
POV Author
Nicholai menakar apa yang di dengarnya dari wanita cantik ini.
"Mungkin kau mirip cinta pertamanya. Jelas dia punya sesuatu yang dia sukai tentangmu." Nicholai membuat komentarnya. Menurutnya tak mungkin seorang pria bertindak tanpa maksud tertentu. Bahkan pria itu meminjamkannya uang. Sara bahkan bukan seorang principal.
"Ya mungkin dia sedang merayuku. Tapi tak ada gunanya karena aku akan ke LA sebentar lagi. Akan kulembalikan check ini melalui Tuan Phillips nanti."
Nicholai melihat sebuah kesempatan sekarang untuk melakukan pekerjaan lain. Nicholai Manturov dari luar dia adalah danseur terkenal, sering dikirim ke berbagai negara oleh Bolshoi Ballet Company, tapi diluar itu dia adalah agen tingkat tinggi KGB yang direkrut untuk beroperasi di banyak negara dengan memanfaatkan profesi dan ketampanan wajahnya.
Nicholai segera membuat telepon ke pimpinan timnya.
__ADS_1
"Kalian sudah punya cara mendekati Francoise Civil?" Diluar perkiraan siapapun dia mempunyai target operasi Francoise Civil, Francoise adalah pimpinan perusahaan kontraktor Department pertahanan US yang mempunyai blue print teknologi militer yang dia incar.
"Belum. Dia sulit di dekati bahkan oleh agen berpengalaman sekalipun. Dia tak pernah membiarkan sembarangan orang mendekatinya. Kita mengirim Katarina ke pesta kemarin tapi percuma saja dia sama sekali tak tertarik. Bahkan Agnes juga turun, tak satupun dari mereka berhasil." Igor yang adalah pimpinan tim operasi kali ini kehabisan cara untuk membuat seseorang bisa memasukkan virus mata-mata ke dalam ponselnya.
"Kurasa aku tahu siapa yang bisa mendekatinya. Tapi mungkin aku harus membayarnya dengan harga yang pantas."
"Berapa?" Igoŕ sang pimpinan operasi langsung bertanya.
"Mungkin 20,000 atau 25,000."
"Setuju, 30.000 asal dia bisa memasukkan virus langsung ke ponselnya. Kita akan membantu bagaimana caranya dia tak terdeteksi."
__ADS_1
"Aku mengerti."
Sekarang pimpinan tim sudah menyetujui usulnya. Yang akan dilakukannya adalah bicara dengan gadis itu. Gadis cantik yang entah apa alasannya bisa menarik perhatian seorang Francoise Civil.
Dia memilih waktu yang tepat. Karena pementasan mereka tinggal tiga pementasan lagi, maka dia harus melakukannya sekarang juga sebelum dia sesuai jadwal harus kembali ke Moskow.
"Sara, bagaimana Ibumu." Sekarang dia bicara pada Sara setelah dia kembali ke tempat latihan. Mereka sedang duduk makan malam bersama, Nicholai sengaja mengajak makan malam Sara di tempat yang memungkinnya melakukan pembicaraan dengan leluasa.
"Dia baik, untungnya dia tak ada keluhan lain. Dia bilanh dia bisa sendiri dirumah, ada Ny. Harrison yang bisa melihatnya jika sesuatu terjadi, dia berkeras aku tak usah kembali ke Staten Island lagi."
"Kau jadi mengundurkan diri setelah ini." Nicholai mulai mengajaknya bicara.
__ADS_1
"Iya tentu saja tekadku sudah bulat tak mungkin berubah lagi."
"Kau punya uang untuk memulai di kota baru." Gadis itu terdiam sebentar. Dengan kediamannya Nicholai tahu dia pasti butuh uang. Tak mungkin dia akan menolak tawaran kerjasama mereka.