
"Mengerti Sir."
"Ada empat orang pria di mobil itu."
Dengan tambahan orang mereka mengurung rumah itu. Hampir dua puluh menit kemudian mereka menunggu dalam gelap ketika sebuah mobil mendekat. Thomas yakin ini adalah orang yang memerintahkan menculik Sara.
"Seseorang datang. Bersiap, dengarkan perintahku."
Thomas menunggu, dia ingin melihat siapa yang menculik Sara. Mungkin Sara punya banyak musuh karena dia terlibat dalam banyak hal. Bahkan calon Ibu mertuanya membencinya, kasus terakhir dia bahkan bermasalah dengan Alton Mason. Dia tidak punya ide siapa yang mengincar Sara sekarang. Bisa siapa saja.
"Tahan..." Dia ingin mendengarkan apa yang terjadi dulu sebelum dia bergerak.
"Sir rumah ini terdaftar atas nama keluarga Markson."
__ADS_1
Pikiran Thomas memeriksa ingatannya, Markson, siapa? Tiba-tiba dia ingat Sara punya masalah dengan Maureen Markson, keluarga kaya itu cukup terkenal di NYC. Mungkinkah yang menyuruh orang menculiknya itu Maureen Markson?
Mobil itu berhenti di samping rumah. Seseorang membuka pintu mobil dan keluar. Seorang gadis! Benarkah itu Maureen Markson, Thomas yakin 90% sekarang. Gadis ini psychopath juga berani menculik orang.
"Kalian mendapatkannya?" Suaranya nyaring hampir terdengar riang ketika mendekati mobil penculik.
"Tentu saja Nona, kami bisa diandalkan untuk pekerjaan mudah semacam ini." Sang penculik membanggakan diri untuk hasil pekerjaannya.
"Apa yang harus kami lakukan padanya?"
"Apa Anda ingin kami menculik Ibunya juga seperti rencana kita sebelumnya?" Thomas meringis, menculik Ibunya Sara? Gadis ini memang psikopat kriminal gila. Apa yang ada di pikirannya.
"Iya, bawa dia kesini. Biar dia tahu dengan siapa dia berhadapan. Akan kulihat dia meminta ampun untuk Ibunya. Ikat dia di kursi dan aku akan menyiksanya." polisi lain juga mendengar apa yang gadis itu katakan
__ADS_1
Jadi ternyata dia ingin membalas tamparan yang dilakukan oleh Sara padanya, Thomas mendengar cerita itu dari Sara. Semua ini karena mereka memperebutkan seorang pria.
"Wanita gila..." Thomas sudah menyimpulkan situasi apa yang dia hadapi. Wanita kaya psychopath yang tak puas akan kekalahannya dan menggunakan uangnya untuk menyakiti orang lain.
"Bersiap untuk bergerak. Dalam hitunganku." Thomas mulai memerintahkan orang-orang yang sudah mengepung mendekat.
Sementara Sara dikeluarkan dari bagasi mobil, badannya sakit sudah meringkuk sejam di bagasi. Dan sekarang begitu cahaya silau lampu membuatnya bisa bernapas. Dia mendengar samar-samar orang berbicara dan mengertì bahwa yang menculiknya adalah orang suruhan Maureen.
Tapi dia tidak takut, kalau hanya untuk diancam begini. Justru Maureen lah yang harus takut sekarang.
"Bawa dia ke depanku!" Kata-kata Maureen begitu pintu bagasi terbuka.
Sara ditarik keluar dan ditopang berdiri oleh dua orang, kakinya kebas terlalu lama di tekuk dalam bagasi, udara dingin malam membuatnya menghela napas lega.
__ADS_1
"Ternyata kau, halo Maureen sayang..." Sara menyeringai dan tertawa begitu dia melihat Maureen dan Maureen maju di depannya. Dia malah kasihan dengan gadis ini, sebentar lagi dia akan terlibat masalah besar yang akan mengantarnya ke penjara malam ini juga. Menculik agen yang sedang bertugas adalah kesialan yang perlu ditertawakan.
"Kau sangat hebat heh? Atau kay sudah gila. Tidak punya rasa takut sama sekali, sudah merasa mampu menantang siapa saja setelah menjadi pacar Francoise?" Maureen langsung mendorong kepala Sara kebelakang, berpikir dia sudah gila.