
Aku punya jadwal makan malan dengan Matthew bertepata denga makan malam bersama dengan Francoise, aku lebih memilih pergi dengan Matthew. Jadi kukirim pesan padanya.
'Senin malam ini aku ada kencan, kita tidak pergi bersama ok, kau pergilah kencan dengan yang lain.'
Aku bicara jujur padanya, tak ada yang kututupi. Dia juga punya kencan, aku juga ingin punya kencan, masalah kami adalah teman atau bersahabat itu adalah masalah yang lain lagi. Jika kami punya kencan masing-masing kami tetap bisa bersahabat.
Baru beberapa detik aku menaruh ponsel saat selesai mengetik pesan aku langsung di telepon oleh Francoise.
"Siapa yang mengajakmu kencan?" Dia langsung bertanya dengan nada penasaran begitu kental. Aku meringis lebar, apa kenyataan aku punya kencan begitu menggangu untuknya.
"Matthew, kau pernah bertemu dengannya bukan. Kalau tidak salah saat Ibu sakit kalian pernah bertemu." Dia diam nampaknya tahu siapa yang kusebutkan.
"Ini hari kita makan malam. Kau mengganti makan malam kita dengan kencan, itu tidak adil hari makan malam kita tidak bisa diganti."
"Kau juga pergilah berkencan dengan yang lain." Dia diam si seberang sana, apa dia marah padaku. "Franco, tak apa bukan? Aku juga mau punya kencan sepertimu." Bukan dia saja yang bisa mempunyai kencan yang bisa diceritakannya padaku.
__ADS_1
"Tak bisa, kau mengatakannya baru sekarang." Dan sekarang dia membuat hidupku sulit, teman macam apa yang menghalangi kencan temannya sendiri.
"Kenapa memangnya. Itu minggu depan masih empat hari lagi, kau masih bisa mencari teman kencan sekarang. Bukannya itu mudah bagimu . Tak ada alasan aku mendadak membatalkannya." Apa hubungannya dengan mengatakannya kapan. Aku tidak punya janji apapun yang harus ditempati.
"Tunggu dulu..." Aku langsung memotongnya.
"Tidak ada tunggu menunggu. Kita bisa makan malam di hari Selasa. Pokoknya hari Senin malam aku ada kencan. Itu pengaturan yang lebih baik.
"Kau tidak bisa memutuskan langsung begini, kau tega." Bagian mana yang disebut tega.
"Kau bisa melakukan kencanmu minggu depan."
"Minggu depan aku ke Antigua. Kenapa kau harus mengatur kencanku heh! Aku sendiri tidak pernah mengatur kencanmu!" Dia tahu apa hubungan kami bukan, aku bukan pacarnya dan dia tidak bisa seenaknya mengatur bagaimana aku berkencan.
"Aku tidak mengatur kencanmu."
__ADS_1
"Kau melakukannya tadi. Sudahlah aku hanya ingin memberitahumu itu. Jika kau ingin makan malam denganku kita bisa melakukannya di Selasa malam."
Dia diam. Aku menganggapnya sudah mengerti.
"Baiklah." Akhirnya dia tidak membantahku lagi. Bersedia di tukar ke Selasa.
"Baiklah. Sampai jumpa Selasa." Telepon itu putus kemudian.
Di pandang dari sisi manapun aku dan Francoise hanya teman dan dia tidak bisa mengatur kehidupan pribadiku. Dia dan aku hanya teman, dia tidak menyukaiku sebagai kekasih.
Lagipula kami tidak punya masa depan. Dengan posisi luar biasa itu dia bisa mendapatkan banyak gadis yang lebih pantas. Aku takut aku akan mengharapkannya, jadi aku perlu mendaratkan diriku sendiri ke kenyataan yang sebenarnya.
Aku dan Francoise tidak akan pernah bersama. Itu kenyataannya. Tapi aku heran kenapa dia masih menikmati hubungan 'teman' ini. Jika dia ingin teman ya baiklah. Tapi jika ada yang lain, ...
Entahlah, aku sendiri tidak yakin apa yang harus kulakukan jika dia ingin yang lain. Tapi yang jelas untuk saat ini Matthew lebih mudah digapai
__ADS_1