BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 53. Morning Chef 3


__ADS_3

"Aku sebenarnya tak mau terlibat apapun setelah ini. Apa aku harus terus terlibat?"


"Kau sudah masuk ke sini. Tak akan mudah keluar lagi. Kau harus bicara pada penghubungmu apa yang mereka rencanakan."


"Benarkah?"


Aku harus bicara dengan penghubungku?


Mungkin pikiranku terlalu sederhana, kupikir aku bisa keluar dari masalah ini begitu tugasku selesai kali ini, aku tak menyangka menurut pendapat Francoise akan begitu rumit.


"Pikirkan ini jika mereka menangkap Nicholai, ini akan jadi insiden internasional, kurasa mereka tak akan menangkapnya. Artinya mungkin di masa depan kau akan terus menjadi mata-mata ganda. Dengan mengaitkanmu ke operasi mereka akan banyak memperoleh keuntungan. Kau terpeleset satu kata saja akan menjadi kecurigaan untuk mereka. Tapi mungkin juga untuk menghindari kecurigaan, pihak Rusia tak akan memanfaatkan jasamu. Aku tak tahu... tapi apapun itu lebih baik kau bersiap-siap untuk apapun bukan."


Ternyata sekarang hidupku begitu rumit. Pengeluaran tak perlu lagi ke klub bela diri. Astaga, jika bisa aku akan menolak terlibat apapun setelah ini, uangku sudah cukup.


"Aku tak mau. Setelah ini aku tak mau terlibat apapun. Aku akan bilang ke Thomas."


"Kau harus tanya ke Thomas dulu, pengampunanmu tergantung padanya. Jika kau menolak tugas, mungkin ..." Aku tak memperhitungkan itu.Dia benar juga, aku bisa berakhir di penjara jika menolak tugas. Pagiku jadi buruk sekarang aku merasa hidupku dipegang oleh orang lain.

__ADS_1


"Setidaknya kau harus tahu cara melindungi dirimu sendiri. Kau bisa menembak?"


"Tidak." Aku menggeleng. Aku harus bertanya berapa tahun aku harus menjadi agen lepas. Mereka tak bìsa memaksaku selamanya di sini bukan.


"Berarti kau harus belajar, di tempat yang akan ku rekomendasikan padamu punya kursus menembak."


"Iya, aku akan bertanya padanya nanti. Terima kasih sudah mengingatkanku. Ternyata hidupku lebih rumit daripada yang kukira."


"Kau menyesal mengambil 40,000 itu?"


"Tidak, aku hanya belum terbiasa dengan kenyataan hidupku menjadi lebih rumit, beberapa saat duniaku hanya dipenuhi musik tarian dan cerita dongeng. Dan aku berusaha menjadi tokoh di dalamnya, dulu aku hidup sebagai angsa seni di ketinggian gunung, sekarang aku hidup di bumi sebagai ksatria berotot dengan tiang besi sebagai temanku." Dia tertawa.


"Makanlah ksatria tiang besi, kau masih makan roti bukan." Dia menaruh hasil sandwichnya yang sudah dipotong sempurna.


"Kelihatannya enak, terima kasih. Pagi ini aku punya teman yang menyiapkan sandwich untukku, ternyata kehidupan sebagai ksatria itu menyenangkan." Aku tersenyum sendiri.


"Kau menyesal hidup sebagai kesatria?" Apa aku menyesal meninggalkan perusahaan balletku.

__ADS_1


"Tidak sama sekali."


"Kenapa? Bukankah ballet sudah menjadi tujuan hidupmu sejak kecil."


"Mudah, karena rekeningku penuh saat ini. Dulu membeli makanan saja harus berhemat, tapi sekarang semuanya jauh lebih mudah. Aku juga bisa menbuat Mom tidak khawatir lagi. Dia belum tahu apa yang aku lakukan, jika aku jadi pindah ke sini akan segera kuberitahu. Aku sedikit khawatir dia kecewa, tapi aku yakin diam akan mengerti."


"Dia akan mengerti, kau putri terbaik yang dia punya."


"Kuharap begitu." Aku menghela napas. "Apapun yang akan terjadi di depan hadapi saja tak ada jalan mundur lagi."


"Itu baru semangat." Dia memberiku tepukan tangan. Aku tertawa kecil.


"Terima kasih, kau tidak membawaku ke penjara federal. Aku berhutang hidupku padamu. Terima kasih juga menganggapku teman Tuan Direktur."


"Namaku Franco, bukan Tuan Direktur."


"Terima kasih Franco."

__ADS_1


"Kembali."


Entah kenapa aku merasa pagi ini akan jadi sesuatu yang akan kuingat seumur hidupku.


__ADS_2