BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 165. Opposite Side 2


__ADS_3

"Hmm sebenarnya aku tak menyangka ... Kelihatannya dia cukup konservatif aku tak menyangka dia punya hobi seperti itu. Benar-benar dia telah menipuku dengan kelakuqn dan sikap manisnya."


"Entahlah, mungkin kau berhati-hati saja apalagi dengan bagian kau mungkin tahu beberapa masalah politik, kau tak tahu hati manusia, yah tapi ini terserah padamu, sebagai teman aku hanya ingin mengatakan apa yang kulihat padamu. Jangan percaya 100% padaku, kau harus memastikannya sendiri, mungkin aku salah lihat. Kau punya orang untuk melakukannya." Allison tertawa sedih dengan kata-kata Sara.


"Sayangnya aku sendiri yakin apa yang kaukatakan benar."


"Aku takut aku salah lihat, salah memberi informasi, mungkin kau harus melihat orang lain yang melaporkannya, mungkim laporan mereka berbeda."


"Tentu saja, aku sangat menghargainya Sara, kau tak usah merasa tak enak padaku. Kita teman, kebenaran harus di katakan." Allison menghela napas. "Sebenarnya akupun merasa ada yang tidak beres belakangan, intuisi wanita rasanya tak pernah salah..."


"Kau harusnya bicara pada Ayahmu, mungkin dia bisa menyarankan hal yang harus dilakukan. Apalagi situasi saat ini tegang karena sedang pemilihan presiden. Mungkin saja... ini hanya kemungkinan, kau jangan tersinggung aku mengatakannya, dia sengaja mendekatimu untuk mendapatkan informasi." Sara Sara berhati-hati untuk memilih kata, mereka belum terlalu lama berteman, salah-salah dia akan menyingungung perasaan Allison karena mengatakan padanya kemungkinan pacarnya adalah mata-mata.

__ADS_1


"Aku mengerti apa yang kau katakan, aku akan bicara dengan Ayahku, meminta saran apa yang harusnya kulakukan, dia punya banyakcara menyelesaikan keruwetan seperti ini, ..." Kenyataannya tidak, Allison adalah wanita logis diatas kebanyakan wanita lain. Dengan posisi Ayahnya dan posisinya sebagai putri sulung, dia sudah terbiasa menghadapi orang yang berusaha memanfaatkannya.


"Apa yang kau akan lakukan sekarang?" Sara bertanya karena nampaknya Allison sudah menetapkan pikirannya.


"Kita perlu mengetesnya, apa dia mata-mata atau bukan. Kau benar, Ayahku perlu tahu ini. Jika dia mata-mata jangan harap dia bisa lepas dariku begitu saja. Aku yang akan ganti memanfaatkannya."


Sekarang Sara mengerti orang seperti apa Allison, dia tidak patah hati dan cenggeng seperti gadis-gadis lainnya, dia malah akan berbalik menghancurkan orang yang mencoba bermain-main dengan perasaannyan. Gadis tangguh ini, dia mengaguminya.


"Aku sedih tentu saja, siapa bilang aku tak sedih, aku sedang berusaha tak terlihat kalah." Allison mencoba tersenyum, orang yang membuatnya jatuh cinta ternyata pengkhianat. Sara menepuk bahunya dengan rasa simpati.


"Aku nanti akan butuh bantuanmu Sara, cuma kau agen rahasia yang aku punya." Sara tertawa, dia tak menyangka Allison akan berkata begitu.

__ADS_1


"Siap menjalankan tugas Mam." Dia menbalasnya dengan bercanda tapi juga sebenarnya serius. Allison tertawa.


"Ohh ayolah, jangan anggap aku atasanmu. Aku ini menganggapmu teman. Aku bersungguh-sungguh..."


"Aku juga bersungguh-sungguh, kau pikir posisi agen itu tidak ada hubungannya dengan kasus ini. Sebenarnya aku bahkan punya fotonya. Aku takut kau bilang tidak percaya padaku."


"Maksudmu foto Alton Mason dengan Pete Fudge?"


"Iya." Allison menaikkan alis matanya. Dia mendengar Sara ini memang agen yang bekerja di lingkaran Ayahnya. Dia tidak tahu dia secakap ini.


"Katakan padaku." Allison melipat tangannya melihat pada Sara, Sara langsung merasa dia melakukan kesalahan.

__ADS_1


"Apa ...?"


__ADS_2