebakanku jika dia mengaku arsitek di Gensler, mungkin dia adalah salah satu pemegang saham juga untuk selevel Allison. Atau mungkin tidak, aku juga tak tahu.

__ADS_1


Arsitek.... tunggu dulu. Beberapa bulan yang lalu kami terlibat untuk menghosting pesta besar, ya seingatku memang untuk firma arsitek. Ohh aku ingat di sana. Kenapa aku bisa mengingatnya karena dia memang tampan.


Tapi tunggu dulu, pesta itu aku ingat melihat pria ini dikelilingi wanita. Dia tak memberiku kesan baik saat itu. Sebenarnya orang-orang yang memesan pesta kami tak punya kesan baik untukku, yah berkat pekerjaan ini aku sudah melihat banyak orang yang sudah menjadikan dirinya hamba uang ada di depanku. Uang mereka sepertinya tak terbatas tapi itulah yang menyebabkan mereka merasa terlalu berkuasa, merasa terlalu hebat, terlalu serakah.


Tapi sekali lagi aku hanya manusia yang sampai sekarang tidak mampu melawan sistem liberal. Bahkan aku berhenti dari pekerjaan impianku demi uang lebih, NYC adalah kota mahal di mana manusia di nilai dari berapa jumlah di rekening mereka dan uang berbicara banyak di sini.


Jadi untuk menutupi penilaianku aku memasang muka manis di depannya.


"Astaga, Allison kenapa kita harus membandingkan pacar kita. Kau orang hebat, yang mengejarmu pasti orang-orang hebat. Aku hanya mendapatkan Francoise dengan keberuntungan. Sejujurnya aku masih tak percaya dia pacarku sampai sekarang." Perkataanku membuat Allison tersenyum.


"Sara kau tak boleh bilang begitu. Francoise itu orang pintar, percayalah pada dirimu sendiri. Dia memilihmu pasti karena melihat sesuatu padamu." Sekarang ganti aku yang tersenyum.


"Terima kasih Allison..."

__ADS_1


"Nahh begitu lebih percaya diri sedikit, tak ada yang salah dengan itu. Kurasa kau punya sihir angsa putih dalam tarianmu sehingga dia jatuh cinta pada putri angsa." Sekarang aku tertawa.


"Aku belum pernah dapat peran swan di NYC."


"Yang pernah kutonton cuma Swan saja, yang lain tak pernah. Aku bukan penggemar karya klasik."


Aku senang teman-teman dari 'level tinggi' ini tidak melihatku berdasarkan tabunganku. Mereka mempercayai pertemanan kami, menerimaku di kelompoknya dan memberiku kepercayaan diri untuk berhadapan dengan mereka, dan bisa mengatakan bahwa Maureen dan Ibunya Francoise adalah salah satu bagian manusia, dan masih ada yang memegang prinsip kemanusian yang berbeda.


Tapi Alton ini kenapa di samping sikap ramahnya itu aku tak menyukainya, kupikir ada sesuatu yang disembunyikan oleh sikapnya dan wajahnya yang sempurna itu.


Mungkin aku bisa bertanya pada 'sumber informasiku' Thomas tentang latar belakang Alton ini. Atau aku bertindak terlalu jauh sekarang?


Demi teman tak apa bukan sedikit penasaran? Mungkin memang ada sedikit yang di sembunyikannya.

__ADS_1


__ADS_2