
"Dia memohon kepada saya untuk meyakinkannya membuat Sara bisa menunggu dia mengusahakan persetujuan Anda, mereka baru bersama enam bulan, anak saya berusia 29 tahun dan anak Anda 41 tahun, ... menurut Anda apa yang harus saya katakan pada permintaan yang begitu tulus dan berani putra Anda. Saya melihat Sara bahagia, saya melihat Francoise bahagia, mereka bahagia bersama, saling mencintai satu sama lain..."
"Anda tahu cinta itu omong kosong, Anda dan saya bercerai, tak usah mendongengi saya dengan cerita cinta, itu memuakkan."
Nola Adams sekarang tersenyum. Dia mengerti wanita di depannya ini masih memendam kekecewaan pada masa lalu.
"Cinta bukan omong kosong Nyonya, Anda dan saya pernah jatuh cinta, hanya harapan dan ego kita yang terlalu tinggi untuk mengusahakan memeliharanya, atau harapan kita terlalu tinggi sehingga cinta yang tak sempurna itu tak bisa lagi memuaskan kita."
"Anda seharusnya jadi filsuf saja." Nola Adams tertawa kecil atas cibiran Mary Aides.
"Saya sebentar lagi mungkin mati, tapi saya tak menyesal. Saya selalu mengatakan kepada anak saya, jika kisah cinta Mom tak berhasil bukan berarti dia juga akan sama. Itu tergantung mereka yang mengusahakannya."
"Tetap saja Anda tak setara dengan kami."
"Saya ingin melihat anak saya bahagia, tapi rupanya Anda ingin melihat anak Anda ikut merasakan penderitaan Anda. Anda ingin anak Anda menikahi orang yang tak disukainya dan kemudian bercerai seperti Anda?"
__ADS_1
"Saya tidak melakukan hal seperti itu. Anda jangan berlebihan!" Mary Aides tidak menerima perkataan Nola Adams dan membalikkannya dengan cepat.
"Benarkah, saya melihat Anda jelas-jelas melakukannya sekarang." Nola tersenyum dengan tenang. Tapi Mary Aides menatapnya dengan perasaan benci, benci karena mungkin perkataan Nola benar, dia membuat anaknya mengalami hal yang sama dengan dirinya. Baru sekarang dia menyadari itu, tapi dia tetap masih tak mau menerima hubungan Francoise dengan Sara.
"Hentikan omong kosong Anda, suruh anak Anda meninggalkan Francoise. Anda tak usah menasehati saya."
"Sayangnya saya tak bisa melakukannya, saya akan memberinya kesempatan karena dia datang ke sini dan meminta saya memberinya kesempatan."
"Anda berharap menaikkan status sosial Anda, sudah saya kira."
"Saya berharap semoga mereka bahagia. Nampaknya bukan sekali ini saja Anda melakukan hal ini bukan. Sampai Francoise membuat persiapan datang ke saya terlebih dahulu?" Mata Nola memberikan pandangan meyelidik ke arah Mary Aides.
"Berarti benar." Nola Adams cukup terkejut dengan apa yang ditemukannya."Hati-hati, saya tahu jika Anda berhasil memisahkan mereka dia akan membalas Anda dengan tidak menikah dengan siapapun."
Mary Aides sekarang langsung berdiri dengan kesal.
__ADS_1
"Jadi kau tidak ingin mengatakan pada anakmu untuk meninggalka anakku?"
"Sudah kubilang anakmu sendiri yang datang ke sini untuk memintaku mendukung hubungan mereka, lagipula anakku sudah ingin meninggalkannya tapi dia yang berkeras, jadi jawabanku sudah jelas." Nola Adams mengatakan pendiriannys sekali lagi, baginya Francoise berhak mendapatkan bantuannya untuk saat ini.
"Kalian memang semuanya rendahan. Anak dan Ibu sama saja, menjijikkan." Sekarang Mary Aides sudah melewati batas menurut Nola.
"Bukankah kau sendiri yang rendahan, kau yang menggunakan anakmu untuk mencapai tujuanmu, Ibu macam apa kau." Nola membalas Mary dengan telak.
"Bicara denganmu membuatku muak. Aku menyesal datang ke sini."
"Tak ada yang menyuruhmu datang, sihlakan pergi saja Nyonya Mary yang terhormat..." Nola Adams menunjukkan pintu keluar untuk sang Nyonya sombong itu.
"Kau mau uang, berapa harga kalian untuk pergi?" Nora tertawa sekarang meremehkam lawan bicaranya.
"Putriku memberiku banyak uang. Aku tak perlu mengemis denganmu."
__ADS_1
"Kau akan menyesal."
Dengan kata-kata itu dia pergi. Sekarang Nola mengkhawatirkan Sara, bagaimana dia bisa menerima kata-kata yang menyakitkan seperti itu.