
Sara terpingkal sekarang. Sementara Francoise yang tidak tahu ada apa dengan ponsel cuma bertanya-tanya apa hubungan ponsel dengan pekerjaan ini.
"Bagaimana dengan orang pemerintah yang terlibat suap?" Francoise bertanya kemudian.
"Ohh itu mereka harus menyumbang 80%nya kepada kami atau mereka harus menghadapi jaksa penuntut. Jadi hasil yang di dapat ini sangat membuatku senang."
Sara dan Francoise berpandangan, mereka tahu sumber dana kampanye pasti di audit, entah bagaimana mereka memutar ini. Pasti mereka punya caranya. Dan tentu saja Nathan Garcia tahu bagaimana memutar sumber keuangan mereka dengan baik. Hal-hal seperti ini mudah baginya.
Tak lama Alton Mason yang menerima undangan makan malam dari Francoise masuk ke ruangan.
"Alton, masuklah." Alton masuk dengan segera ke restoran Jepang itu, makanan sudah di sajikan dan mereka bertiga mengobrol dengan santai.
"Ohh ada Sara, Allison?" Alton tentu tak menyangka dia akan melihat Allison di sini. Tadinya dia berpikir dia akan bertemu Francoise dan teman-temannya. Tapi sekarang malah ada Allison dan Sara di sini.
"Duduklah sayang." Allison menyapa kekasihnya yang sesaat tak tahu apa yang dia harus katakan
__ADS_1
Di meja tatami itu suasana agak aneh. Di meja persegi itu dia duduk di depan Allison sementara di sanping kiri dan kanannya ada Francoise dan Sara. Bukannya harusnya dia duduk di samping Allison. Tapi kemudian dia duduk juga di seberang Allison.
"Bukankah kau harusnya di Miami?" Dia mulai bertanya seperti biasa, berusaha mengabaikan suasana aneh yang dirasakannya. Tapi Sara masih memanggilnya Sayang seharusnya tidak ada yang salah bukan.
"Ahh itu tidak jadi ada pekerjaan yang lebih penting di sini. Kau mau minum sake,... ayo kutuangkan untukmu. Sushi di sini enak, kau harus mencobanya." Allison menuangkan sake memberikannya ke Alton Mason. Nada bicara Allison terlalu datar, bukan seperti Allison yang dikenalnya. Perasaan Alton jadi tak enak sekarang.
"Ayo makan. Ini enak sayang..."
"Iya ini enak. Kau harus mencoba ini." Francoise malah menawarkannya untuk mengambil sushi itu. Allison mempersiapkannya untuk menghadapi kenyataan. Jumlah yang dimintanya bisa membuat seseorang mendapatkan serangan jantung. Mungkin dia sedang kelaparan...
"Ini enak..." Alton mencoba beberapa sushinya. Dia tidak tahu ada apa tapi dia hanya mencoba mengikuti alurnya.
"Sayang, aku ingin Gensler menyumbang dana kampanye ke kami." Allison memulai pembukaan kata-katanya setelah Alton makan.
"Apa?" Kenapa Allison malah meminta dana kampanye padanya. Dia mulai berkeringat dingin sekarang, Sara tersenyum kecil padanya. Dia ingat sekarang pertemuan dengan Sara, itu ternyata membawa masalah untuknya.
__ADS_1
"Aku tak suka kau manfaatkan. Sangat tidak suka." Tiba-tiba Allison kehilangan senyum di bibirnya dan matanya menatap tajam Alton. Yang di tatap merasa dia berdiri di lapangan es tipis yang sudah akan pecah.
"Apa maksudmu? Bagaimana aku memanfaatkanmu."
Allison menatapnya dengan dingin.
"Kau pikir aku tak tahu kau berteman dekat dengan Pete Fudge? Kau bahkan mengirimkan pesan kepada mereka dimana juru kampanye kami." Bom sudah dijatuhkan. Senyum Allison menjadi tatapan tajam menghunjam ke Alton. Sekarang Alton akan tahu dia sudah salah macam-macam ke orang yang salah.
"Apa maksudmu. Aku tak mengirim apapun?"
Allison melemparkan trànskrip pesan soal Pete Fudge.
"Ini... "
"Aku tahu semua isi ponsel hitammu sayang." Allison tertawa kecil, wajah poker facenya saat itu adalah kartu mati untuk Alton.
__ADS_1
"Apa perlu aku sebutkan suap-suap yang kau lakukan terhadap siapa saja?"