BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 119. Back to NYC


__ADS_3

Keesokan harinya Nora dan Kate datang ke rumah mengunjungiku.


Mereka tak menyangka rumah kekasihku di wilayah ini.


"Aku terkejut mendapatkan rumahmu kekasihmu di sini? Sebenarnya tak jauh dari apartmentku." Matilda membawa mereka padaku. Memperlakukanku sebagai Nyonya rumah, Francoise benar-benar melakukan apa yang dikatakannya. Anggaplah ini rumahmu sendiri.


"Kau punya kekasih kaya..." Nora mengangguk-anggukkan kepalanya. "Kenapa kau mau jadi agen?" Aku tahu mereka pasti menanyakan itu. Semua orang akan bertanya kenapa aku melakukan hal yang membahayakan jiwaku padahal aku bukan agen. Tapi aku punya jawaban sederhana untuk itu.


"Aku tak bisa cerita kepada kalian, setengahnya adalah persoalan rahasia." Mereka langsung mengangguk mengerti.


"Tentu saja. Maaf kami penasaran." Kate yang sekarang bicara. "Tapi siapa kekasihmu?"


Bertepatan dengan itu kudengar suara pintu dibuka, sepertinya Francoise sudah kembali.


"Nampaknya kekasihku sudah kembali, aku akan mengenalkannya kepada kalian." Entah mereka mengenalnya atau tidak karena Francoise mengenal Lyold Austin.


Francoise mengetuk pintu dan menjengukkan kepalanya di pintu.


"Honey, kau sudah makan?" Pasti dia membeli banyak makanan lagi. Dia takut tak ada makanan di rumah, padahal Matilda bahkan selalu memasak di sini.


"Oh ada tamu rupanya. Selamat malam." Francoise masuk dan memberi salam.

__ADS_1


"Francoise Civil? Dia kekasihmu?" Nora sampai berdiri dan menunjuknya, Kate melihat Franc tak percaya. Apa mereka saling mengenal?


"Iya. Nona Àustin apa kabar, Nona Milligan." Francoise tersenyum dan menyalami mereka. Ternyata mereka memang saling mengenal. "Sara memang kekasihku."


"Ohh kalian mengenal satu sama lain." Aku bertanya ke Francoise.


"Ayah mereka donatur partai yang sama. Jadi kami pernah mengenal satu sama lain. Setidaknya beberapa kali bertemu di acara partai, mereka putri yang baik mendukung keluarga mereka." Francoise yang menjelaskan sekarang. Jadi keluarga mereka aktif dalam politik, tidak heran mereka saling mengenal.


"Aku tak menyangka kau kekasih playboy ini." Nora meringis lebar.


"Jika Maureen tahu, bit*ch itu pasti sangat panas." Kate tertawa sekarang.


"Maureen, maksudmu Maureen Markson yang juga bekerja di NYC Ballet?" Aku mengenal satu nama Maureen, apakah ini sama yang mereka maksud.


"Dia pernah punya hubungan dengan kau bukan Franco?" Nora yang bertanya, aku tahu mereka punya hubungan singkat. Tapi Maureen masih tergila-gila padanya.


"Itu sudah setahun yang lalu, kami hanya berteman bukan berpacaran."


"Nampaknya dia tidak menganggap begitu." Kate yang membalasnya.


"Aku tak perduli anggapannya. Aku sudah bilang aku punya banyak teman lain." Francoise menjawabnya dengan santai.

__ADS_1


"Klise, 'teman' alasan para playboy yang punya banyak penggemar." Kate menyindirnya dan Francoise tertawa.


"Kau tahu Maureen itu memproklamirkan Francoise kepunyaannya, jika dia tahu kau yang adalah kekasih Francoise dia akan mengeluarkan cakarnya."


"Kau tahu kekasihmu menolong kami."


"Iya aku tahu."


"Kami tentu saja akan mendukungmu dengan Sara saja, daripada mendukung Maureen sok cantik dan sok terkenal itu. Tak ada kelakukan artisnya yang bagus." Aku hanya meringis, kelakukan Maureen yang sok terkenal itu sudah memang tabiatnya.


"Tentu saja kita akan mendukungmu Sara. Jika wanita sombong itu berani mencari masalah, kita akan mencari masalah dengannya. Sudah lama aku muak dengan gayanya itu."


Maureen Markson apa dia akan menjadi halangan bagi kami juga. Aku pernah terang-terangan merebut Francoise dari depannya, dia pasti dendam padaku apalagi dia nampaknya sangat menyukai Francoise.


"Aku hanya tahu Maureen Ayahnya adalah donatur di NYC ballet, dia pasti semacam milliuner di NY?" Aku bertanya kepada Kate.


"Dia pengusaha konstruksi, ya kau tahu firma-firma konstruksi semacam itu perlu bekerjasama erat dengan pemerintah." Kate ternyata tahu garis besarnya bisnis mereka. Ya, anak orang kaya, apa yang bisa di katakan.


"Siapapun dia tak ada hubungannya dengan kita Sara." Francoise membalasku. Aku tersenyum padanya, bagaimana jika Ibunya lebih menyukai menantunya adalah putri milliuner. Apa yang akan dilakukannya padaku.


"Iya benar Sara, kau tak usah memikirkan Maureen itu."

__ADS_1


Kami mengobrol banyak hal, kemudian bahkan Francoise mengajak mereka makan malam bersama. Malam yang menyenangkan dengan teman-teman baru.


🦠🦠🦠🦠🦠🦠🦠


__ADS_2