BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 98. New Mission 2


__ADS_3

"Iya kami merencanakan Sara juga ikut ke lapangan."


"Bukankah dia akan memicu kecurigaan?" Francoise langsung bertanya. Benar juga apa mereka tak aneh jika aku ikut ke sana.


"Tidak, orang ini terkenal playboy, juga dia punya klub malam dan Sara adalah penari, kami memilihnya khusus karena alasan ini." Nathan Garcia menjelaskan lebih lanjut.


"Kami perlu seseorang yang merupakan penghubung langsung, sehingga tim sergap bisa merencanakan tindakann, clue sekecil apapun akan berguna, binbingan langsung ingforman sekecil apapun akan sangat membantu keberuntungan mereka bertahan hidup. Sepupu Gulf Cartel ini juga punya klub malam di Matamoros, jadi tak akan jadi kecurigaan jika kami menyisipkan seseorang seperti Sara sebagai penghubung."


Aku mendengarkan semua itu dengan ngeri. Kali ini aku harus berhadapan dengan kartel narkoba Mexico. Mau tak mau harus aku jalani. Dan Lyold Austin, dia politisi yang terkenal aku sering melihatnya berseliweran di berita televisi, pantas saja penculik itu menganggap rekening Austin ini tanpa batas.


Tak lama kemudian Thomas datang, aku langsung di brief oleh Thomas di tempat Francoise.


"Alicia Austin, keponakan Tuan Lyold Austin, pergi bersama empat temannya yang lain untuk menjalani bedah plastik..." Foto lima orang ini harus kuingat di kepalaku.

__ADS_1


Aku mendapat penjelasan bahwa banyak warga Amerika di perbatasan melakukan perjalanan ke Meksiko, dari layanan dokter gigi sampai ke bedah plastik karena harga yang jauh lebih murah dari US. Dan kartel di Mexico kadang lebih berkuasa dari polisi lokal, mereka punya uang berlimpah dan senjata.


"Mereka diculik tiga hari yang lalu, kamera keamanan menangkap saat mereka diculik, informan mengatakan mereka di culik oleh Gulf Cartel tapi karena mereka mengajukan tebusan yang tidak masuk akal dan berkeras tidak menurunkan harganya kami memakai cara ini." Aku dan Francoise mendengarkan tanpa menyela.


"Juan Ignazio pimpinan Gulf Cartel dan sepupunya Diego Ignazio pimpinan Scorpion Cartel, mereka menguasai kota perbatasan Matamoros, mereka tidak akur, seluruh kota tahu itu, kedua group itu pernah beberapa kali terlibat kontak senjata dan memang musuh bebuyutan walaupun mereka keluarga. Dan itulah yang kita manfaatkan sekarang, mereka bersedia membayar 5 juta dollar untuk itu."


"Lalu tugasku adalah."


"Kau mengerti apa yang harus kau katakan?"


"Iya jelas." Aku langsung mengangguk.


"Aku akan mendengarkanmu, jika dia sudah setuju aku akan langsung bergabung." Thomas memberikan arahan.

__ADS_1


"Mengerti." Aku beruntung Thomas bisa bergabung denganku, aku hanya membuat pembukaan.


"Kalau begitu kita tunggu sampai dia dan kejasihnya makan siang baru kita akan masuk ke perundingan." Kami menunggu kabar beberapa saat, tepat jam 12.15 agen lapangan yang dibawa untuk membantu Thomas melapor kepada kami target kami sudah ada di restoran.


Kami menuju ke sana segera. Aku berdebar-debar, Thomas menunjuk dengan dagunya dan berbisik saat kami mengedarkan pandangan menyapu area restoran.


"Arah kam 11, baju bunga biru, itu Diego Ignazio." Aku mengangguk.


"Aku ke sana sekarang."


"Iya baiklah, ingat apa yang aku ajarkan kepadamu." Thomas membimbingku untuk terakhir kali sebelum aku mengubah arah mendekati seorang pria yang sedang bersama seorang wanita.


"Selamat siang Tuan Diego,..."

__ADS_1


__ADS_2