
"Aku tak berencana seperti itu. Punyalah sedikit optimisme. Kenapa harus kekasih rahasia? Kau kekasihku mulai sekarang. Kau kekasihku...kau mengerti."
"Terima kasih kau tak berencana seperti itu. Aku hanya menjaga diriku tidak mengharapkanmu. Bagaimana jika Ibumu tak setuju. Aku takut jika..." Dia menutup bibirku dengan jarinya.
"Tak usah pikirkan yang belum terjadi. Jadilah kekasihku."
"Kekasih rahasia..." Aku tertawa kecil. "Hanya antara kita, tak ada yang tahu sementara ini."
"Tidak ada kekasih rahasia. Aku akan mengusahakan bicara dengan Ibuku tentang hubungan kita. Tapi satu hal asal kau berjanji tetap disampingku. Jangan pergi dariku. Dan bilang ke Matthew kau sudah punya kekasih."
Aku tertawa kecil, dulu dia takut ke Nicholai sekarang dia takut ke Matthew.
"Pemaksa."
"Aku sudah datang ke sini, aku tak akan pulang dengan tangan kosong."
"Terserah padamu." Dka tersenyum lebar sekarang karena aku menyerah.
"Kau kekasihku, katakan padamu kau kekasihku Sara yang cantik."
"Aku kekasihmu. Kau puas."
"Sangat puas."
Dan sekarang entah bagaimana aku bisa berakhir sebagai kekasihnya.
__ADS_1
\=\=\=\=\=\=\=
Matahari hampir terbenam hari ini aku tak bekerja, show akan ada lagi besok malam. Jadi kami menghabiskan malam ini makan malam berdua.
Teman-temanku heran siapa yang bersamaku, aku mengenalkannya sebagai kekasihku. Mereka tentu saja terkejut saat Francoise bilang kami baru saja menjadi kekasih, semua orang senang. Dia tentu saja senang, senyumnya lebar sepanjang malam.
"Kadang aku berpikir apa kepalamu terbentur sesuatu hingga kau menyukaiku?" Aku melihatnya yang masih mengulum senyum saat kami makan berdua diantara debur suara ombak restoran pinggir pantai malam ini.
"Aku nyaman bicara denganmu. Lalu tak mau membagimu ke yang lain. Itu sudah cukup sebagai alasan. Yang lainnya dewa cupid yang bekerja, aku sendiri tak tahu. Mungkin kau terlalu cantik, atau kau yang terlalu pintar menipuku." Dengan ringan dia menjawabku.
Aku tak bisa menahan senyum mendengar kata yang dia ucapkan. Aku bahagia, walaupun di masa depan aku mungkin akan meneteskan air mata.
"Terserah apa katamu."
"Kau tinggal bersamaku malam ini."
"Banyak yang harus kita bicarakan."
"Kita bisa bicara di sini."
"Baiklah kita bicara di kamarmu saja, kau boleh minta teman sekamarmu menutup telinga dan matanya." Aku tersenyum, dia memang tak mau kalah.
Ketika pintu kamar kami tertutup di belakang kami, dia tak menunggu lagi untuk meraihku dalam peluka*nnya.
"Aku merindukanmu, aku bisa gila karena memikirkanmu akan diambil orang lain." Ci*umannya mengunciku dengan segera, kenangan yang lalu terasa seperti ada di depanku sekarang.
__ADS_1
Wanginya yang pernah kucium begitu dekat ada di dekapanku lagi. Kami meraih satu sama lain, seakan pelukan dan ciuman tak lagi cukup.
"Apa kau suka pengalaman yang terakhir kita?" Aku dalam kekuasaannya sekarang, menerima bagian dari dirinya dan m*elen*guh ni*kmat.
"Iya, sangat suka. Teruskan Franc...Jangan berhenti." Kali kedua yang penuh cu*mbuan mes*ra, dia yang sabar dan tak terburu-buru.
"Kau hanya milikku sekarang." Tak ada yang terlalu banyak bicara, hanya tubuh kami yang saling bergerak bersama. Dan ketika tubuh kami sama sama meng*ejang puas, semuanya berakhir dengan manis.
"Kekasihku, sekarang kau kekasihku. Aku mencintaimu..." Dia memelukku dan membisikkan kata-kata saat aku tertidur dalam pelukannya.
Dia mencintaiku... Kata-kata yang tak pernah kusangka akan diucapkan olehnya saat aku menerima pekerjaan dari Nicholai.
Kupikir kami tak akan pernah bertemu lagi, tapi ternyata sekarang kami adalah kekasih.
\=\=\=\=\=
Aku mengerjabkan mata melihat temaran cahaya matahari telah masuk ke ruangan kami. Suara ponsel yang berbunyi membangunkanku.
"Siapa yang menelepon pagi-pagi begini di akhir pekan?" Francoise ikut terbangun mendengar suara ponselku. Aku melihat caller ID-nya. Thomas, kenapa dia menelepon sepagi ini. Aku langsung mengangkatnya....
"Thomas? Ada apa?" Aku masih ingin memejamkan mata.
"Aku akan sampai jam 11 ke sana, ada tugas menunggumu."
Mataku lansung terbuka lebar. Tugas?! Di sini?
__ADS_1
_____bersambung besok