BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 106. Matamoros 6


__ADS_3

"Kita selamat, syukurlah...." Mereka heboh merayakan keselamatan mereka tentu saja. Aku dan Thomas memotong tali mereka. Memeriksa kondisi mereka.


"Nona dan Tuan kalian orang Amerika?" Salah seorang gadis itu bertanya padaku.


"Iya, kalian selamat, sebentar lagi helicopter akan kesini dan membawa ke pangkalan militer terdekat." Thomas yang menjawabnya.


"Sudah kubilang Pamanku akan menyelamatkan kita." Nampaknya ini keponakan anggota partai penting itu. Nora Austin. "Benarkan Nona, Pamanku Lyold Austin yang mengutus kalian."


"Iya." Aku menjawab singkat. Dia memang gadis yang beruntung.


"Kalian bisa berjalan. Kita akan menunggu heli segera, tidak aman di sini."


"Kakiku terkilir, sakit sekali aku tak bisa berjalan." Salah seorang gadis, kali ini yang bernama Nora Austin itu, dialah yang bisa menggerakman begitu banyak bantuan untuk bisa sampai di sini.

__ADS_1


"Kakimu terkilir?" Aku melihat dia menunjuk ke kakinya yang bengkak. "Thomas kau punya perban." Biasanya prajurit membawa P3K mereka sendiri. Aku bisa membalutnya membuatnya stabil agar dia tak terlalu kesakitan sebelum dia ditangani lebih lanjut.


"Ada, tunggu sebentar." Thomas mengambil dari kantongnya dan melemparkannya padaku. Dia mengambil foto kami untuk laporan ke atasannya. Dia memotret kami sementara aku bekerja membalut kaki gadis itu.


"Terima kasih Nona, jika kalian tak bisa melacak kami di sini aku tak tahu apa yang akan terjadi pada kami, mereka mengancam akan membunuh kami jika keluarga kami tak membayar tuntutan." Nora Austin bercerita hampir menangis, kejadian beberapa hari ini pasti membuatnya merasa putus asa.


"Aku hanya menjalankan tugas. Kau harus berterima kasih kepada Pamanmu. Kau sudah aman." Aku tersenyum pada gadis cantik itu. Dia ke sini untuk menjalani operasi plastik bagian mana dari gadis ini yang kurang cantik sehingga harus diubah, manusià memang tak akan pernah puas.


Thomas menyelesaikan laporan. Aku juga menyelesaikan balutan. Dan membuatnya mencoba berjalan, kami memang harus pergi dari sini jadi gadia ini sedikitnya harus mencoba berjalan.


"Kita pergi, Nona Austin..." Thomas menyelesikan laporan, sementara semua orang bersiap juga pergi.


"Tuan Diego terima kasih kerjasamanya, urusan lebih lanjut nanti kau akan dihubungi." Aku berterima kasih untuk Tuan Diego, pembayaran uang tiga juta itu belum dilakukan.

__ADS_1


Aku membantu Nora berjalan bersama dengan temannya yang lain, ke ladang ganja yang sudah di tebas untuk landasan pendaratan heli di depan sana. Baru setengah kami berjalan dari jarak sekitar 500 meter, radio komando berbunyi dengan mengerikan.


"Bersiap kontak senjata!" Aku dan Thomas melihat satu sama lain! Sedetik kemudian suara senapan terdengar!


"Sara! Senjata ini, buka pengamannya seperti ini, arahkan, tembak sebisamu. Mengerti." Aku mengangguk dengan cepat, "Kembali ke rumah!" Thomas lari ke arah lapangan pendaratan.


"Butuh bantuan, kami di sergap!" Akan ada bantuan dari heli, tapi aku tak tahu seberapa banyak anggota cartel yang menyerbu kami. Ya Tuhan aku seperti berada di medan perang, aku hanya ingin pulang ke NYC sekarang. Kenapa aku bisa terdampar di ladang ganja ini, berkali-kali unpatan ini tak aka meyelesaikan masalah.


"Girls, lari ke rumah di depan sana!" Semangkin banyak suara tembakan terdengar.


...----------------...


bersambung besok........😜

__ADS_1


__ADS_2