BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 92. Antigua 1


__ADS_3

POV Sara


Antigua


Pulau yang terletak di Laut Karibia itu memang memiliki pantai dan resort bintang 5 dan 4 terbaik. Walau harganya memang mahal tidak terjangkau oleh wisatawan biasa. Kami berlima beruntung bisa menikmati villa resort bintang 5 dengan harga kamar dua ribuan dollar semalam (30 juta rupiah ).



Mahalnya biaya ini mungkin karena pulau itu sendiri mengimpor semua kebutuhan mereka dari US. Yang jelas tidak ada wisatawan back packer di sini.



Acara pertunjukan hanya malam, kami punya banyak waktu setelah kami menginstal pole dan setting panggung untuk ke pantai, walau kami tidak bisa ikut ke wisata yang lain, seperti snorkels atau olahraga air, pantai dan resort yang luar biasa itu sudah jadi hadiah pekerjaan ini.


Sore ini aku hanya duduk di pasir pantai, hari ini tak ada pentas, besok baru sekali lagi setelah semalam kami ada acara. Beberapa rekanku sudah pergi ke kota, sementara yang lain sedang berenang dan aku sendirian di bibir pantai ini.

__ADS_1



Belakangan hariku lebih mudah, Ibu kondisinya stabil, hatiku tenang dalam bekerja. Andai aku bisa mengajak Mama ke sini itu akan jadi sesuatu yang menyenangkan.


Sementara semilir angin mengisi pendengaranku dibawah pohon rindang, aku teringat Francoise, apa yang dia lakukan sekarang, pikiranku membuat pertanyaannya sendiri.


Jika dipikirkan siapa yang aku pilih antara Francoise dan Matthew, mungkin hatiku langsung mengatakan aku menyukai Francoise, debarannya, pesonanya. Tapi jika aku berpikir maka pikiranku akan memilih Matthew.


Matthew belakangan sering menelepon, aku senang dan merada tersanjung saat dia mencapai principal dia memikirkanku dan ingin memulai hubungan kami kahi.


"Tidak apa kau ada pekerjaan bukan."


"Dan aku sangat senang kau kembali lagi ke New York." Dia bersikap manis sekarang. Kurasa jika kami bersama lagi akan banyak hal baik terjadi. Tapi yah aku juga sadar sebagian diriku yang lain menganggap Francoise sangat menarikm


Rasanya sesak tak bisa memilih di mana hatiku berlabuh. Tapi aku sadar diri dan tahu betapa sulitnya hubungan kami. Hubungan dengan Matthew akan lebih mulus saling mendukung dan stabil.

__ADS_1


Dengan menghela napas aku menerima aku patah hati, tapi ada pasir putih dan laut biru yang menghiburku, jadi mungkin tak terlalu buruk. Jika aku sudah bersama Matthew nanti aku akan melupakan Francoise lebih cepat.


"Di sini memang indah bukan." Seseorang menyapaku. Kupikir aku salah mendengar dan dengan cepat menoleh ke samping. Dia memang orang yang terbayang dalam pikiranku.


"Franco, kenapa kau ada di sini?"


Dia tidak menjawab dan duduk di sampingku. Dia menyusulku ke sini? Setelah pertemuan terakhir kami akhir pekan seminggu yang lalu dia tidak menelepon tapi tiba-tiba muncul di sini.


"Liburan ..." Dia tersenyum menjawabku dengan ringan.


"Kenapa kau liburan ke sini?" Dia diam, mungkin ingin mencari kata-kata yang tepat. Aku sudah menduganya, tapi aku tak tahu dia berani kesini, mungkin dia sudah mengambil keputusan.


"Melihatmu." Dia memandang mataku ketika mengatakan itu. Rasanya aku bahagia dan debaran jantungku terpacu begitu saja ketika dia mengatakan itu, senyumku muncul tanpa bisa kutahan.


"Melihatku?" Dia membuatku tertawa.

__ADS_1


Tuan Direktur ini menyukaiku sampai datang ke sini mencariku. Jika aku bisa mempercayainya, sayangnya aku bahkan tak percaya pada diriku sendiri.


__ADS_2