
"Kau sudah berani menemui Ibuku meminta bantuan, kau sudah terlalu baik padaku. Aku tak mau membuat udaha besarmu tak berarti. Lagipula sudah kubilang, kata-kata hanya kata-kata mereka tak bisa melukaimu jika kau tidak mendengarnya, Ibumu bagaimanapun adalah orang luar diantara kita berdua, walau tentu saja aku harus menghormatinya. Saat kita berdua bahagia bersama, kenapa kita harus melihat orang luar yang menggangu kita."
Dia sedikit terperangah, aku sendiri tidak menyangka sampai sekarang aku bisa mengabaikan masalah ini dan tidak membiarkannya menggangu hubungan kami. Nampaknya proses dari beberapa kejadian belakangan ini dan waktu telah banyak membantuku.
"Itu hebat, aku tidak menyangka kau bisa berpikir seperti itu." Dia memelukku dan mencium pipiku sekarang. Aku tertawa menerimanya.
"Berhentilah mengkhawatirkanku. Aku tidak akan baik-baik saja, ya walaupun kita harus memikirkan cara mendekatinya nanti, tapi aku sudah berjanji akan bersamamu."
"Aku tenang jika begitu. Aku akan berusaha bicara dengan sabar padanya sampai kita mendapatkan persetujuan."
Aku berhenti sebentar, kupikir ini saat yang tepat untuk membicarakan soal penawaran Thomas.
"Sayang semalam aku menyelesaikan tugas dari biro. Thomas memberikanku penawaran untuk bergabung dengan biro, dia ingin memperpanjang kontrak. Aku berpikir aku akan mengambilnya."
__ADS_1
"Aku berusaha memperpendek kontrakmu tapi kau malah ingin menerima perpanjangan kontrak? Melakukan tugas-tugas berbahaya lagi."
"Tidak...tidak, Thomas jelas-jelas mengatakan tugas seperti di Mexico tidak akan diberikan kepadaku, tapi ini lebih seperti tugas di US yang perlu bujukan. Tugas terakhirku di Miami seperti itu, tapi hasilnya aku bahkan bisa membuat Cohen McCarthy pindah kubu." Francoise melihatku dengan tak percaya, Cohen McCarthy itu nama besar anjing bulldog Ronald Schump, bahkan dia sudah jadi pengacaranya selama sepuluh tahun, mendapatkan pria seperti itu berganti kubu sangat tidak bisa dipercaya.
"Cohen McCarthy? Bagaimana bisa...? Bukankah tugasmu yang kamarin berhubungan dengan keluarga Dawkins?"
"Iya, tapi anggap saja itu keberuntunganku. Aku sendiri tak menyangka di hari terakhir aku ada di Miami dia bisa mendatangiku." Jika dipikir-pikir itu memang keberuntunganku, dia bisa saja bicara ke orang lain tapi dia memilih bicara denganku.
"Ehmm ada berita besar di televisi dua hari lagi, kau akan melihat itu. Akan ada kejutan besar." Aku mengatakan dengan yakin sehingga Francoise tidak punya pilihan selain percaya denganku.
"Wow, ini berita yang sangat keren."
"Dan aku yang membuat berita itu." Aku tertawa, kemudian melanjutkan. "Setidaknya dengan pekerjaan ini, aku punya nilai yang lain di mata Ibumu, bukan hanya sebagai penari saja, mungkin kita bisa membual bahwa aku agen rahasia yang bekerja jadi penari." Aku meringis geli dengan sebutan pekerjaanku.
__ADS_1
"Kau benar-benar bertekad heh? Kau tidak takut?"
"Ya aku takut jika ada tugas seperti di Mexico, tapi karena Thomas berjanji sendiri aku tidak akan mendapat tugas semacam itu lagi. Aku merasa tenang."
"Ya baiklah, lakukan yang kau mau." Dia membebaskanku akhirnya.
"Terima kasih Tuan Direktur. Jangan khawatirkan aku lagi, aku ada bersamamu." Dia menghela napas lega akhirnya.
"Terima kasih kau sudah begini kuat bersamaku."
"Karena kau juga sudah mengusahakan yang terbaik untukku."
Kami akan melewati ini, aku tak akan khawatir.
__ADS_1