BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 131. Fontainebleau Miami Resort 6


__ADS_3

Aku langsung menelepon Thomas dengan tidak sabar, padahal ini sudah malam.


"Apa?" Dia juga pasti berharap berita baik, ini akan membantunya tidur dengan lelap.


"Aku berhasil membujuknya untuk bicara dengan wartawan, dia mau."


"Ohh tiba-tiba sekali kau menyelsaikannya." Benar bukan Thomas menganggapi beritanya dengan baik.


"Dia baru saja bertengkar tadi siang dengan mommy sugarnya, aku mengambil kesempatan itu untuk masuk dan bicara padanya. Jadi kau bisa minta bantuan wartawan itu untuk menghubunginya."


"Mengerti, akan segera diatur. Wartawan kami akan segera terbang ke sana."


"Kalau begitu istirahatlah, aku membantumu tidur lebih baik bukan dengan berita ini. Maaf menganggu istirahatmu." Thomas tertawa.

__ADS_1


"Iya baiklah, kau benar. Terima kasih untuk kerja kerasmu. Kau juga pulang dan istirahatlah."


Aku senang bisa menyelesaikan tugas ini dengan cepat, tinggal beberapa saat menunggu berita itu keluar, dan akhir minggu ini mungkim aku bisa pulang sebentar ke NY melihat Mom untuk libur akhir pekan ini.


"Thomas aku bisa izin kembali ke NY akhir minggu ini bukan, hanya dua hari." Aku kembali menelepon Thomas keesokan harinya.


"Aku approval untuk minggu depan oke. Minggu ini akan banyak hal yang terjadi kau harus meyakinkan dan menemani temanmu itu. Memberi dukungan moral sedikit. Wartawan yang kita tugaskan akan terbang ke Miami besok."


"Kau boleh libur lebih lama minggu depan, aku akan approve empat hari. Lagipula jika berjalan baik, minggu depan semuanya seharusnya sudah selesai. Kau melakukan pekerjaan dengan bagus. Boss bilang dia akan berikan bonus untuk pekerjaanmu."


"Selama proses ini akan ada intimidasi dari pihak lawan, kau harus mengingatkan dia jangan kalah dari gertakan lawan. Pasti ada intimidasi yang akan terjadi, jika dia kalah dia tak akan lepas dari keluarga Dawkins."


"Aku mengerti Boss, anggap semuanya beres." Thomas tertawa dengan jawaban terlalu percaya diriku.

__ADS_1


Keesokan harinya aku diberitahu oleh Jack bahwa wartawan itu sudah meneleponnya dan akan membantunya.


"Thanks Sara, jika tidak ada kau aku sudah buntu dengan kondisiku." Dia berterima kasih padaku setelah dia menerima telepon dari wartawan yang kubilang teman Pamanku itu.


"Tak apa, kurasa jika semua sudah di mulai kau harus bertahan dari intimidasi pengacara mereka. Kau harus juga punya pengacara Jack, jika tidak kau tak punya orang yang mengerti membelamu."


"Iya, aku sudah mempertimbangkan seseorang. Kurasa dia akan bisa membantuku." Baguslah dia bisa memikirkan apa yang baik buat dirinya sendiri. Kurasa jumlah yang dia sudah kumpulkan lumayan banyak selama tujuh tahun.


"Itu namanya semangat."


Nampaknya semua berjalan lancar, sampai tiga hari kemudian pengacara yang sama yang kulihat beberapa minggu yang lalu berjalan dengan seorang dibelakangnya.


Mungkin dalam beberapa hari ini sudah ada perdebatan antara Jack Graham dan Dawkins yang tidak kutahu, bagaimanapun kami bukan sesama teman wanita yang akan selalu berbagi cerita, pasti sudah ada pertengkaran besar diantara mereka.

__ADS_1


Aku mendekat untuk tahu apa yang di bicarakannya.


"Kau mulai berani heh? Tak takut lagi dengan ancamanku." Dia menunjuk-nunjuk Jack di dadanya berniat meremehkannya sekaligus mengintimidasi.


__ADS_2