BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 83. Mom Expectations 1


__ADS_3

"Aku tahu, aku tak akan minta bantuan seperti ini lagi di lain waktu, hanya kali ini saja. Terima kasih Phillipe." Dia hanya bisa menggunakan kartu truf ini sekali. Philipe pasti tak mengizinkan dia melakukan intervensi seperti ini lagi.


Satu masalah telah dia bereskan. Sekarang dia tak usah melakukan apapun soal ini lagi, jika Sara tidak ingin makan malam dengannya hari Senin tak apa. Asal dia tidak makan malam dengan Matthew itu.


Dia tidak akan menelepon Sara terlebuh dahulu untuk menghindari kecurigaan bahwa dia telah mengatur ini.


Dia mengangkat telepon ke assisten kantornya.


"Tuan Francoise, selamat malam apa yang bisa saya bantu."


"Cherry tolong book penerbangan ke Antigua tanggal 16."


"Antigua Tuan, kau ingin ke resort khusus?"

__ADS_1


"Iya, ..." Dia memesan resort yang sama dengan tempat Sara bekerja. Mungkin dia bisa melihat pertunjukkannya sekaligus di sana nanti.


"Saya mengerti. Rincian perjalanan Anda akan saya kirim segera Tuan." Assistennya segera bekerja untuk memastikan pesanan bossnya terlaksana.


Setelah itu Francoise merasa puas. Tidak hanya dia berhasil membuat kencan Sara batal tapi juga memutuskan untuk mengikutinya ke Antigua.


Sebuah perasaan senang telah menang dari pesaingnya. Jika Sara tahu ini dia akan membencinya. Dia tahu hubungan mereka tidak lebih dari teman. Dan dia tidak bisa melakukan hal seperti ini. Tapi setelah Antigua apa? Sekarang dia berpikir sendiri apa yang telah dia lakukan.


Kenapa dia melakukan semua ini? Apa dia mencintai Sara? Dia merasa nyaman dengannya, merasa tak suka saat ada yang lain ingin mendekati Sara. Tapi apa dia mencintainya?


Dia bertahan tak ingin menyentuh Sara dan mempertahankan hubungan mereka hanya teman karena dia menyukai bagaimana dia bisa bersama gadis itu tanpa beban perasaan romantis. Ini memang aneh, sampai ada saat dia mempertanyakan apa yang dilakukannya sampai saat ini.


Tapi di saat yang sama dia benar-benar tidak ingin Sara menemui orang lain juga. Perasaaannya kacau sekarang, dia tidak tahu tindakan apa yang harus dia ambil setelahnya.

__ADS_1


Ibunya menelepon kemudian. Francoise segera mengangkatnya.


"Francoise, kau ada waktu akhir pekan ini?"


"Akhir pekan ini? Ada apa?"


"Ayo temani Ibu makan malam ke rumah Senator Richard." Ibu Francoise adalah Director of the Office Science and Technology Policy, Staff khusus president US. Jabatan yang cukup tinggi di pemerintahan walau tidak sampai ke tingkat kementrian.


"Kenapa aku harus yang menemani Mom." Francoise menghela napas panjang mendengar arah permintaan Ibunya itu.


"Kau keluarga Mom satu-satunya, siapa lagi yang bisa menemani Mom?!" Francoise menghela napas, kali ini dia pasti mengenalkan Francoise ke seseorang lagi, dia tahu anaknya ini tampangnya menjual juga punya jabatan yang mentereng.


"Mom aku tak tertarik pada peningkatan hubungan keluarga." Francoise langsung mengatakan pada Ibunya, bukan sekali ini dia mengenalkannya kepada seseorang.

__ADS_1


Ibunya ini adalah wanita karier tangguh, dia menjunjung tinggi kariernya. Tak heran pencapaiannya begitu bagus di karier pemerintahan. Jika dia melihat Ayahnya, dia cukup sederhana, tidak ambisius seperti Ibunya. Mungkin perpisahan mereka juga karena Ibunya terlalu ambisius pada pekerjaannya.


__ADS_2