BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 52. Morning Chef 2


__ADS_3

"Itu cukup aneh. Baiklah, tidak ada hal romantis, tapi hanya teman. Kau yakin."


"Iya." Dia menjawab dengan yakin.


"Teman tidak boleh saling menyentuh satu sama lain." Aku meringis lebar saat mengatakannya. Ini sangat perlu digaris bawahi karena sangat penting untuk merasa nyaman dari kemungkinan hubungan romantis.


"Aku setuju." Dan hampir tertawa saat mendengarnya begitu yakin.


Apa itu bisa?


Sepertinya itu terlalu mengada-ngada. Pria, wanita, teman baik. Itu seperti hubungan pertemanan saat kau duduk di sekolah dasar.


Dia sendiri yang mengatakan itu. Tapi memang akupun tak ingin patah hati dengannya, hubungan teman ini walaupun cukup aneh, tapi seperti katanya aku tak usah khawatir akan ada sesuatu yang terjadi. Tak perlu khawatir aku harus mengharapkannya. Karena status kami sudah jelas hanya akan tetap jadi teman. Dia sendiri yang mengatakannya, dia sebaik ini padaku hanya berharap aku jadi temannya.


"Kau sangat yakin. Jangan mengingkari kata-katamu sendiri."

__ADS_1


"Tidak akan."


"Deal!" Aku mengajak dia berjanji dengan berjabat tangan.


"Deal." Dengan berani dia menjabat tanganku.


Aku akan dengan senang hati masuk ke sana. Tak ada hubungan romantis, teman baik, setidaknya dia bisa kugunakan sebagai jaring pengaman keuangan. Itulah gunanya teman bukan, di saat kau sangat memerlukan bantuan dia ada, tapi bukan berarti kau bebas merepotkannya dengan segala kebutuhanmu, itu namanya kau memanfaatkan orang. Dan selama ini aku tak pernah berniat merendahkan diriku ke titik memalukan seperti itu.


"Kau ada pertunjukan hari ini."


"Ada. Hari liburku biasanya Senin dan Selasa. Akhir pekan sudah pasti ada keramaian."


"Aku tak tahu, kemarin Ashley baru saja menelepon, dia bilang kemungkinan dia akan membuka kantor di sini karena mereka punya banyak permintaan pertunjukan di kota-kota pantai timur. Dia ingin merotasi senior di sini dan memintaku mencari tempat di pinggiran kota yang bisa digunakan sebagai tempat latihan kami dan mungkin kami bisa mencari penari baru di sini. Aku sedang mencarinya. Sepertinya untuk sementara aku bisa melihat Ibuku di sini."


"Ohh begitu. Itu bagus, kau akan lebih punya waktu bersama Ibumu. Aku punya kenalan orang agen properti yang bisa membantumu mencarinya."

__ADS_1


"Iya itu yang kupikirkan juga."


"Hmm... urusan dengan orang Rusia sudah beres?"


"Seharusnya sudah. Mereka bilang kau yang terakhir, setelah ini Nicholai akan pulang. Seharusnya aku tidak terlibat lagi bukan."


"Apa tak ada kemungkinan mereka memanfaatkanmu untuk tugas agen yang lain, kau sudah terlalu sering membantu mereka."


"Aku tak tahu, kemungkinan itu ..." Rusia memanfaatkanku untuk misi spionase lainnya.


"Ya karena kelihatannya kau bisa membuat semua pekerjaan mereka menjadi lancar, bukan tak mungkin di masa depan juga mereka meminta bantuanmu dan Thomas penghubungmu jelas juga mengharapkan hal yang seperti itu.


Aku diam. Dari yang hanya ingin mendapatkan uang untuk memulai pekerjaan baru dan menopang Mom sekarang berubah menjadi hidup penuh bahaya.


"Kau harus berhati-hati berpijak pada dua sisi, jika pihak Rusia tahu nyawamu dalam bahaya." Soal ini juga menjadi kekhawatiranku aku sebenarnya tak ingin mengambil pekerjaan seperti ini lagi.

__ADS_1


"Iya aku tahu, Thomas dan timnya juga sangat berhati-hati."


"Bagaimana jika kau belajar bagaimana membela diri sendiri, aku akan memberikanmu rekomendasi tempat latihan. Setidaknya kau tahu bagaimana cara lari."


__ADS_2