
Aku menyudahi showku dan turun ke bawah, beberapa pria yang terpana dengan aksi kami berusaha mengajak kami bicara dan kutolak dengan halus dengan segera berlalu pergi ke belakang.
Berlainan dengan ballet yang menghargai penarinya dengan standing ovations atau sebuket bunga, disini mereka menghargaimu dengan mengajakmu kencan.
Segera menghapus make up, dan mengganti bajuku. Dan memakai earpiece kecil, untuk mendengarkan instruksi Tommy jika diperlukan. Dengan senuah microphone tersembunyi di dadaku Thomas juga bisa mendengarkan apa yang kami bicarakan.
Dan turun ke bar. Nicholai menungguku di sana.
"Nic, apa kabarmu." Aku memeluknya sedikit. Dia tersenyum padaku, ada perasaan bersalah padanya aku akan membohonginya seperti ini, dia pernah menolongku saat aku terpuruk, tapi kami hanya melakukan pekerjaan kami, apapun yang terjadi adalah karena kami bekerja, lagipula siapa yang menjaga Ibu jika aku tak melakukan ini.Aku menekan rasa bersalahku dan tersenyum padanya.
"Baik, seperti yang kau lihat. Bagaimana kabar Ibumu?"
"Dia di Virginia sekarang." Aku akan hanya berkata dia di Virginia, menggantung jawabanku dengan wajah sedih agar dia yang bertanya duluan.
"Di Virginia? Kenapa dia di Virginia?" Dia bertanya sekarang.
__ADS_1
"Iya, aku harus bekerja dan belajar di LA. Dia tidak ada yang menjagadia punya masalah di jantungnya, jadi harus ada yang menjaganya jadi dia ke rumah Bibi."
"Jantungnya bermasalah?"
"Iya." Aku sedikit memasang wajah sedih. Dia melihatku , berpikir sebentar. "Dia baru mendapatkan serangan dan dokter menyarankan ring."
"Kau pasti perlu banyak uang sekarang." Dia langsung memyimpulkan ceritaku tanpa curiga.
"Ya begitulah."
"Francoise, tidak tentu saja, itu kejadian satu malam bagaimana aku bisa menghubunginya lagi. Lagipula dia dan aku hanya kisah satu malam. Setelah itu dia tidak menghubungiku lagi. Ehmm sebenarnya ada ...saat aku mau pergi ke LA, tapi kuputuskan mengabaikannya. Kau tahu aku merasa dia hanya ingin punya teman seranja*ng saat itu, jadi jelas saja aku menghindarinya, aku tak mau merasa dimanfaatkan." Ini semua cerita bohong tentu saja, aku harus memperlihatkan hubunganku seperti yang seharusnya.
"Itu bagus..." Tommy berkata di telingaku. Aku tidak boleh meminta secara gratis pekerjaan apapun harus dia yang memintaku. Itu yang dikatakan Tommy.
"Apa maksudmu itu bagus?" Aku heran.
__ADS_1
"Kau mau pekerjaan seperti kemarin?" Aku melihat Nicholai dengan terkejut.
"Apa maksudmu? Pekerjaan seperti kemarin?" Aku berpura-pura binggung padahal aku sudah tahu maksudnya
"Merayunya Francoise..." Nicholai memperjelas perkataannya, sementara aku memandangnya dengan ekspresi tak percaya.
"Tolaklah dulu, katakan kau tak bisa tiba-tiba menghubunginya lagi." Suara Thomas bergema di telingaku.
"Tidak...tidak, aku tak bisa. Bagaimana mungkin aku sengaja meneleponnya seperti itu. Apa yang harus ku katakan, kau membuatku seperti menjajakan tubuhku padanya. Aku tak cinta mati padanya, apa alasanku meneleponnyan, dia pasti curiga padaku."
Nicholai langsung tersenyum.
"Kita bisa mengatur kejadian kebetulan untuk itu. Jangan khawatir." Nicholai langsung menjawab, sementara aku merasa nampaknya dia datang dengan tim banyak orang sehingga dia bisa mengatur banyak hal dengan mudah.
"Kejadian kebetulan?" Dia dengan cepat bisa mengatur caranya, jika dipikir-pikir sekarang yang Nicholai lakukan hanyalah memanfaatkan persahabatan kami untuk mencapai tujuannya.
__ADS_1
Sebaiknya aku tak usah sentimental, dia memanfaatkanku aku juga akan memanfaatkannya.