
"Ini data yang Anda minta tentang Sara Adams, Nyonya. Tapi hanya data umum seperti nama, tempat tinggal pertama, nama orang tua, data yang lain tidak dapat diakses." Sebuah laporan datang ke mejanya diberikan oleh staffnya, setelah dia menerima data dan foto Sara Adams dari Maureen.
"Apa maksudmu tidak dapat diakses?"
"Ini berlaku jika kita orang yang bekerja dengan pemerintah di level dimana izin keamanan diperlukan. Mungkin agen, profesional dengan level tertentu."
"Jadi maksudmu dia bekerja untuk pemerintah."
"Iya. Tapi saya tidak tahu di mana, untuk membuka datanya diperlukan izin keamanan level tinggi, bahkan Anda tidak bisa mendapatkannya."
"Ini aneh terakhir ku dengar dia adalah pole dancer." Mary Aides mengerutkan keningnya dengan heran, apa anaknya tahu spesifik apa pekerjaan kekasihnya ini.
"Mungkin itu hanya samaran. Tapi saya tahu Ibunya sedang dalam perawatan diabetes kronis saat ini, rumah Ibunya di Staten Island, rumah kalangan menengah ke bawah, bercerai, tinggal sendiri. Jika Anda ingin kita menyelidiki lebih lanjut mungkin kita bisa bergerak sendiri dengan orang kita. Kita tidak bisa membuka data apapun soal dimana dia bekerja untuk saat ini tapi terakhir setahun lalu dia menjadi pemeran utama pada pertunjukan di NYC Ballet. Sosial medianya tidak update lagi sejak itu.
"Tak usah kalau begitu. Kau boleh pergi Hills."
Gadis dengan latar belakang yang aneh, pole dancer yang bekerja untuk pemerintah nampaknya terlalu mencurigakan. Jangan-jangan dikirim oleh orang politik. Yang jelas gadis itu miskin dan tidak punya latar belakang bagus.
Dia akan menemuinya segera, apapun itu ini harus segera di luruskan. Francoise tidak boleh bersama gadis yang tak jelas itu. Maureen jelas jauh lebih baik.
__ADS_1
Dia menelepon Francoise.
"Franco, ..."
"Mom, ada apa." Franco tahu ini karena kedatangan
"Kau punya kekasih sekarang?"
"Iya, namanya Sara. Jika Maureen mengatakan sesuatu padamu itu adalah kebanyakan karangannya sendiri."
"Oh baiklah, itu karangannya, termasuk dia dulunya adalah penari di NYC Ballet dan sekarang jadi pole dancer, itu karangan?"
"Nampaknya kau selalu tertarik dengan wanita lemah yang perlu bantuan. Kau tak sadar kau dimanfaatkan?" Tentu saja Mary Aides berpikiran kalau Sara memanfaatkan Francoise untuk ke stabilan finansialnya.
"Dia tidak memanfaatkanku, kau jangan menebak terlalu jauh."
"Ohhh benarkah tidak."
"Mom aku tidak begitu bodoh untuk jatuh cinta ke gold digger seperti yang kau takutkan." Mary Aides mendengus kesal.
__ADS_1
"Siapa yang tidak bodoh ketika jatuh cinta. Kau jangan membuatku tertawa."
"Jika kau menganggap Ayah adalah kesalahan bagimu, tidak sesuai dengan ekspektasimu, maka itu urusanmu Mom. Ayah sudah hidup bahagia dengan keluarganya, kukira kau tak udah membahasnya lagi sekarang.
"Oh jadi kau membela Ayahmu sekarang?" Pembicaraan itu jadi melebar kemana-mana.
"Aku bukan membela Ayah yang kukatakan adalah aku tak bisa hidup dalam ukuranmu dan ekspektasimu Mom, yang menjalankan aku dan yang menilai aku sendiri. Bagaimana kau bisa memaksaku masuk ke ukuranmu Mom."
"Jelas pole dancer bukan ukuranku. Kau pikir di mana kutaruh mukaku saat orang menanyakan siapa menantuku."
"Kenapa kau harus mengatakan pole dancer, dia penari ballet. Aku bertemu dengannya saat dia masib aktif di NYC ballet. Penari ballet bukan profesi yang memalukan."
"Tak bisakah kau memberi Ibumu ini dukungan untuk pencalonanku tahun depan dengan setidaknya punya seorang istri yang bisa memberiku muka. Maureen itu berkali-kali lipat lebih pantas untukmu."
"Kau meminta terlalu banyak Mom, aku tak bisa memenuhi keinginanmu. Jika aku menikah, aku akan memilih sesuai hatiku. Bukan kepantasan di ukuranmu."
"Kau pikir cinta selamanya?"
"Aku berpikir keluarga selamanya Mom." Ibunya diam dengan jawaban Francoise. "Dan aku tidak mencoba menyalahkanmu atas masa lalu. Aku mengerti kalian tidak bisa bersama dan lebih baik berpisah. Tapi aku juga punya hak mengatur hidupku sendiri kuharap kau mengerti itu Mom."
__ADS_1
Ibunya diam, dia tetap tidak bisa mengerti pilihan Francoise tapi dalam pembicaraan ini tak ada yang bisa dikatakannya. Dia berencana bertemu gadis itu sendiri.