
Sang Donatur tidak melanjutkan mengirim pesan, aku bisa mengerti, teman baik tak perlu menyibukkan diri sendiri untuk terlibat dengan kehidupan pribadi terlalu dalam. Bukankah mereka ada untuk hanya bersenang-senang.
Dan aku pun tak melanjutkan membalas pesannya, tak ada yang baik dengan hubungan seperti itu. Aku sudah meragukan niat baiknya, itu membuatku tidak merasa dihargai, jadi buat apa melanjutkan atau menanggapi.
Aku berjanji tak akan tergoda menjadikan diriku salah satu teman baik sementaranya.
Sementara pementasan berjalan dengan baik, aku, balerina dan dan danseur (balerina pria) yang terlibat dalam proyek senang menerima kenyataan bahwa kami punya banyak penonton sepanjang tujuh pentas kami.
Pagi ini aku dan Nicole tiba di tempat latihan dalam suasana hati baik. Dan aku menemukan beberapa orang berkumpul, pasti ada gosip panas jika begini.
"Sekarang apa yang mereka bicarakan." Nicole langsung penasaran dan menuju kerumunan meninggalkanku sementara aku ke locker untuk menaru leotard(baju balet) cadangan yang kubawa minggu ini. Dia akan mendapatkan beritanya dan aku tinggal mendengarkan.
__ADS_1
Tak lama dia tiba di depanku, wajahnya agak aneh. Nicole paling suka pekerjaan memceritakan kembali gosip, tapi kali ini dia sama sekali tak bersemangat, aku menjadi heran , kenapa dia tidak bersemangat sama sekali?
"Berita apa yang kau dengar? Ceritakan padaku." Dia melihatku dan menghela napas. Aku semangkin yakin ini ada hubungannya denganku, perasaanku menjadi tidak enak. "Sebenarnya ada apa, sesuatu tentangku? Kenapa kau tak mau membicarakannya?"
"Bukan berhubungan denganmu, tapi ada pengaruhnya untukmu."
"Katakan kau jangan bertele-tele." Nicole diam sebentar sebelum dia melihatku dengan pandangan khawatir.
Jadi benar, peluangku kurang dari 50% melawan Katya. Dan dia sudah dipastikan menang sekarang. Kemungkinan aku tak akan pernah menjadi principal, menunggu ada yang pensiun? Mungkin dua tahun lagi? Tiga tahun lagi? Bisakah aku menunggu. Bisakah Ibu menunggu, apa aku harus membuatnya menunggu ataunaku harus pergi mengambil kesempatan yang lain.
"Sara, apa yang akan kau lakukan?"
__ADS_1
"Entahlah, aku benar-benar tak tahu Nicole, kupikir aku bisa mendapatkan posisi itu tapi sekarang sudah pasti tidak. Aku tak tahu apa yang harus kulakukan..." Aku tak cukup baik, tak cukup cantik, tak cukup sempurna.
"Ini baru gosip, mungkin salah, ... mungkin belum pengumuman resmi, mungkin masih bisa berubah kau jangan putus asa dulu." Dia menepuk bahuku, aku sudah tak bisa berpikir, berita ini begitu mengecewakan sehingga rasanya aku sama sekali tak bisa berpikir lagi. Begitu kecewa sehingga rasanya sesak ingin menangis.
"Kau tak usah menghiburku, aku tahu kebenarannya. Aku memang tak akan dipilih, itu sudah pasti." Aku tersenyum ke Nicole yang melihatku dengan kasihan. Berusaha tak menangis tapi akhirnya aku tak bisa menahan isakanku. Nicole juga tahu aku sangat mengharapkan promosi ini.
"Sara, ...." Dia memelukku yang menangis. Aku tak bisa melakukan apapun selain meluapkan kekecewaanku dengan air mata sekarang. Hilang sudah mimpiku untuk mengatakan pada Mom aku mencapai principal.
Mungkin aku tak cukup baik...
Hanya mereka yang cukup cantik, cukup punya bakat yang bisa melangkah ke principal...
__ADS_1
Mungkin aku tak akan pernah bisa...