BALLERINA SECRET LOVE

BALLERINA SECRET LOVE
Part 160. Inner Circle 3


__ADS_3

Jadilah aku dan penasaranku membawaku menelepon Thomas hari ini.


"Thomas, apa kau bisa mengecek seseorang yang bernama Alton Mason."


"Kau bilang Alton Mason, kau ingin tahu latar belakangnya? Kenapa?"


Kuceritakan padanya kenapa aku punya firasat buruk tentangnya. Mungkin hanya firasat, walaupun aku pernah melihatnya melakukan pesta di temani gadis-gadis, tapi banyak pria pernah melakukannya dan tak bisa dianggap dia sepenuhnya jelek, tapi sudah kubilang perasaanku mendorongku melakukan apa yang kubisa, aku berharap itu salah. Akan sulit untuk memberitahu Alicia kekasihnya itu adalah mata-mata untuk pemilihan presiden kali ini.


"Hmm... akan kucoba. Tapi aku tak yakin bisa mengakses banyak dari info umum. Maksudku begini, tanpa sesuatu masalah yang ditimbulkannya untuk biro atau kepentingan partai. Yang bisa kuakses hanya informasi umum. Aku juga punya keterbasan untuk itu. Kecuali kau menemukan sesuatu seperti misalnya,.... katakan dia sudah punya istri dan memacari Nona Allison, boss pasti menyetujui dan mengusahakan akses seperti itu. Aku tidak tahu semuanya, dan sesuatu tidak bekerja saat kau hanya curiga, kita perlu bukti awal.."


Ya, itu masalahnya aku harus memiliki masalah yang harus dipecahkan.

__ADS_1


Ternyata masalah itu datang dengan segera.


Aku sedang berada di sebuah klub besar di Manhattan, setelah dua bulan berlatih aku akhirnya aku bisa kembali ke pertunjukan lagi. Saat aku dalam akhir pertunjukan aku melihat Alton Mason. Kurasa dia tidak mengenaliku karena aku memakai make up yang bold, ditambah aku memakai masquerade (topeng wajah) sebagai kostum penari latar.


Dan tebak dia bersama siapa?


Pengacara pengganti Cohen McCarthy yang membela Ronald Schump, seseorang bernama Pete Fudge, sekarang aku jadi mengerti orang-orang dalam politik mereka masuk ke ruang VVIP di atas sana. Dan aku penasaran untuk mengambil gambar mereka ke Thomas.


Aku tak bisa terlihat, tapi cukup sulit mengambil fotonya di tempat yang remang-remang seperti ini, kamera ponselku tak semahal itu untuk bisa mendapatkan resolusi yang sempurna. Satu-satunya tempat yang agak terang adalah reception sekaligus bar di lantai ini, tapi tak mungkin dia ke sini kecuali aku memanggilnya.


Aku harus memperlihatkan diri mau tak mau dan mendapatkan seseorang mengambil foto kami secara sembunyi-sembunyi. Siapa yang bisa kumintai tolong sekarang, aku melihat ke sekelilingku dengan cepat dan kutemukan seseorang sekarang.

__ADS_1


"Agusto, apa bisa kau menolongku mengambil foto dengan seseorang. Tapi harus sembunyi-sembunyi, aku akan memancingnya ke bar. Kau harus berhati-hati tidak ketahuan. Ini 100 dollar untukmu, biaya foto."


"Kau murah hati sekali. Fotonya pasti bagus." Agusto mengibaskan uang yang di dapatkannya dariku. Aku memberinya ponselku. Dia memandang ponselku dengan ekspresi meremehkan.


"Apa ini ponselku..."


"Itu bukan ponsel yang akan menghasilkan gambar bagus. Pakai ponselku saja, biaya sewa tambahkan 100 dollar." Aku meringis saat dia mengatakannya.


"Mahal sekali sewa ponselmu 1 menitnya."


"Foto dijamin tajam dan luar biasa. Jaminan uang kembali." Aku meringis lebar saat dia mengatakannya.

__ADS_1


"Baiklah. Ini uangmu."


__ADS_2