BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 85. Mom Expectations 3


__ADS_3

"Jadi kau akan datang bukan?" Pertanyaan Ibunya membuat Francoise menyerah.


"Baiklah Mom, jangan berharap banyak dariku. Aku selalu mengatakan padamu aku akan berjalan mengikuti hatiku. Dan apapun pengaturan yang kau buat jika aku tak ingin melakukannya tak akan ada yang terjadi." Kutegaskan kembali padanya.


"Aku selalu berharap banyak darimu. Kau masih memikirkan Beatrice tercintamu itu? Aku tidak mendidikmu serendah itu." Dia masih mencerca Beatrice setelah sekian lama, hanya karena aku masih berada di bawah binaannya aku tak bisa melawan, tapi sekarang aku sudah cukup kuat memutuskan apa yang kuinginkan sendiri.


"Bagaimana keluarga masa depanku tidak tergantung kualitas harta istriku Mom, kenapa kau tidak membiarkanku mencari apa yang kuinginkan, standarku dan standar yang kau tetapkan berbeda, kenapa kau terus menerus mendikteku seakan aku mahasiswamu."


"Aku memberimu standar karena ingin melihat keluargamu berhasil. Ingin melihat namamu besar di masa mendatang. Bagian apa yang salah dengan semua itu."


"Yang menjalani keluarga jika aku menginginkannya itu adalah aku bukan kau." Francoise sudah sampai tidak bisa mentolelir keinginan Ibunya kali ini, dia tidak ingin lagi mendebat apa yang akan dia lakukan ke Ibunya. "Ini terakhir kalinya aku mau ikut ke makan malam yang kau atur Mom. Lain kali tak ada lagi. Jika kau membuat malu dirimu sendiri aku tak perduli."

__ADS_1


Ibunya menghela napas mendengar kata-katanya.


"Harusnya kau itu berterima kasih padaku."


"Aku berterima kasih padamu. Tapi tidak sampai begitu jauh."


Dia tahu Ibunya sudah berusaha keras membimbingnya dan memberikan bantuan untuk kariernya hingga sekarang. Tapi sekarang apa yang dia lakukan soal menjodohkannya ini sudah tak bisa diterimanya lagi. Dia masih menyesal soal Beatrice dan dia tidak akan membiarkan ada Beatrice kedua dalam hidupnya.


"Aku tak akan membiarkan Mom melukainya seperti yang Mom lakukan ke Beatrice."


"Aku mempersiapkan landasan yang baik untukmu. Tidakkah kau mengerti. Bahkan untuk cucuku, untuk anak cucuku. Kau hanya berpikir cinta. Lihat apa cinta Ayahmu dan Mom cukup untuk bertahan." Aku tertawa mendengar kata-katanya.

__ADS_1


"Mom, kenyataannya kau yang merasa tak cukup dengan harapanmu. Jika Ayah tak bisa memuaskan harapanmu bukan berarti kau harus membebankannya padaku."


"Kau rupanya sangat membela Ayahmu yang lari ke Marseilles itu. Dia sangat menyukai hidup tenang, Mom tak menyangka kau mengikutinya " Sekarang dia mulai menjelekkan Ayah lagi, dulu aku berpikir dia benar, tapi setelah masalah Beatrice aku mulai mengerti sudut pandang Ayah.


"Dad hidup dengan baik-baik saja dengan keluarganya sampai sekarang, dia bahkan sudah punya cucu. Keluarganya terlihat bahagia di Perancis, dan aku tak melihat mereka kekurangan apapun. Mereka berpisah karier Mom melejit, tapi bukan berarti Mom bisa menyalahkan Dad. Aku juga tak pernah menyalahkan Mom, semua hanya masalah pilihan."


"Sekarang kau memang sudah pintar bicara." Aku menghela napas panjang.


"Baiklah, terserah padamu Mom. Yang jelas aku hanya akan ikut terakhir kalinya. Jika ada lain kali aku tak akan menurutimu lagi." Mom melihatku dengan perhitungannya sendiri. Staff khusus presiden ini memang mengagumkan.


"Jam 6 sore hari Jumat datanglah ke sini. Pergilah aku harus meeting online dengan staffku."

__ADS_1


"Jam 6 sore." Ini terakhir kali Francoise menurutinya.


__ADS_2