BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 50. Sara Mission 9


__ADS_3

"Tadi kata-kataku memang salah. Kau berhak merasa tersinggung, aku salah dan mengakuinya. Aku minta maaf menganggap apa yang kau jalani sekarang buruk, aku lupa mungkin yang dulu kelihatannya mewah tapi tak bisa menopang, dan yang lainnya kelihatannya suram tapi bisa menjanjikan lebih baik. Kau yang dengan berani menjalaninya demi Ibumu, meninggalkan apa yang dari sudut pandang orang lain terlihat lebih baik, aku harusnya menghargaimu dan tidak mengatakan itu. Aku salah, dan aku minta maaf padamu." Dia mengatakan itu dengan jelas, dia benar-benar ingin minta maaf.


Aku tersenyum dengan lebih tulus sekarang.


"Kau dimaafkan. Kau manis juga." Aku tertawa dengan kata-kataku sendiri dan dia juga tersenyum untukku.


Dia minta maaf padaku, aku tak pernah mengharapkan dia akan bersikap begitu perduli pada perasaanku.


"Apa ada banyak pria yang menggangumu di tempat seperti itu?" Tiba-tiba dia bertanya.


"Kadang, ada stereotype kami bisa dibeli, tapi aturan klub jelas, kami penari, kecuali sang penari mengizinkan itu terjadi kami jelas tak mau disentuh sembarangan. Pasti ada sedikit insiden tapi ya itu masih bisa kuatasi dengan keamanan klub."


Dia terlihat menghela napas. Aku jadi berpikir Tuan Direktur ini bersikap manis padaku. Apa yang sedang diusahakannya.



"Pasti berat untukmu."


"Aku tahu cara menghadapinya." Dia melihatku dengan pandangan aneh, mungkin dia pikir itu sangat sulit, tapi sebenarnya aku tinggal menepis tangan orang-orang yang menyentuhku dan mereka tidak akan berani. "Aku baik-baik saja. Sudah kubilang padamu aku tahu cara menghadapinya, tidak seburuk yang kau kira."


"Jika seseorang membuatmu marah, kau bisa meneleponku, akan kusuruh Johnny menghajarnya sampai dia minta maaf padamu." Sekarang aku tertawa.

__ADS_1


"Kau baik sekali. Tidak, selama ini tidak ada insiden yang seperti itu."


"Terserah padamu, kutunjukkan kamarmu." Sekarang aku mengikutinya. Apa ini maksudnya aku tidur bersamanya seperti saat terakhir.


Tapi tadi housekeeper nya mengatakan dia menyiapkan dua kamar.


"Kau tidak tinggal di sini?"


"Kadang-kadang. Aku punya rumah juga di Highwood, apartment ini faselitas perusahaan. Lebih banyak aku pulang ke rumah."


Dia membuka salah satu pintu. Sebuah kamar dengan tempat tidur quuen size untuk tamu ada di sini.


"Di lemarì kau dapat menemukan baju ganti, perlengkapan mandi untukmu." Dia membukakan sebuah lemari, nampaknya bukan aku saja yang pernah kesini, bahkan ada baju untuk tamu wanita. Teman-teman baiknya pasti dibawa ke sini.


"Kau sudah makan? Aku bisa memesan makanan jika kau ingin?"


"Sudah, aku sudah makan. Tak usah terima kasih.


"Baiklah jika begitu, kalau begitu besok kita bertemu saat sarapan."


"Begitu saja?"

__ADS_1


"Aku hampir lupa, ini ponsel klonnya, kau harus menyabotase ini bukan, datanya sudah di siapkan." Dia mengeluarkan sebuah ponsel untukku.


"Oke."


"Ya baiklah, sampai jumpa besok." Dia berbalik pergi menuju pintu. Aku tak percaya dia pergi, dia tak merayuku? Dia benar-benar tak mengambil kesempatan ini?


"Ada yang kulupakan? Kenapa kau binggung begitu?"


"Tidak... hanya..."


"Hanya apa? Thomas mengatakan ada yang harus kulakukan? Tak ada yang bilang apapun padaku selain memberikan ponsel itu padamu, aku tak akan salah pada pesan mereka." Dia tak jadi pergi dan kembali ke depanku memperlihatkan pesan dari seseorang di ponselnya.


"Tidak? Hanya kupikir kau akan..."


"Kau pikir aku akan apa?" Dia bertanya tidak mengerti.


"Tidak ada, baiklah selamat malam." Aku tergagap sendiri. Kupikir saat dia membawaku ke apartmentnya akan ada sesuatu yang terjadi.


Dia tersenyum melihatku tergagap.


"Apa kau berpikir aku membawamu ke sini untuk kepentinganku?" Dia menaikkan alisnya untuk bertanya apa pikiranku. Aku tidak berani menjawab itu. "Mungkin aku tak seburuk yang kau pikirkan. Sudah kubilang aku tak meminta bayaran padamu." Dia mengulum senyumnya.

__ADS_1


Dengan kata-kata itu dia menutup pintu. Aku menghela napas, baiklah, dia tak seburuk yang aku pikirkan.


__ADS_2