BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 25. Trap


__ADS_3

POV Sara


Nicholai yang nampaknya adalah seorang agen mata-mata. Tak bisa kupercaya. Tapi yang jelas dia adalah orang yang bisa memberiku 40.000 sebagai modal kepindahanku ke LA?!


"Kau pikir dia tidak akan mencurigaiku. Selama ini aku tak punya hubungan dengannya."


"Sudah kubilang kau hanya berakting kau tertarik dengan kebaikan hatinya. Dia juga menggunakan kebaikan untuk mendapatkan wanita. Kau tak tahu berapa banyak dia punya kekasih sementara di tempat latihanmu." Nicholai mengatakan fakta, bahkan banyak orang tahu itu.


"Aku tahu, ..." Tapi nampaknya dia baik. Apa aku salah mengartikan kebaikannya? Dia bahkan meminjamkan 10.000 tanpa meminta apapun, kenapa dia begitu baik padaku. Ya bagaimanapun tak akan ada makan siang gratis. "Dia nampak baik padaku."


"Dia punya alasan, sudah kubilang, mungkin kau mirip dengan cinta pertamanya. Kau bisa bertanya nanti."


"Kau pikir dia akan terpikat tidur denganku?" Melakukan ini demi 40,000. Demi Mom...

__ADS_1


"Akhir pekan ini NYC Ballet mengandakan dinner party dan pesta dansa untuk para donatur, fans premium, principal dan para penari di Hilton Hotel. Kau bisa mendekatinya saat itu, kami akan mengerjakan bagian kami untuk itu."


"Apa bagian kalian."


"Memasukkan obat perangsang ke dalam minumannya. Kau hanya harus mendekatinya, aku jamin itu akan mudah." Mereka ternyata sudah punya rencana, nampaknya dia bahkan punya tim operasi di sini.


Aku diam, tak menyangka aku akan ada di titik aku harus melakukan hal seperti ini.


"Kau hanya melakukan ini sekali. Bersikaplah kau terkesan dengan kebaikannya. Kau bisa berlagak kau terlalu banyak minum di sana untuk melancarkan rencanamu. Kau dapat 40,000 . Kau bisa mengundurkan diri dan berkarier dengan baik di LA. Tak akan ada lagi kesulitan keuangan di masa depan. Pikirkan itu." Nampaknya dia mengerti aku masih ragu.


"Tidak akan, mana mungkin pria yang sudah dipenuhi keinginannya sendiri akan awas pada keadaan yang nampaknya berada di dalam kendalinya, kau kau lakukan hanyalah terpesona padanya dan biarkan dia yang memimpin." Nicholai memupus keraguanku.


Dengan direcoki pemahaman itu aku menghadiri pesta ini. Aku diberikan baju sutra putih gading dengan desain elegan menawan, dengan match perhiasan anting mutiara tiruan yang menjadikan penampilanku sempurna. Tak pernah aku merasa begitu cantik... untuk menjebak seorang pria.

__ADS_1


Aku datang ke pesta dengan Nicholai, tapi kami tak bersama.


"Lampu indikator ini akan menyala hijau jika kau sudah bisa melepaskan alatnya dari ponselnya, kami akan melakukan bagian kami, usahakan dia menciummu, lipstick yang kuberikan padamu akan membuat obat tidur yang ringan, kau akan meminum antidote obat itu jadi kau tak akan terpengaruh... Keesokan harinya berpisahlah dengan biasa."


Dia menyerahkan sebuah alat seukuran jempol yang mempunyai colokan ke usb ponsel.


"Ini alat apa?"


"Kau tak perlu tahu detaiknya itu akan lebih baik." Dia benar lebih sedikit aku tahu akan lebih baik.


Dan sekarang aku melihatnya, dengan tuxedo hitamnya dikerumuni beberapa wanita, dua diantaranya adalah teman baiknya. Perasaanku campur aduk, takut, berdebar, adalah yang cukup besar, lagipula aku tak tahu apa aku bisa menandingi pesona wanita lain dimatanya.


Dia melihatku, mata kami bertemu, dia terpaku lama padaku sehingga membuat wanita lain ikut melihat padaku. Jika aku masih tetap di NYC jelas aku sudah menjadi musuh mereka.

__ADS_1


bersambung besok----


Sedikit dulu hari ini ya


__ADS_2