BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 9. Patreon 3


__ADS_3

Jadwal latihan demi latihan yang kujalani akhirnya selesai. Dan kami akan masuk ke pementasan segera. Selama sebulan ini hal-hal berjalan dengan baik, aku dan Nicholai menjadi partner yang padu.


David H Koch Theater yang adalah rumah bagi pementasan New York City Ballet sudah terlihat ramai. Katanya tiket pementasan hari pertama ini terjual 90%nya. Itu angka yang sangat bagus.



Ini hari yang menyenangkan untuk memulai pementasan, poster kami sudah dipasang sebulan sebelumnya, akan ada sepuluh pementasan dalam sebulan ke depan. Hari ini adalah pementasan pertama di Sabtu malam.


Don Quixote hadir langsung dari novel yang ditulis oleh Miguel de Cervantes. Balet tersebut menghidupkan kerinduan yang menyedihkan akan keadilan yang berusaha diciptakan Knight Errant Quixote dalam semua urusannya.


Serta Kitri. Bersemangat dan penuh semangat hidup, Kitri jatuh cinta dengan tukang cukur kota Basilio. Tapi ayahnya punya rencana lain untuknya, dan Kitri menolaknya dengan semangat yang membara. Dia dengan mudah menarik perhatian orang-orang di sekitarnya, termasuk Don Quixote, yang salah mengira dia sebagai Dulcinea dan mengejarnya dengan semangat.


__ADS_1


Kostum merah membara ini sungguh membuatku bersemangat. Panggung besar seperti memanggilku untuk segera melangkah dan kerumunan penonton seperti gemuruh yang bertepuk tangan. Aku menyukai banyaknya penonton yang berkumpul hari ini.


"Ini sangat ramai. Nicholai memang ditunggu." Nicole yang ikut sebagai pemeran pembantu ikut mengintip isi kursi-kursi yang terisi.


"Iya sangat ramai. Si tampan Nicholai itu memang punya reputasi." Aku senang bisa menari bersamanya, ikut merasakan yang menonton sebanyak ini memang sebuah kesenangan.


"Hmm, kau benar. Di NY dia tidak kekurangan wanita. Di tempat latihan corps de balle memujanya seperti Casanova, di panggung dia punya banyak fans yang menunggunya. Italian memang terlalu menarik untuk dilewatkan." Nicole menggelengkan kepalanya dengan ekspresi menilai.


"Apa dia tidak pernah cerita padamu gadis yang dia kencani?"


"Sayangnya tidak, dia memang sok misterius. Memisahkan profesional dan pekerjaan dengan sangat sempurna. Dia tak pernah cerita dan gadis yang dikencaninya nampaknya menyembunyikan juga dengan sempurna. Selain kita mengira dia banyak kencan, gadis yang mengatakan mereka menjadi kekasihnya juga tak pernah muncul.


"Hmm kau benar gadis itu tak pernah muncul."

__ADS_1


"Jangan-jangan, dia adalah ga*y?!"


"Kurasa bukan, nampaknya dia masih menyukai wanita, apapun itu dia tak pernah menceritakannya padaku." Aku mengangkat bahu dengan ekspresi tak perduli.


"Benarkah? Dia tidak pernah cerita masalah pribadi sedikitpun?" Nicole juga terkejut dengan kenyataan itu.


"Tidak sedikitpun, mengejutkan bukan, aku sendiri tak menyangka dia akan punya begitu banyak penggemar. Apa mungkin karena dia beberapa kali dikirim ke sekolah ballet? Apa dia begitu terkenal."


Aku pikir awalnya Nicholai adalah orang yang terbuka, tapi setelah 30 hari ini aku belajar bahwa dia adalah pribadi yang sangat menjaga wilayah pribadinya, baginya pekerjaan adalah dibatas pekerjaan. Walaupun dia bersedia mendengarkanku, tapi hanya sedikit informasi yang bisa kau peroleh tentang hubungan pribadi, siapa dia di balik kesempurnaan tekniknya.


"Ya kurasa begitu. Ini benar penuh, katanya untuk Minggu juga penuh, daya tarik seorang Nicholai Manturov luar biasa."


"Karena dia Italian, kau tahu Italian memang Casanova." Aku meringis. Casanova yang penuh rahasia.

__ADS_1


__ADS_2