
Keesokan malamnya, ada acara di sebuah restoran hotel. Rupanya ini acara kumpul-kumpul kaum muda yang keluarganya terlibat dalam partai tertentu, muda ini maksudnya adalah yang belum mencapai posisi senior partai, tapi keluarga dan dirinya terlibat sebagai donatur partai.
Ada yang membawa gadis mereka, aku mengobrol dengan beberapa orang gadis.
Sementara Francoise tadi terpisah setelah dia tadi pergi sebentar mengobrol dengan beberapa orang. Ada empat orang gadis yang bicara dengan Francoise, aku tidak melihat wajah mereka karena mereka membelakangiku tapi kemudian aku dipanggil mendekat.
"Ini kekasihku Sara. Ini putri Tuan Lyold Austin, Allison dan kau pasti mengenal mereka Nora Austin sepupunya dan Kate yang kau selamatkan. Dan itu Lola putri Tuan Hugh Donaldson bendahara partai. Ini Leon...." Dia mengenalkan beberapa orang yang ada di lingkarannya.
"Halo senang bertemu denganmu Sara, akhirnya aku bertemu denganmu juga." Allison menyalamiku dengan senyum di wajahnya. "Aku tak menyangka kau adalah kekasih Francoise."
"Kenapa kau masih menyangka Maureen yang menjadi kekasihnya," Kate yang menjawab Allison sekarang.
"Hei setahun ini aku bekerja di Paris, aku benar-benar tak tahu perkembangan berita di sini. Kau di culik pun aku tak tahu, aku baru mendapat beritanya sebulan yang lalu."
__ADS_1
"Makanya teleponlah aku, kau terlalu sibuk sendiri di sana." Nora Austin menjawabnya.
"Hei Franc, yang ini serius? Kau jangan mempermainkan wanita lagi. Kau tak ingat ada yang namanya karma. Kau sudah tahu bagaimana catatan kejahatannya Sara." Semua orang tertawa dengan pertanyaan Allison.
"Yang ini calon istri. Kali ini tentu saja aku serius." Francoise merangkulku di depan semua orang mengatakan aku calon istri. Ini harus diprotes, aku belum melihat adanya cincin melingkar, dia sudah bilang calon istri.
"Akhirnya, tak ada pertumpahan darah lagi memperebutkanmu." Playboy ini sebelumnya sudah sering menyebabkan pertumpahan darah ternyata.
"Benarkah, kenapa gadis itu jadi gila? Dia sudah tak punya orang yang menyukainya? Salah sendiri berlaku seperti jala*ng." Allison yang bertanya.
"Dia memang segila itu ke Francoise. Oh ya Sara, kau jangan marah, aku mendengar gosip dari sebelah sana dia membicarakanmu katanya kau tidak disetujui Ibunya Franc, Ibunya pergi memarahi dan menamparmu. Benarkah..." Dia menunjuk sekumpulan lima gadis. Ternyata dia mempermalukanku sekarang.
"Iya, dia masih ingin balas dendam denganku, dia bahkan ikut mengataiku saat Ibu Francoise memarahiku. Mungkin dia masih berharap mengharapkan mendapatkan Francoise." Aku melihat Maureen yang terlihat bicara di group seberang sana.
__ADS_1
"Maureen itu memang harus diberi pelajaran, sayangnya dia wanita, kalau laki-laki kami sudah berkelahi sekaramg." Francoise terlihat kesal.
"Penggemarmu itu memang punya kulit badak di mukanya." Kate menimpalinya dan yang lainnya tertawa, tampaknya di group ini tak ada yang suka dengan Maureen.
Kami bicara hal-hal lain tanpa kusadari Maureen datang ke area kami.
"Lihat ini seorang penari striptease ada di sini." Dan suaranya langsung terdengar.
"Apa yang kau mau?" Francoise langsung memasang wajah tak senang.
"Aku hanya mau bertanya keadaannya. Bagaimana kondisi wajahnya yang kemarin habis ditampar Ny. Mary Aides, mungkin masih sakit atau perlu ke dokter untuk mengobatinya."
"Tutup mulutmu Maureen." Francoise langsung menyambar kata-kata Maureen.
__ADS_1