BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 80. Matthew 1


__ADS_3


POV Sara Addam


"Kalian tahu aku akan ke Antigua untuk show dua minggu lagi." Sekarang aku berada di sebuah restoran Asia di Queens bersama Nicole dan Matthew. Aku bertemu mereka lagi setelah sekian lama tidak melihat mereka, sungguh pertemuan yang kunantikan.


"Kau akan ke Àntigua, aku iri padamu."


Sekarang kami makan di restoran favorit kami, kali ini aku bisa mentraktir mereka. Keuanganku lumayan, aku tak perlu mengkhawatirkan uang yang kukeluarkan untuk sedikit mentraktir makan malam teman-temanku.


"Kau mau ganti profesi, tapi latihannya cukup keras di bulan-bulan pertama." Aku langsung menganggap serius perkataannya.


"Tidak...tidak, aku tak mau ganti profesi sepertimu, aku hanya iri bagian ke Antiquanya saja bukan mau ganti profesi." Nicole dengan cepat membalasku.


"Kau tahu kita punya berita bagus. Matthews akan segera di promosikan ke principal, Collin mengundurkan diri karena bergabung dengan perusahaan lain." Aku langsung terkejut, dan melihat ke Matthew dengan gembira.


"Benarkan, selamat Matt." Dia tersenyum padaku.


"Kau tak pernah bilang kau akan dipromosikan."

__ADS_1


"Aku juga baru tahu setelah Philippe mengatakan sendiri padaku. Collin masih punya proyek untuk di tuntaskan jadi kurasa promosinya akan menunggu musim semi atau panas tahun depan.


"Itu bukan waktu yang lama. Seelamat sekali lagi, kau layak mendapatkannya." Aku turut bergembira untuk Matthew.


"Kau akan tinggal di NY bukan, kita bisa hangout bersama lagi." Aku langsung bertanya dalam hati apa ini artinya Matt ingin kami bersama-sama lagi. Kali ini dia sudah principal kariernya sudah mencapai fase yang matang. Selain itu Matthew juga koreografer yang bisa diandalkan, masa depannya akan cerah di NYC Ballet.


"Iya aku akan di NY, tempat latihan kami sedang di renovasi. Segera kami akan punya studio cukup besar di Queen."


"Itu bagus, sangat bagus." Aku tersenyum, mungkin aku akan bisa jalan-jalan dengan Matthew lagi. Dia juga sama denganku sangat mengharapkan posisi principal. Ternyata dia duluan yang mencapainya. Aku tak menyangka.


"Ehm kapan hari liburmu?" Matthew bertanya lagi.


"Senin dan Selasa."


"Baiklah."


"Kalian ini membuat janji kencan didepanku, sungguh tidak sopan." Aku dan Matthews tertawa ketika Nicole menyindir kami.


"Kau dan tuan Donatur, apa kalian berkencan?"

__ADS_1


"Oh tidak, kami hanya berteman, mana mungkin aku berkencan dengannya, kami ada pekerjaan bersama. Dia malah menceritakan bagaimana dia kencan dengan wanita lain." Jadwal makan malam kami itu lebih tepat disebut sebagai jadwal konsultasi pribadi, kurasa aku psikolognya tempat dia bisa menceritakan segala macam. Aku tak keberatan karena dia telah banyak membantuku.


"Oh begitu." Matthew terlihat lega.


"Kukira kalian pacaran." Matthew yang bertanya sekarang.


"Tidak sama sekali."


"Baiklah, nanti Senin aku akan menjemputmu makan malam." Aku tersenyum padanya. Senang rasanya mendapatkan Matthew dekat lagi padaku. Dan terutama adalah senang mendapatkan dia bisa menjadi principal.


"Perayaan kau bisa naik jadi principal." Aku tersenyum padanya.


"Sebenarnya aku ingin menari bersamamu lagi."


"Kau tahu aku bertambah 5 kilo. Akan sulit mengangkatku."


"Lima kilo?!" Nicole melihatku dengan wajah takut. "Astaga lima kilo, sepertinya makanmu banyak sekali."


"Tidak begitu, itu massa otot, aku harus punya kekuatan bergantung ke tiang pole dancer."

__ADS_1


"Dia di dunia yang berbeda sekarang."


Aku memang di dunia yang berbeda tapi kami berbagi mimpi yang sama dari awal.


__ADS_2