BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 123. Miami Beach 1


__ADS_3

POV Sara.


Beberapa hari sudah berlalu dari saat kedatangan Maureen ke rumah Francoise, rasanya aku seperti menunggu badai datang sebentar lagi. Walaupun Ibu Francoise bertempat tinggal di Washington, tapi tentu saja dia bisa datang ke sini.


Entahlah apa yang terjadi, dulu kekasih Francoise sampai minta putus karena bicara dengan Ibunya, sekarang aku akan merekam apapun yang dibicarakan Ibunya dan memberikan padanya. Biar dia juga mengetahui apa yang dikatakan Ibunya padaku.


Tapi siang ini tiba-tiba Thomas menelepon. Apa ada tugas lagi? Aku bisa dikatakan mungkin sudah sembuh dari cedera, tinggal pemulihan stamina.


"Sara, besok kau latihan menembak oke. Aku ada tugas untukmu nanti."


"Begitu, baiklah. Kali ini di luar atau di dalam negeri."


"Yang ini di dalam negeri. Lebih tepatnya di Miami. Tapi nanti besok kujelaskan padamu saat kita bertemu di tempat latihan tapi setelah kau selesai sesi pelajarannya. Kukirimkan orang yang harus kau temui di sesi latihan ini, kau hanya akan di latih menembak. Nanti setelah latihan kita bicara."

__ADS_1


"Baiklah, tentu saja."


Miami, ada apa di sana aku sudah penasaran. Aku mengatakan kepada Francoise bahwa aku akan menerima tugas lagi.


"Iya baiklah. Kau harus hati-hati."


"Iya aku akan hati-hati tentu saja, nanti selama aku mungkin di Miami jika ada sesuatu dengan Mom aku minta bantuan boleh?" Karena dia ada di sini kuharap dia bisa membantuku, aku tak tahu berapa lama tugasku kali ini. Karena lokal mungkin tak terlalu lama atau mungkin aku bisa kembali diantaranya.


"Tentu saja sayang dia Ibumu mana mungkin jika ada sesuatu aku tak membantu. Tapi perlu kau ingat kau belum pernah mengenalkanku pada Ibumu sebagai kekasih."


"Jika nanti Ibumu setuju oke. Jika aku mengenalkanmu sekarang, aku tak tahu apa yang terjadi di depan. Akan banyak pertanyaan yang aku tak bisa jawab dan Ibu akan khawatir, aku tak mau memberatkannya dengan banyak pertanyaan."


"Ya baiklah, kita memang harus lebih berusaha lagi. Ingat janjimu, apapun yang terjadi kita harus tetap bersama."

__ADS_1


Aku tersenyum padanya. Dia mungkin takut aku akan menyerah begitu saja seperti kekasih sebelumnya.


"Aku tak akan menyerah kecuali kau yang menyerah."


"Kita akan bersama." Sebuah janji untuk bersama diucapkannya. Membuat aku merasa sedikit ada harapan untuk kami di depan nanti.


Aku menjalani latihanku dengan baik, belajar teknik menembak yang benar keesokan harinya. Aku punya pengalaman asal tembak untuk menyelamatkan nyawa tentu saja, yang 90%nya adalah keberuntungan 10% adalah bakat terpendam yang menyelamatkan nyawa.


Pelatihanku ini di jadwalkan 5 hari sehingga aku benar-benar bisa memantapkan teknik menembakku, dan berkat 10% bakat itu pelatihanku berjalan lancar, Thomas mengangguk senang melihat laporan skorku.


"Ini bagus, kau melakukannya dengan baik." Dia memegang sheet laporanku.


"Aku mau tahu misiku. Kali ini tidak melibatkan bandar narkoba Mexico dan KGB bukan." Itu pengalaman hidup mati yang kalau bisa tak ingin aku ulangi lagi, cukup sekali agen tak berpengalaman sepertiku dihadapkan pada situasi seperti itu.

__ADS_1


"Tidak...tidak." Dia mengeluarkan satu map yang harus kupelajari. "Ini tugasmu, ...." Dia menunjuk sebuah foto pria tampan, berotot, seperti model gym atau sejenisnya. Aku membaca mamanya sekilas Jack Graham.


__ADS_2